
Sore datang, Cellya sudah selesai membersihkan diri dan berganti pakaian.
Ia lantas segera merias diri, sembari menunggu waktu suaminya pulang.
Setelah selesai merias wajah nya, Cellya segera turun ke bawah.
Nampak para maid sedang melakukan tugasnya masing-masing.
"Selamat sore, nona.", sapa mereka bergantian, saat Cellya melewati mereka. ia nampak berjalan keluar mansion dan duduk di ayunan yang berada di taman rumah nya.
"Nona, hari ini mau makan malam apa?!.", tanya Nani, yang baru saja menghampiri Cellya.
"Hari ini, kami akan pergi ke rumah mama untuk makan malam di sana.",
"Jadi, Nani hanya perlu memasak untuk para maid saja.",
"Nani, tanyakan saja mereka ingin makan apa?!.",
"Atau suruh saja mereka memasak sendiri makanan yang ingin mereka makan.", jawab Cellya, lembut.
"Baiklah.",
"Bibi membuatkan nona bubur kacang merah. itu bagus di konsumsi ibu hamil, dan tidak berpengaruh pada kesehatan, nona.", ucap Nani.
"Terimakasih.", jawab Cellya, lembut dengan senyuman.
Ya, semenjak ia pulang ke mansion. Sean memperkerjakan banyak maid untuk membantu Nani.
Dulu dirumah sebesar ini, hanya ada Nani, Cellya, Sean dan penjaga mansion.
Nani bertugas membersihkan rumah. sementara Cellya memilih memasak untuk Sean. apalagi, saat suaminya kehilangan ingatan dan memiliki temperamen yang buruk. Cellya, juga tetap memilih tidak mengerjakan maid karena, ia khawatir banyak nya orang dirumah dapat mempengaruhi suasana hati dan pikiran Sean, kala itu.
Tapi kini, setelah pulang dari Singapura. Sean memperkerjakan banyak maid, agar Nani bisa fokus merawat istrinya.
Ya, semua apa yang boleh dan tidak boleh dimakan sang istri, ia sampaikan pada Nani dan para maid.
Selain fokus pada kesehatan istrinya, Nani dan para maid di haruskan untuk mengawasi dan menjaga Cellya. mereka harus segera memberi kabar pada Sean, bila terjadi sesuatu pada istrinya.
Sebuah Mobil Porsche Panamera memasuki pelataran mansion. Cellya segera berdiri dan turun dari ayunan, begitu John membuka pintu belakang mobil.
Nampak suaminya keluar dari sana. ia tersenyum senang, begitu juga dengan Sean, yang melihat sang istri sudah nampak berdiri menyambut nya sepulang kerja.
"Aku merindukanmu.", ucap Cellya, saat sang suami sudah berdiri di depannya. Sean tersenyum, lalu mengecup kening Cellya. sementara, nampak John berlalu membawa tas kerja Sean, setelah memberi salam hormat pada nyonya rumah.
"Aku lebih merindukanmu.", jawab Sean, senyum.
__ADS_1
"Bagaimana hari ini?!.", tanya Sean. ia mengajak istrinya masuk ke dalam mansion, karena hari sudah semakin sore.
"Aku sedikit bosan dirumah saja.", jawabnya, membuat pria itu hanya tersenyum, sembari berjongkok mensejajarkan wajah nya dengan perut buncit istrinya.
"Apakah, anak ayah pintar hari ini?!.",
"Tidak merepotkan ibu, kan?!.", ucap Sean, sembari mengusap dan mengecup perut buncit Cellya.
"Hari ini, aku jadi anak baik ayah. aku selalu menjaga ibu, seperti pesan ayah.", jawab Cellya dengan suara imutnya, yang membuat Sean tersenyum dan segera berdiri. ia nampak mengusap surai istrinya gemas.
"Nona, buburnya mau di bawa ke atas atau di hidangkan di meja makan?!.", tanya seorang maid.
"Bawa ke kamar saja.", sahut Sean, menjawab maid.
"Baik.", ucap maid, paham lalu pergi.
Cellya dan Sean berjalan menaiki tangga menuju kamar mereka.
Begitu masuk, Cellya segera membantu Sean melepaskan jas nya, dan segera ke kamar mandi untuk menyiapkan air bagi suaminya.
......................
"By, mama meminta kita makan malam di sana.",
"Mama, juga meminta kita untuk menginap di sana, sebelum hari pernikahan Ellyana.", ucap Cellya, sembari membantu suaminya, mengancingkan baju.
"Benar, boleh?!.", tanyanya dengan mata berbinar, memastikan. Sean mengangguk, membuat Cellya girang dan memeluknya, Sean tersenyum melihat tingkah manja istrinya.
Ya, sudah sejak lama bukan?!, pemandangan dan momen seperti ini terlewatkan begitu saja.
"Tok...
"Tok...
"Tok...
"Masuk.", sahut Sean, dari dalam. nampak dua orang maid masuk mengantarkan bubur kacang merah, yang sudah di buat oleh Nani.
Seorang maid, nampak meraih mangkuk-mangkuk berisi bubur dan beberapa camilan buah, serta meletakkan nya di meja. seorang lagi, nampak membawa baki berisi mangkuk-mangkuk itu.
Setelah selesai, mereka segera membungkuk hormat dan keluar dari kamar Sean.
"Ayo, makan bubur nya dulu. baru, bersiap ke rumah mama.", ajaknya, yang segera di turuti oleh istrinya.
"By, nanti di perjalanan kerumah mama. kita beli junk food ya?!.", pinta nya. Sean meletakkan sendok di mangkuk bubur nya.
__ADS_1
"Tidak dulu ya, by?!.",
"Dokter melarang untuk makan dan konsumsi makanan siap saji.", jawab Sean, yang langsung di respon dengan wajah cemberut dari istrinya.
Sean menghela nafas. ia menangkup kedua pipi milik sang istri.
"By, ini demi kebaikan mu.",
"Demi kesehatan mu.",
"Kami setuju, dan mengizinkan mu menunda pengobatan karena baby ini. jadi, kau juga harus menjaga dirimu sebaik mungkin, agar sakit itu bisa terkontrol, sehingga tidak mempengaruhi kehamilan.",
"Bukan aku tidak menyayangi mu, dengan tidak menuruti semua mau mu. tapi, inilah bentuk sayang dan perhatian kami padamu.",
"Jadi aku mohon kerjasama dan pengertian nya. ok?!.", jelasnya panjang lebar.
Cellya menatap kedua manik mata Sean yang penuh dengan cinta padanya. membuat suasana hatinya menghangat dan pada akhirnya, luluh dengan semua ucapan suaminya.
Cellya tersenyum dan mengangguk. " Maaf, by. aku sedikit egois tadi.", ucapnya, pelan. membuat pria yang begitu mencintainya itu hanya tersenyum lembut.
"Ayo, habiskan!. agar kita bisa segera berangkat ke rumah mama.",
"Jangan sampai mereka menunda makan malam, hanya karena kita terlambat datang.", ajak Sean, yang membuat istrinya bersemangat mengambil sendok dan melanjutkan makan bubur nya.
John nampak berdiri di samping mobil Hyundai palisade, yang sudah di siapkan untuk mengantar tuannya.
Nani, nampak memasukkan tas berisi obat dan vitamin Cellya ke dalam mobil.
"Nani, ikut?!.", tanya Cellya, ketika melihat Nani memasukkan tas berisi baju ganti nya ke mobil, di bantu John. Sean mengangguk.
"Kenapa?!.", tanya Cellya.
"Mama yang minta, by.", jawab Sean.
"Mama khawatir, tidak bisa fokus memenuhi kebutuhan dan merawat mu karena sibuk dengan acara Ellyana. itu sebabnya, mama meminta ku untuk mengajak Nani. lagi pula, jika tidak ada dirimu di rumah Nani, juga bingung harus mengerjakan apa?!.", jelasnya.
"Tuan, nona.", sapa John, membungkuk hormat sembari membuka pintu mobil.
Sean terlebih dulu membantu istrinya naik, dan kemudian menyusul. setelah nya, John segera menutup pintu mobil.
Sedangkan Nani, naik di jok depan berdamping dengan John, yang duduk di belakang kemudi.
"Mau beli beberapa camilan?!.", tawar Sean pada istrinya, yang bersandar di bahu suami, ketika mobil sudah mulai menyusuri jalan.
"Boleh.", jawab Cellya
__ADS_1
...----------------...