Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan

Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan
Bab 94


__ADS_3

Anton membopong tubuh istrinya lalu memasukannya ke dalam mobil, Risma lelah lantaran sikap Anton. Risma tidak boleh naik-turun tangga bahkan tidak boleh melakukan pekerjaan rumah, hanya boleh berolahraga ringan dan makan yang boleh di anjurkan Dokter, Anton menyetir mobil saat terjadi kemacetan ia mengusap perut istrinya.


“Anton! Aku tidak nyaman kamu sangat posesif!” kata Risma dengan kesal.


Sesampainya di rumah Mertuanya Risma di sambut tangannya terus memegang pinggulnya karena terasa berat, “ayo pelan-pelan Mama bantu.” Clara membantu menantunya untuk duduk, “bagaimana keadaan kamu?” tanya Clara. “Baik Mah, tapi anaknya gak kembar,” jawab Risma.


“Tak apa asalkan cucu Mama sehat,” ujar Clara.


Lisi turun dari tangga sambil mengendong putranya bernama Eric, wajah anak itu sangat menggemaskan percampuran tiga negara, Indonesia, Italia, dan Perancis. “Risma bagaimana keadaan kamu?” tanya Lisi.


“Aku baik, hanya pusing dan kaki sakit aja.”


“Yaudah kamu mau apa biar mama buatin makanan?” tawar Clara.


“Aku mau ikan bakar,” jawab Risma.


“Sebentar biar Mama ke dapur buatin ikan bakar.”


Risma tersenyum menatap Lisi, gadis berwajah setengah bule itu membelai perut Risma sambil mengendong Eric. Lisi berusaha membuka bisnis bersama saudarinya untuk menjadi single mother untuk putranya Eric, mungkin inilah karma yang di dapatkan karena berbuat jahat oleh kakak iparnya.


“Lisi sayang, bagaimana bisnis kalian?” tanya Risma sambil membelai lembut pipi adik iparnya.


“Berjalan lancar tapi karena Covid jadi turun omsetnya.”


Risma menarik nafasnya lalu menyentuh tangan saudari iparnya, “terkadang suatu usaha harus merasakan penurunan untuk kesuksesan.” Risma memberi semangat pada Lisi karena ia sudah berusaha melupakan masalalunya, Anton melihat dari atas tangga.


Anton sangat bersyukur lantaran di karunia istri yang berhati lembut seperti Risma. “Mama, maaf aku menyembunyikan Karina dari kalian untuk kebaikan Karina juga demi kebaikan Karina.” Risma membatin dalam hatinya.


“Lisi panggil namaku saja, kita ini seumuran.”


“Tapi kamu kakak iparku,” kata Lisi.


“Aku lebih nyaman di panggil Risma, aku saja memanggil Anton dengan namanya tidak memakai Mas atau Kak. Kamu orang Barat pasti----”

__ADS_1


Ucapan Risma di potong oleh Lisi, tapi kita tinggal di Asia. Mereka berbincang satu sama lain sampai Clara memanggil Risma untuk ke kamarnya yang berada di lantai bawah, karena Clara tidak mengizinkan menantunya naik turun tangga.


Di kamar Clara memberikan hadia sebuah kalung, “ini adalah kalung pemberian keluarga Anjaya turun-temurun dan ini adalah hak menantu sulung.”


“Aku akan menjaga kalung ini dengan baik mama.”


Risma memegang perutnya untuk menuju dapur karena ingin minum air sambil memegang pinggulnya karena perutnya yang buncit, Anton melihat istrinya mengambil air dari belakang Anton mencium rambut Istrinya aromanya parfume ume keiko  paduan aroma bunga putih dan musk.


Risma memjamkan matany lantaran Anton mencium bahunya, rasanya sangat nyaman. “Anton cukup!” ucap Risma membalikan tubuhnya, Anton tersenyum tangannya menyandar pada tempat cucu piring.


“Memang kenapa?” tanya Anton.


“Jika kamu mau melakukan seperti itu ayo ke kamar saja,” ajak Risma.


Anton langsung mengajak Risma ke kamarnya yang ada di lantai atas, sebelum Risma memijak tangga Anton membopong tubuhnya untuk menuju lantai atas. Clara hanya bisa mengeleng kepala sambil tersenyum ia amat senang menantu dan anaknya bisa akur.


***


Levino tiba di Indonesia targetnya hanya Yumeko untuk di jadikan sandra, tujuan utama Levino untuk menjadika putri kesayangan Yukita sebagai sandra agar meminta wanita Jepang itu menyerahkan data dari para hacker.


“Hallo apa kamu sudah menemukan targetnya?” tanyanya di telepon.


“...”


“Good aku akan ke hotel yang murah agar posisi kita tidak terlacak.”


Levino segera menuju hotel bintang 3 di daerah Jakarta agar tak terlacak ia segera menaiki mobil biasa, di Hotel Levino tersenyum ternyata ia di sugguhkan bukti dan juga foto Yumeko sedang berjalan di luar dan ada juga dengan perut membesar.


“Ini sekali menembak tidak hanya dapat satu atau dua lagi tapi sekaligus tiga, karena di kandungan Yumeko ada darah daging Yukita Konawa.”


“Jadi apa yang harus kami lakukan, Sir?” tanya Bryan.


Levino menghisap ganja yang di bawakan oleh wanita cantik memakai dress ketat, ia segera memesan wanita untuk ia tiduri. Besok ia akan menjalankan rencananya untuk menculik Yumeko Konawa dan meminta sesuatu pada Yukita.

__ADS_1


***


Anton sedang berfokus pada laptopnya sedangkan Risma sedang menonton televisi, Risma bangkit dari sofa lalu masuk ke kamar mandi ia menganti bajunya dengan lingerie. Risma memejamkan matanya lalu ia teringat mimpinya semalam sebelum ke rumah mertuanya.


Malam ini ia menginap di rumah mertuanya, malam ini ia akan melayani Anton dan memberikan hak-haknya. “Ya allah mengapa aku merasa mimpinya itu nyata,” batin Risma memejamkan matanya lalu memakai lingerienya.


Risma semalam bermimpi tentang Almarhumah putrinya, dia memejamkan mata dengan air matanya mengalir dengan sendirinya. Ucapan putrinya Kirana yang selalu terngiang-ngiang bocah itu memeluk Risma dengan erat.


“Mama aku seneng banget bentar lagi punya adek,” ucap Kirana dengan memakai pakaian putih, kepalanya berhias mahkota bunga. Risma tersenyum ia menyamakan tinggi anak itu.


Suasananya seperti surga, ada air terjun dan burung-burung berkicau indah. Risma menatap putrinya yang sudah tiada, seandainya Kirana tidak meninggal dunia pasti ibunya tidak akan ada korban dan kejadian berdarah. Tapi semua sudah terjadi sekarang mereka hanya berdoa dan berharap agar tidak ada lagi korban jiwa.


Karena sangat senang Risma tidak memperhatikan ia memakai pakaian apa dan mengenakan mahkota apa, Risma memeluk mendiang putrinya. “Kirana sayang aku merindukanmu,” ujar Risma sambil memeluk putrinya dengan derai air mata.


“Mama ikutlah denganku, Papa, dan Karina sudah ada adek. Aku disini sendiri...,” keluh Kirana yang wajahnya sedang di tangkup dengan kedua tangannya.


“Kirana aku tidak bisa, Nak. Adikmu dan Papamu membutuhkanku.”


Di wajah Kirana terlihat kesedihan yang mendalam. Risma memeluk putrinya dengan erat, wanita itu tidak tega melihat wajah putrinya yang tersirat kesedihan ia juga ikut terisak dengan tangis.


“Iya Nak, Mama akan ikut kamu.” Risma tidak bisa menolak keinginan putrinya, Kirana sangat bahagia ia tersenyum bahagia.


“Risma!!” panggilan Anton membuat wanita berdarah setengah Jepang itu terbuyar dari lamunannya, “i-iya.” Risma segera berdandan dan memakai lingerienya, ia harus membuat Anton terpesona.


“Sayang kamu ngapai kenapa lama di kamar mandi?!” tanya Anton dengan nada yang tinggi.


Risma membuka kamar mandi saat suaminya ingin mengetuk lagi, tapi Anton membulatkan mulutnya melihat tubuh istrinya mengenakan lingerie yang menggoda syahwatnya.


Anton mencium bibir istrinya lalu membuka ikatan rambut istrinya, ia mencium bahu Risma lalu membawanya ke atas Kasur. Risma memeluk Anton dengan erat ia amat bahagia dan dalam hatinya bertanya-tanya, apa dirinya akan pergi bersama putrinya.


Risma memeluk Anton ia meletakan kepalanya di dada Anton, lalu ia segera tertidur pulas.


BERSAMBUNG

__ADS_1




__ADS_2