Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan

Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan
Bab 58


__ADS_3

Risma amat kesal pada Anton karena telah membuat tanda di lehernya, sungguh cabul suaminya ini. Anton keluar dari kamar mandi menatap istrinya yang sudah tidur membelakanginya dalam keadaan tidur di sofa. "Kamu udah tidur ya," batin Anton.


Anton menuju brankar dimana putrinya di rawat dalam keadaan tertidur akibat obat bius. Anton tersenyum tipis kemudian membelai puncak kepala Karina lalu mencium kening putrinya. Dua orang wanita yang berarti dalam hidupnya bahkan Anton rela mengorbankan diri untuk keduanya.


Pria berparas western itu tertidur di samping ranjang putrinya, sungguh dirinya berandai-andai jika saja Kirana mendiang almarhumah putrinya hidup pasti ia memiliki dua orang putri yang cantik di tambah istri yang muda. Tapi sayang waktu tak bisa di pukul mundur.


Anton ingin sekali melakukan pengeboran bersama istri tercinta tapi ia harus tahu keadaan ini di rumah sakit apalagi ada Karina yang sebentar lagi beranjak 4 tahun, susah payah tadi ia tak melakukannya bersama istrinya jadi ia melakukan sesuatu di kamar mandi.


Karina terbangun tatkala mendengar dengkuran yang cukup keras dari samping tempat tidurnya, saat itu bocah berumur tiga tahun itu bermimpi di kejar raksasa karena tertangkap ia menjadi terbangun dan melihat sang ayah tidur di sebelahnya dengan dengkuran keras.


Sontak bocah yang masih trauma karena Anton yang tempo hari membentaknya menjadi was-was. Karina menangis memanggil ibunya. "Mama!!!" teriak Karina yang membuat Anton terbangun dan Risma terguling lalu jatuh dari sofa karena kaget.


"Karina!" ucap Risma yang bangun lalu menghampiri putrinya, Anton berusaha menenangkan putrinya.


"Karina ini Papa, Hey." Anton berusaha menyentuh bocah malang itu tapi Karina malah menghindar dan mulutnya mengeluarkan rintihan kesakitan karena operasi di bagian perut.


"Mama sakit!! hiks___Mama." Karina langsung mendekap kepelukan sang ibu.


"Karina, kenapa?" tanya Risma lalu di gendong.


"Papa jahat___hiks___papa jahat, Mah." Karina kemudian meminta ibunya untuk menggendongnya.


"Iya, sayang. Papa nakal? sini mama gendong."


Risma menghembuskan nafas kemudian mengendong Karina dengan hati-hati agar tak mengenai selang infus. "Karina udah jangan nangis, mama gendong yuk." Risma mengendong putrinya dengan penuh kasih.


Karina amat nyaman di gendongan sang ibu, bocah itu menyembunyikan wajahnya di bahu ibunya tanda ketakutan saat melihat ayahnya mendekatinya. Risma kemudian memberi isyarat pada Anton untuk menjauh sementara waktu.


Risma menaruh tangannya di kepala putrinya lalu mencium putrinya yang sepertinya mulai terlelap kembali, Anton duduk di sofa melihat istrinya mengendong anaknya. Anton berfikir untuk membuat adik agar Karina memiliki teman tapi ia belum mengatakan rencananya pada sang istri mengingat pernikahannya masih baru.


"Cup....Cup." Risma menenangkan Karina yang mulai terlelap kembali.


Risma menatap Anton berusaha untuk menjadi jembatan agar hubungannya dengan putrinya kembali membaik, Risma heran bagaimana bisa putrinya menjadi menjauh dan takut padahal yang ia tahu jika Karina sudah menganggap Anton bagian dari hidupnya.

__ADS_1


"Karin udah bobo ya," ucap Risma yang kemudian menidurkan kembali tubuh Karina di brankar.


Risma berjalan ke arah Anton kemudian menatap suaminya dengan penuh selidik. "Kenapa dengan mata kamu?" tanya Anton merangkul istrinya, "bagaimana bisa Karina menjauh dari kamu?" tanya Risma mengintrogasi suaminya.


"Anton kamu itu udah umur 35 tahun, pasti kamu tahu cara membangun kembali tali kasih sama anak perempuan." Risma bicara pada suaminya. "Iya sayang, nanti akan aku perbaiki hubungan aku sama putri kita." Anton semakin erat merangkul bahu Risma kemudian mengecup wajah istrinya.


Anton dan Risma kembali bersatu hanya saja kali ini perasaan Risma tak enak, pikirannya terus melayang kepada sepupunya Hisako dan adiknya Kojiyama. Wanita berparas setengah Jepang itu berharap sang ibu tak membuat masalah di Spanyol atau negara lain.


*


*


*


Hisako dan Lisi sedang di bersama, Lisi di dampingi Gani dan Kojiyama bercerita jika ia di hamili oleh Tuan El deanon tentu Hisako berharap tak menikahi pria itu. Lantaran ia mendengar Bibinya Yukita Konawa ingin menjodohkannya karena ingin membuat aliansi atau persekutuan antar mafia Perancis.


"Jadi apa kalian akan bertunangan atau langsung menikah?" tanya Lisi dengan menggoda.


"Kami belum punya rencana ke situ, Miss." Hisako mengatakan Miss karena menganggap Lisi ini orang Bule.


Hari ini Kojiyama dan Gani sibuk memikirkan agar Yukita Konawa tak semakin merajalela karena salah satu putri dari keluarga Anjaya yaitu Karina akan terkena dampaknya. Jika bisnis mafia atau Yakuza milik Yukita Konawa semakin meluas ke seluruh dunia secara otomatis Karina akan di tumbal.kan.


Di tumbalkan agar menikahi keluarga yang tak hanya mempunyai pengaruh tapi juga terkenal berbahaya. Hisako ingin pulang kerena ingin mempersiapkan. segala sesuatu untuk ke pernikahannya Hanna Okamoto dan Axel. "Kojiyama aku ingin pulang."


"Tak perlu khawatir ada bodyguard dan supir." Hisako berusaha menenangkan sepupunya, Kojiyama menghawatirkan Ibunya yang bisa kembali bebas karena campur tangan dari aliansi mafianya yang ada di Indonesia.


Kojiyama rupanya menghawatirkan sepupunya Hisako yang menjadi target dari ibunya untuk di tumbalkan, sungguh Kojiyama mengutuk perbuatan ibunya tetapi ia tak bisa mendurhakainya karena dirinya lahir dari rahim wanita itu.


"Hati-hati, kau tahu tentang Okasan!" bisik Kojiyama di telinga sepupunya sambil memeluknya.


"Iya aku selalu ingat," ucap Hisako kembali memeluk sepupunya.


"Ambil ini." Kojiyama memberikan pistol pada sepupunya lalu Hisako mengangguk kemudian memasuki mobil sedan hitam.

__ADS_1


Mobil berjalan dengan laju cepat saat Hisako sedang bermain dengan ponselnya karena sedang chat dengan Andria ia di hadang oleh beberapa mobil, "Ichiro ada apa?" tanya Hisako dengan heran. Tiba-tiba segerombolan orang keluar dari mobil-mobil menodongkan senjata.


Ichiro selaku kaki tangan Kojiyama berhasil di pukuli dan di lumpuhkan, sontak segerombolan orang itu menculik Hisako. "Kalian siapa?!" Hisako berusaha melepaskan diri dari kukungan orang kulit hitam dan bertubuh besar. "Lepaskan aku!!"


"Diam!! masuk dan jangan berteriak!" maki orang itu sambil menodongkan senjata di kepala Hisako yang tentu saja membuat gadis malang itu tak sanggup bertingkah.


Hisako masuk tanpa sadar kalung yang di kenakan Hisako jatuh ke aspal, kalung dengan liontin bergambar dirinya dan kedua orangtuanya. "Tuhan tolong aku!" ucap Hisako sambil membatin. Juga tak lupa ponsel layar canggih milik Hisako di ambil lalu di injak untukĀ  dihancurkan di tempat agar menghindari pelacakan.


Dirinya berharap ia akan menikahi Andria secepatnya lalu alih perusahan mendiang ayahnya akan langsung jatuh ke tangannya tanpa menunggu dirinya berumur 25 tahun. Mobil itu mengarah ke sebuah rumah mewah dan di sana sudah ada dua orang biang masalah.


Prok! Prok! Prok!


Seorang pria berkebangsaan Perancis duduk sambil bertepuk tangan di ikuti Yukita di belakang, kedua tangan Hisako di borgol dan mulutnya di bekap. Emmanuel mendekat kemudian menyentuh dagu Hisako dengan tangannya.


"Calon istriku...," ucapnya tapi Hisako menepisnya dengan cara mengesampingkan dagunya.


"### Jika kau menjadi istriku, aku pastikan dari ujung kepala sampai kakimu akan di penuhi berlian. Hisako Konawa," ujarnya sambil memutar kursi yang di duduki Hisako dalam keadaan tangan di borgol. Hisako punya ide untuk kabur tapi tidak sekarang ia menjalankan siasatnya ia punya ide agar bisa kabur.


-


-


-


Risma terbangun dari tidurnya tatkala ia mengingat Hisako selaku sepupunya, "ada apa Risma?" tanya Anton yang tertidur dengan menjadikan bantalan paha istrinya. "Aku memikirkan Hisako," keluhnya. Anton mengangguk ia terduduk kemudian mengecup puncak kepala istrinya.


Anton membelai pipi istrinya, mata keduanya beradu kemudian Anton menenangkan istrinya. "Kamu percayakan pada adikmu dia akan melindungi sepupumu." JEDA "saya jamin Hisako aman di tangan Kojiyama," ucap Anton lalu menarik istrinya ke dalam pelukannya.


Risma menghirup aroma parfum axe pada tubuh suaminya begitu sebaliknya Anton menghirup parfum Yume berbau bedak dari dalam diri istrinya. Anton memejamkan matanya begitu juga Risma selama ini dirinya kembali berusaha mencintai Anton.


"Aku mencintaimu, Yumeko Konawa." Anton berucap.


"Aku juga mencintaimu, Anton Darma Anjaya," batin Risma sambil memejamkan mata menikmati saat seperti ini dengan Anton.

__ADS_1


#### BERSAMBUNG


-


__ADS_2