Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan

Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan
Bab 19


__ADS_3

Seorang gadis yang sedang naik ayunan di taman sambil memainkan ponselnya, tak lupa ada anak-anak yang berlarian dan bermain juga orang-orang yang berlalu lalang. 


"Hai," ucap seorang pria yang membuat gadis itu menoleh ke samping seorang pria juga duduk di ayunan sebelahnya.


"Hai," balas gadis itu dengan ketus.


"Gua Andriaa salam kenal." Andriaa mengulurkan tangannya untuk mengenalkan diri tapi gadis itu segera berdiri dari ayunan kemudian ia bicara.


"Aku minta maaf, aku takut berkenalan dengan orang asing." 


"Gila! sok jual mahal banget tuh cewek!!" batin Andriaa dalam hati, dia memikirkan wajah Hisako rupanya gadis Jepang itu sudah mampu memikat hati pria berparas Canada itu.


Hisako berlari sampai ia tak sengaja hampir di tabrak mobil dan ponselnya jatuh ke comberan.


"Woy!! kalo nyetir liat-liat!!" maki Hisako, tak lama keluarlah pria tampan dengan jas memakai kacamata hitam lalu membukanya.

__ADS_1


"Kamu kenapa tiba-tiba muncul." Pria itu menjawab dengan tenang.


"Gua gak mau tahu, gantiin HP gua!!" maki Hisako yang membuat jadi tontonan orang-orang.


Tanpa basa-basi pria itu langsung mengeluarkan dompetnya kemudia melemparkan sejumlah uang pada Hisako.


"Itu cukup buat beli Iphone?" tanya pria itu.


"Oke, saya buru-buru." Pria itu masuk dalam mobil kemuadian melajukannya.


⌐╦╦═─⌐╦╦═─⌐╦╦═─⌐╦╦═─⌐╦╦═─⌐╦╦═─


Seorang wanita Jepang dengan bibir berpoles lipstick sedang menunggu seseorang di restorang miliknya tak lama pria berjas hitam datang sambil membuka kacamatanya, "Mrs. Konawa!!" mereka saling menyapa dengan hangat lalu melakukan capaka-capiki.


"Silahkan duduk, Mr. El Deanon."  Yukita mempersilahkan duduk.

__ADS_1


"Aku tahu kau kesini ingin menagih janjimu untuk menikahi keponakanku, Hisako." Yukita tersenyum sambil menatap pria tampan itu.


Pria itu adalah putra Tuan El Deanon yang waktu tempo hari Yukita baru menjual seorang gadis pada sang ayah untuk di jadikan simpanan, tentu saja itu Salsa.


"Tentu saja aku sudah lihat foto Hisako, dia sangat mengairahkan." Pria berparas perancis itu menyalakan sebatang rokok.


"Hahaha. Jadi kau bersedia menikahi keponakanku," Ujar Yukita.


"Tentu saja, aku mau."


Pria itu tersenyum ia tadi barusan bertemu Hisako Konawa yang cukup menggemaskan tentunya, umur pria itu dengan Hisako hampir sama tapi Hisako tidak tahu jika Bibinya ingin menikahkannya dengan orang Perancis ini.


"Baiklah mari, Nyonya Konawa. Aku bersedia menunggu Hisako berumur 25 tahun." Pria prancis itu mengecup punggung tangan Yukita kemudian pergi keluar restoran, Yukita tersenyum puas lantaran keponakannya kan menikah dengan orang yang tepat.


Yukita menarik nafas ia melihat ponselnya ia tersenyum pada foto seorang pria wajahnya menjadi sendu, entah sejak kapan wanita Yakuza mempunyai wajah sendu. "Hikaru, yakusoku-dōri Hisako to kekkon shimasu…(Hisako) no osewa no shigoto wa sū-nen de owarimasu." (Hikaru, aku akan menikahkan Hisako sesuai janjiku padamu...tugasku menjaga (Hisako)akan selesai dalam beberapa tahun lagi.)

__ADS_1


Yukita mengecup foto mendiang adiknya. Hisako akan mewarisi perusahaan ayahnya jadi Yukita tak punya hak apapun pada perusahaan Hisako. Yukita ada meeting tentang kerjasama membangun bisnis di Hawai ia akan meeting di restoran ini menunggu klienya ia akan menanamkan modal, setelah meeting ia akan temui Yumeko atau Risma putrinya.


__ADS_2