Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan

Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan
Bab 6


__ADS_3

Hari ini Risma berkutik di dapur setelah selesai menyiapkan sarapan dan menatanya di meja makan ia segera menaiki lantai atas untuk menyuruh Anton turun, gadis itu tersenyum pagi ini yang jarang di lihat setelah menikahi Anton yang hanya mengeluarkan airmata. Saat sampai di kamar ia melihat Fera memakaikan dasi pada Anton yang menandakan jika Fera tidur bersama Anton malam ini tanpa ikatan pernikahan.


Hati Risma terasa sakit yang luar biasa tatkala ia harus melihat pemandangan itu di pagi hari senyumnya seketika hilang dan di gantikan dengan air mata, segera ia mengusap air mata itu dan turun ke bawah.


"Ngapain Lo disitu?!" Fera memaki Risma yang sedang berdiri di ambang pintu dengan hidung yang memerah dan mata yang sembab.


Fera malah semakin merangkul Anton dengan mesra kemudian Risma hanya berdehem. "Sarapan udah siap, kalian tinggal sarapan." 


Risma segera turun ke bawah hatinya terasa perih pagi ini, ia segera ke bawah menyiapkan 2 bekal untuk ia sarapan di kantor dan satunya untuk makan siang. ia segera memesan ojek online untuk ke kantor.


Di kantornya ia memiliki teman yang bernama Hanna dan Haris, Hanna sama seperti Risma ia berparas Jepang melalui Ayahnya. "Risma, nanti lu masuk ke ruang meeting udah mau di tunggu boss." Hanna menyuruh Risma.


"Iya, Na." Risma hanya mengangguk. 


"Eh Ris, lu kenapa gak cari Apartemen aja." Haris menyarankan kepada Risma yang sedang makan siang karena waktu istirahat.

__ADS_1


"Iya, ngapain lu hidup sama cowok kaya gitu, kagak ngasih nafkah." Hanna setuju dengan Haris.


"Gua lagi hamil anaknya dia," ucap Risma dengan lirih.


"Ya, lu kalo gak kuat. Butuh sesuatu kita bakal bantu cari Apartemen," ujar Hanna memberikan semangat pada Risma agar tak terlalu tertekan.


"Makasih, support-nya." Risma tersenyum ia beruntung mendapatkan orang yang mau menerimanya dan menerima dirinya untuk berkeluh kesah.


Risma ke ruang meeting ia menjelaskan presentasi tentang produk yang akan di keluarkan yaitu, mobil keluaran terbaru, setelah Risma menjelaskan giliran Hanna yang menjelaskan detailnya. 


⌐╦╦═─⌐╦╦═─⌐╦╦═─⌐╦╦═─⌐╦╦═─


 


Risma sangat lelah ia pulang ke rumah malam pukul tujuh tak terlalu malam ia memutuskan untuk membeli peralatan bayi, juga kebutuhan lainnya karena hari ini ia gajian dan gajinya cukup besar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

__ADS_1


Pertama ia ke toko perlengkapan bayi kemudian ke minimarket untuk membeli keperluan, seperti susu ibu hamil. setelah membeli apa yang dia inginkan ia memesan ojek online sambil menunggu depan minimarket ternyata ada suara dari belakang.


"Pantes Kak Anton gak percaya kalo lu hamil anaknya, ya iyalah kerjaannya keluyuran malam-malam." Suara itu membuat Risma menoleh ke belakang yang ternyata itu adalah suara Lisa dan Lisi bersama dua temannya yang lain.


"Biasa gak betah kali mau nyari mangsa," lanjut Lisi.


Empat gadis remaja itu pergi sedangkan dua temannya si kembar hanya menggelengkan kepala tanda rasa iba pada wanita hamil yang di caci maki oleh Lisa dan Lisi. 


Risma hanya menahan rasa sesak dalam hati ia berharap bertemu sang ibu untuk mengobati rasa sakit ini yang selama ini tak pernah ia temui sejak lahir, dan hanya di besarkan oleh mendiang ayahnya


"Eh! parah lu berdua," ucap salah satu temannya.


"Ya udah sih biarin aja, lagian dia cuman jadi benalu di keluarga gua," ucap Lisi.


"Iya, paling kalo dia udah lahiran bakal di depak dari keluarga Anjaya." Lisa.

__ADS_1


"Hati-hati karma bakal berlaku." Salah satu temannya bicara demikian yang tak di tanggapi oleh Lisa dan Lisi, keduanya hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah si kembar.


__ADS_2