Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan

Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan
Bab 57


__ADS_3

Siang ini Risma sedang menyuapi Karina hanya dengan bubur karena Dokter mengatakan ada masalah dengan pencernaan Karina, rupanya karena peluru yang mengenai perut anak malang itu beruntung bocah itu masih selamat.


"Mama Karin mau es krim," pinta Karina yang sedang memainkan bonekanya.


"Karin 'kan belum sembuh," ucap Risma menaruh nampan yang hanya bubur di atas nakas rumah sakit.


Clara melihat menantu dan cucunya yang sedang berbincang, wanita Italia itu sedang mengupas buah-buahan lalu di haluskan agar Karina bisa menelannya. "Mama akan beli es krim buat Karin, tapi Karin harus sembuh dulu." Risma mengalihkan permintaan putrinya.


Risma mengingat perkataan Dokter jika Karina tidak boleh makan dari luar rumah sakit kecuali buah-buahan yang di haluskan, "Karina lanjut makan dulu ya, nanti biar cepet sembuh." Risma mengambil nampan yang berisi bubur lalu menyuapkannya ke Karina.


Karina melipat mulutnya rapat-rapat, "Mama kenyang...," ucapnya pada sang ibu.


Risma kembali menaruh nampannya di nakas meskipun hanya tersisa setengahnya setidaknya bocah itu telah mengisi perutnya dengan makanan, Risma menatap putrinya dengan tatapan sendu lantaran harus ada korban lagi yaitu Karina.


Karina sedang asiknya bermain boneka sambil menyisir rambut boneka itu. Tak lama Hanna dan Axel datang dari pintu, Karina tersenyum tapi ia sangat sulit bergerak karena jahitan peluru di bagian perut. "Hallo Karina!" sapa Axel dan Hanna sambil membawa bingkisan.


"Hallo Om dan Tante!" jawab Bocah itu yang terduduk di atas brankar.


"Halo Tante Clara!" ucap Axel dan Hanna menyalami wanita itu.


"Ayo duduk!" ajak Clara menyuruh dua orang itu duduk di sofa.


"Gak usah Tante kita ke sini mau pamit ama Risma dan Karina." Hanna bicara.


"Loh Kalian mau kemana?" tanya Clara sambil mengerutkan keningnya.


"Kita mau menikah di Spanyol, Axel paham Tante Risma ama Anton gak bisa hadir di pernikahan kita karena keadaan Karina." Axel bicara pada Clara dan Risma.


"Selamat untuk kalian berdua semoga selalu bahagia!" ucap Clara di sertai senyuman.


"Selamat ya, Hanna." Risma memeluk sahabatnya kemudian melepaskannya.


"Oh, ya Karina. Om Axel punya sesuatu buat kamu," ucap Axel sambil mendekati brankar.


"Apa itu, Om?" tanya Karina antusias.


"Ini," Axel menyerahkannya sebuah bingkisan yang berisi boneka barbie lengkap dengan aksesorisnya.


Risma tersenyum lalu mendekat, "Karina bilang apa dulu, ama Om Axel dan Tante Hanna?" ucap Risma.


"Makasih Om Axel dan Tante Hanna." Karina bicara dengan nada suara yang tulus.

__ADS_1


"Iya sama-sama Karina," ucap Hanna mewakili Axel.


"Cepet sembuh ya." Axel bicara sambil mengacak-ngacak rambut Karina yang nampak mengemaskan.


"Tante Clara kita gak bisa lama-lama, soalnya jadwal pesawat." Hanna bicara pada Clara.


"Tapi kita udah pamit ama Anton dan Andria kok." Axel bicara dengan santun.


"Risma kamu gak usah khawatir, soal kamu gak hadir sama Anton di pernikahan kita udah di wakilin ama Hisako dan Andria." Hanna bicara sambil membelai lembut pipi Risma.


"Iya, maaf aku gak bisa hadir." Risma memeluk Hanna sekali lagi.


"Yaudah gak usah di pikirkan yang penting kalian tetap bahagia," ucap Hanna.


Hanna dan Axel pergi karena jadwal pesawat yang udah ingin mendarat satu jam lagi. Risma di dalam hatinya amat sedih dan ia akan berdoa semoga Hanna Okamoto tak bernasib sama sepertinya. Perawat datang ia membawakan suntikan untuk di suntikan di infusnya Karina agar luka operasinya cepat mengering dan menghilangkan rasa perih.


"Makanannya gak habis ya," ucap perawat itu pada Karina.


"Tolong jangan makan dari luar dulu ya, harus dari rumah sakit soalnya pencernaannya masih rentan." Risma menganggukkan kepala begitu juga Clara.


"Makasih ya, Sus." Risma bicara setelah perawat itu keluar ruangan.


Karina membaringkan posisi tidurnya, obat yang di suntikan padanya membuatnya mengantuk lalu Risma menyelimuti tubuh putrinya. Clara membereskan boneka dan mainan milik cucunya lalu wanita Italia itu menatap menantunya dengan rasa iba.


"I-iya Mama," balas Risma sambil menyentuh tangan mertuanya di bahunya.


Clara melanjutkan hal lain yaitu duduk di sofa tak lama Anton masuk melihat putrinya sudah terlelap, Clara bangkit dari sofa kemudian bicara pada putranya. "Tadi Axel dan Hanna kesini buat pamit," ucap Clara. Anton masuk dengan jas hitam dan kemeja tanpa dasi.


"Mama mau pulang Anton! kasihan Lisi."


"Iya mah, hati-hati." Anton senang lantaran ia bisa bersama istri kecilnya.


"Ada Mang Sofyan yang udah jemput Mama."


Clara pamit untuk pulang karena keadaan kandungan Lisi yang sudah menginjak delapan bulan dan nanti sore ia harus memeriksa kandungannya ke bidan. Risma menghembuskan nafas lelah daripada berurusan deng suaminya yang cabul dan jail.


Risma ke sofa mengambil bantal untuk menidurkan diri saat melihat Anton di samping brankar putrinya sedang duduk sambil membelai rambut Karina. Anton tersenyum melihat istrinya sudah terlelap di sofa pria itu punya ide untuk mengerjai istrinya.


"Lima menit lagi," batin Anton sambil tertawa di tahan.


Anton bangkit dari kursi dekat nakas ia menghampiri istrinya yang tertidur di sofa lalu ia menggoyang-goyangkan telapak tangannya di hadapan wajah istrinya untuk memastikan sudah pulas atau belum ternyata sudah pulas. Anton langsung tercetus ide dan juniornya selalu menegang tatkala bersama istrinya ini.

__ADS_1


Anton menarik perlahan ke atas gaun yang di kenakan wanita berparas setengah Jepang itu sampai setengah paha lalu tangan Anton mengusap-usap dari paha sampai ujung kaki, Risma berusaha bersikap masa bodo dengan membalikan tubuhnya menjadi membelakangi Anton.


Pria itu lalu menciumi paha sampai ujung kaki lalu telapak kaki. Risma merasa geli dan wanita berusia 23 tahun itu berteriak karena geli, Anton tertawa puas. Risma yang sudah kesal memukuli Anton dengan bantal. "Dasar Om-Om mesum!!" ucap Risma sambil memukul-mukul Anton dengan bantal dengan posisi Risma duduk di sofa dan Anton di lantai. "Dasar om-om cabul!! Om jail." lanjut Risma.


Risma memukuli Anton dengan bantal lalu Anton menahan kedua tangan Risma membuat mereka berdua terbaring di lantai tanpa alas. Posisi tubuh Risma menindih tubuh kekar dan besar milik Anton di lantai yang dingin membuat wajah keduanya begitu dekat, Anton semakin mempererat pelukan pada tubuh kecil istrinya.


"Kak Anton lepasin!" keluh Risma. Tak mendapatkan respon Anton semakin mempererat tubuh Risma yang menindih tubuhnya.


Risma tak mau berbuat gila dengan berhubungan badan di rumah sakit bersama suaminya yang otaknya cabul. "Om lepasin ini rumah sak---" belum sempat Risma menyelesaikan kalimatnya Anton meraup bibir tipis dan manis milik Risma.


Awalnya Risma berontak tapi karena tenaga suaminya lebih kuat dan Risma mulai menikmati saat ciuman dari Anton. Wanita berusia 23 tahun itu tak menyangka jika ia menikahi pria yang sangat jauh di atasnya yaitu 35 tahun  dan sedikit mesum juga sangat jail.


Anton mencium leher Risma dan membuat tanda di leher istrinya, lalu melepaskan Risma dengan mendudukkannya kembali di sofa, kening Anton dan Risma saling menyatu. Nafas keduanya beradu mereka tak melakukan___ibadah atau aduk adonan di rumah sakit.


"Kamu sangat manis, sayang."Anton mengusap bibir istrinya.


Risma hanya diam tatkala Anton mencium bibirnya kembali lalu menggigitnya, "kamu seperti kokain bagiku Yumeko Konawa." Anton berucap kemudian melepaskan istrinya untuk ke kamar mandi yang menyatu dengan kamar itu.


Nafas Risma masih tersengal lantara Anton sangat ganas tadi, lalu tangan Risma meraba area lehernya ia mengambil ponselnya untuk melihat lewat layar kenapa dengan lehernya.


#BERSAMBUNG





*


*


*


*


*


*


#HANNA DAN AXEL HERGUEZ

__ADS_1




__ADS_2