
Keesokan harinya Yukita secara diam-diam mengambil cucunya dan menyuruh pengasuh berparas Jepang untuk membawanya ke mobil, tentu saja Yukita menepati janjinya dengan memberikan perawat itu sejumlah uang.
Yukita membangunkan Risma untuk segera pergi dari rumah sakit itu menuju rumahnya.
"Yumeko putrimu sudah ada bersamaku," ucap Yukita yang sedang melihat Risma sedang di lepas infus dan dengan kursi roda.
"Okaasan aku ingin mengendong anakku." Risma sangat antusias tak sabar ingin menemui putrinya.
Setelah itu Risma sudah bisa berjalan seorang pengasuh yang tadi membawa putrinya memberikan pada Risma, "Nona anak anda." Risma sangat haru biru saat mengendong putrinya ia sangat menyayangi anaknya kemudian mengecup keningnya.
"Baiklah semuanya masuk ke dalam mobil!" perintah Yukita pada bodyguardnya.
Mobil-mobil sedan hitam itu kemudian pergi dari area rumah sakit menuju rumahnya, sesampainya di rumah, Risma segera di suruh Yukita untuk ke Jepang lebih dulu dengan menaiki jet pribadi milik keluarga Konawa.
Risma ke Jepang tak sendirian ada Hisako sepupunya yang ikut menemani, kabar kepergian Risma tak terdengar oleh Kojiyama karena Yukita tahu anak itu bahkan bersikap netral.
⌐╦╦═─⌐╦╦═─⌐╦╦═─⌐╦╦═─⌐╦╦═─⌐╦╦═─
Siang harinya Anton baru datang karena baru saja ada penanaman modal di Bali, tentang pembangunan resort ia datang bersama Kojiyama adik iparnya. Sesampainya di rumah sakit mereka terkejut lantaran Risma sudah tak ada di kamarnya.
"Risma!!" teriak Anton yang membuat Kojiyama bertanya-tanya.
__ADS_1
"Kak Anton ada apa?" tanya Pria berparas Jepang itu.
"Risma hilang!!" jawab Anton dengan panik.
"Apa bagaimana bisa?" tanya Kojiyama sambil mengerutkan keningnya.
Anton dan Kojiyama langsung menanyakan perawat yang kemudian ia bicara jika pasien yang bernama Risma sudah di jemput oleh keluarganya dua jam yang lalu. Anton juga melihat di ruangan bayi jika putrinya sudah tak ada di sana.
"Risma!!" teriak Anton dengan putus asa.
Kojiyama berfikir siapa dalang dibalik semua ini ia langsung tercetus satu orang.
⌐╦╦═─⌐╦╦═─⌐╦╦═─⌐╦╦═─⌐╦╦═─⌐╦╦═─
"Saya akan bawa kamu kembali Risma...," Anton menyetir sambil membenarkan pistol.
Kojiyama juga tak bisa menerima sikap ibunya yang main hakim sendiri seharusnya wanita berumur sepertinya bersikap bijak bukan main hakim sendiri, kakaknya berhak untuk memutuskan hidupnya sendiri dan hidup damai bersama suami juga anaknya.
Sesampainya di rumah Yukita Konawa. Anton beserta para pasukannya masuk gerbang, Andria juga ikut bersama Anton dengan naik satu mobil bersama Anton, bahkan Andria juga menyiapkan pistol.
"Yukita Konawa!!" teriak Anton sambil berjalan masuk yang sudah di tunggu oleh Yukita Konawa dengan berjajar beberapa gangster.
__ADS_1
"Kembalikan anak dan istriku!!" ucap Anton dengan mata memerah tanda ia sudah habis kesabaran.
"Itu keinginan putriku untuk pergi jauh darimu, pria kotor." Yukita berdiri diantara genster dengan membawa pistol juga.
"Okaasan!" tekan Kojiyama.
Anton yang sudah mencapai puncak kesabaran melepaskan pelatuk pistolnya ke atas membuatnya menabuh genderang perang, beruntungnya Panji Anjaya datang dengan membawa beberapa orang polisi agar bisa tenang.
DOR
Keadaan mulai kacau mereka saling ribut satu sama lain. "Kembalikan anak dan istriku, Yukita Konawa!" ucap Anton.
"Anton kita pulang, akan papa bantu kamu mencari Risma." Panji bicara kepada putranya yang sepertinya sangat mencintai istrinya dan ingin kembali.
"Kau tak akan bisa menemukan anakku!" ucap tegas Yukita.
Sirine polisi terdengar. "Okaasan!! kembalikan Kakak pada suaminya!" ucap Kojiyama yang tak ingin keponakannya bernasib sama seperti ibunya hanya diasuh orang tua tunggal.
"Dia Nona Konawa bukan Nyonya Anjaya!!" Jeda "begitu juga cucuku yang akan menyandang nama Konawa bukan Anjaya."
Mendengar itu Anton ingin melepaskan pelatuknya ke atas tapi berhasil dihentikan Paji Anjaya tanda tak harus ada pertumpahan darah.
__ADS_1
*****