Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan

Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan
Bab 35


__ADS_3

Siang ini Risma harus menemui Bibinya di hotel karena ada hal penting yang ingin wanita itu sampaikan, tentu atas izin Yukita yang dengan susah payah akhirnya wanita Jepang itu memberikan izin agar bisa jalan dengan Amara tapi dengan syarat di kawal oleh bodyguard dan menaiki mobil pribadi yang diberikan Yukita untuk melindungi anak dan cucunya.


Risma yang kemarin waktu di pantai itu adalah Amara yang ingin bicara pada keponakannya. "Risma Tante ingin mengajak kamu besok." Amara tersenyum pada keponakannya.


"Kemana tante?" tanya Risma pada Bibinya.


"Aku hanya ingin mengajak kau dan cucuku jalan-jalan."


Amara berhasil membujuk keponakannya untuk ikut dengannya ia tahu jika hotel berbintang itu ada taman bermain untuk anak-anak agar Karina betah. Sesampainya di hotel yang di tuju Risma di ajak Amara untuk ke restoran sedangkan Karina dibiarkan bermain di tempat khusus anak, Amara sudah menghubungi Anton secara diam-diam lewat pesan tapi pria itu beralasan sedikit lama karena ada meeting dengan sepupunya yang dari Italia.


Risma tersenyum melihat Karina bermain di tempat ini, Amara mengajak keponakannya mengobrol sambil menunggu Anton datang. Amara menceritakan bagaimana serunya masa kecilnya bersama ayahnya Risma bermain di sawah menangkap belut dan sebagainya, Risma sepertinya mulai terbawa oleh cerita Amara sampai tak sadar waktu.


"Hahahaha, Ayah dulu kecil lucu juga ya." Risma tertawa melihat foto jadul yang di tunjukan oleh Amara lewat ponselnya, ayahnya dan Amara memakai pakaian Sekolah dasar.


"Iya, ini sudah lama...," ucap Amara.


Anton tiba di restoran tempat Hotel usahanya karena baru selesai meeting ia melihat Amara dan Risma sedang berbincang di ujung meja yang mengarah ke jendela kaca yang langsung memperlihatkan pemandangan Bali. Tubuh pria itu terasa kaku saat melihat istrinya lagi, matanya memanas bulir air mata lolos tatkala ia amat merindukan sang istri yang selama ini tak pernah sekalipun ia buat bahagia, Ingin sekali rasanya merengkuh tubuh wanita yang tanpa sadar telah ia cintai segenap hatinya.


Kaki Anton terasa lemas tatkala melangkah menuju sang istri tapi perlahan karena arahan hati kecilnya yang mengatakan dekati wanita itu, bahagiakan dia, jangan buat airmata lagi tertumpah dari pelupuk mata wanitanya. Pipi Anton yang sudah terlihat tirus juga kantung mata yang menghiasi matanya yang indah menjadi saksi bagaimana ia kehilangan istri dan juga putrinya, Amara melihat Anton yang berjalan mendekat dengan satu arah dan tujuan. Amara hanya mengangguk tanda memberikan dukungan juga semangat untuk Anton.


Risma yang sedang bicara soal nanti dimana Karina sekolah malah di buat terkejut dengan seseorang pria yang memeluknya dari belakang, Risma menoleh ke belakang melihat pria itu adalah Anton suaminya. Wanita setengah Jepang tersebut antara percaya dan tak percaya dia meyakini ini hanyalah mimpi yang sudah terkabul tapi setelah ia mencubit pipinya sontak Risma menjerit.

__ADS_1


"AAAA."


Ini bukalah mimpi dan Ini nyata tapi mengapa ia merasa jika Anton hanya akan merusak hidupnya yang tenang bersama Putrinya. Risma berdiri yang membuat Anton melepaskan pelukannya dan menatap istrinya, "Risma saya menemukan kamu!" ucap Anton sambil memegang kedua bahu istrinya lalu menatap wajah Risma yang menjadi tanpa ekspresi dengan tubuh lemas tak berdaya.


Memang tak bisa di pungkiri jika hatinya menghangat dan berdetak kencang saat Anton menyentuhnya, tubuh Risma seolah menjadi cair seperti genangan air saat berhadapan langsung dengan suaminya yang masih berstatus menikah belum bercerai. Anton memeluk Risma di pelukannya melepas semua rasa rindu yang mendalam pada sang istri selama menikah mereka belum pernah saling menyentuh.


"Risma saya menyesal! saya ingin memulai semuanya dari awal bersama kamu!" Anton bicara demikian yang mengundang tatapan beberapa pasang mata juga tak segan orang-orang mengabadikan momen itu dengan ponselnya para turis lokal dan asing.


Anton menyatukan keningnya dengan kening sang istri memejamkan matanya seolah desiran hangat menyentuh hatinya, seolah rindu menjadi terbayarkan selayaknya sebuah gurun rindu yang gersang menunggu air hujan pertemuan. Risma masih diam karena syok dan tak tahu harus apa. Tak lama Karina mendekati ibunya sambil menarik-narik gaun yang di kenakan ibunya.


"Mama! ayo kita pulang aku capek." Karina membuat Risma tersadar dari lamunannya yang sontak mendorong Anton dan langsung mengendong Karina keluar dari hotel, Anton yang tak ingin anak dan istrinya pergi lagi ia langsung mengejar dan berhasil meraih lengan Risma.


"Ada apa, Mas?" tanya Risma dengan formal seolah tak mengenal suaminya, Amara mengambil tas dan ikut menyusul mereka menerobos beberapa orang yang berkumpul.


"Lepaskan aku!! pergi yang jauh!!" Risma semakin memeluk Karina dan mendorong Anton sampai beberapa langkah, hatinya masih terasa luka saat Anton memberinya derita yang pedih.


"Lebih baik kita bercerai!"


"Risma saya ini ayahnya Karina!"


Bocah berumur 4 tahun itu sama sekali penasaran apa yang dimaksud pria ini di depannya, "Nak aku papa kamu." Karina masih mendekap di pelukan sang ibu. Amara datang sebagai mediasi diantara dua suami istri itu. "Tolong berikan Risma waktu." Amara memberikan saran pada Anton. "Berapa lama?" tanya Anton.

__ADS_1


Risma terdiam sambil memeluk putrinya ke dalam dekapannya dengan air mata yang terus mengalir, "aku butuh waktu." Risma menepis tangan Anton.


Tentu saat di antara perdebatan mereka sebuah mobil truk pengangkut ikan menghalangi perdebatan diantara pasangan suami istri itu, tahulah kelakuan warga tersayang kita jika melihat hal keributan yang ada.


"Woy truknya minggir!!" teriak orang-orang yang asyik merekam dan mereka meneriaki truk pengangkut ikan yang sedang menaruh ikan untuk menyuplai restoran dan cafe hotel.


"Truknya minggir!! truknya minggir woy!!"


"Truknya minggir!!" Pada akhirnya setelah mobil itu di julidtin dan di maki karena menjadi penghalang, truk itu memindahkan posisinya.


"Ganggu aja!!" ujar semuanya. Setelah truk itu merubah posisinya.



Risma Fradiska atau Yumeko Konawa



Karina Clarissa Anjaya


__ADS_1


Anton Darma Anjaya


#Bersambung


__ADS_2