Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan

Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan
BAB 89


__ADS_3

Malam harinya Risma di dalam memakaikan Anton jacket tebal dan dirinya juga lalu menyiapkan makanan untuk dirinya dan Anton.


Risma amat menyesal tatkala Anton harus meminum pil lagi baru bisa tidur tapi disisi lain Anton juga bersalah karena harus membawa wanita sundal yang menjadi pembunuh anaknya.


Anton masih terdiam enggan bicara di atas sofa sambil menggenggam cincin yang di berikan oleh istrinya tadi. Risma menyuguhkan Anton teh hangat tanpa gula dan makanan yang di bagar juga di goreng agar lebih hangat.


"Anton makan dulu yuk udah aku siapin?" tawar Risma pada suaminya.


Anton memeluk istrinya lalu meminta agar di suapi, Risma hanya menghembuskan nafas lelah.


"Yaudah minum dulu teh nya biar gak kedinginan."


Anton mengangguk lalu meminum teh, lalu Risma menyuapinya sedikit demi sedikit perut Anton sudah terisi lalu Risma makan juga.


"Ayo ke kamar," ajak Anton yang sudah lebih baik.


"aku cuci piring dulu."


"Nanti biar Teh Fifi yang mencuci," ucap Anto yang dimaksud adalah seorang wanita yang bertanggung jawab atas Villa ini mulai dari pengurusan.


Risma mengangguk saat ingin berdiri Anton membopongnya lalu mendudukkannya di atas kasur, Anton langsung menidurkan diri di paha Risma sambil bicara pada calon anaknya.


"Papa numpang bobo ya dek," ucap Anton membuat cabang bayi di perut Risma bergerak-gerak.


Risma meletakan beberapa bantal agar mudah menyadarkan punggungnya lalu membiarkan Anton tidur di pahanya meskipun agak kesulitan tapi ia akan berusaha memperbaiki ini.


Tangan Risma membelai kepala Anton yang sepertinya sudah terlelap. "Seandainya Fera gak hadir di hidup kita pasti kita sudah bahagia bersama anak kita," ujar Risma sambil mengusap-usap kepala Anton.


Perlahan-lahan Risma memejamkan matanya tanpa di duga tangan Anton menggenggam tangan Risma yang sudah terlepas, Risma terbangun tatkala Anton menggenggam keras tangannya lalu Risma melihat Anton menggigil kedinginan.


"Anton!" ucap Risma dengan panik ia bingung harus apa.

__ADS_1


Matanya tertuju pada lemari lalu Risma berusaha menyingkirkan Anton secara pelan-pelan untuk mengambil selimut, beruntung Anton berhasil di singkirkan secara pelan-pelan dari pahanya.


Risma mengambil selimut lalu menyelimutinya pada Anton langsung Risma mengatur Posisi ini posisi Risma berbaring bersebelahan dengan Anton, tanpa di duga saat Risma baru terpejam Anton menariknya lalu menaruh kepalanya di dada Risma.


Jam menunjukan pukul tengah malam, Risma berusaha melayani suaminya yang menurutnya manja ini. Anton memeluk erat istrinya seolah tak ingin istrinya pergi lagi.


"Sttttssssttt hey aku disini." Risma menepuk-nepuk kepala Anton di dadanya. Sebenarnya Anton amat merindukan belaian istrinya karena sudah lama ia tak merasakannya. "Dasar baby hui," celetuk Risma.


#############


Siska sangat lelah karena hari ini menemani Emmanuel bertemu dengan teman-temannya di Klub yang di sewa mahal. "Siska kau ke kamar aku akan ke datangan tamu," perintah Emmanuel pada gadis itu.


Selama ini Emmanuel belum pernah menyentuh Siska, ia hanya menjadikan gadis itu sebagai penghasil pewaris dengan cara mengambil sel telur milik Siska dan sel ****** miliknya untuk proses bayi tabung.


setelah jadi embrio itu akan di tanamkan kepada tubuh wanita yang akan dibawa oleh segerombolan ******* dari timur tengah.


Emanuel juga dengan kejam mengatakan jika Embrio itu berjenis kelamin perempuan wajib di hancurkan, karena ia ingin anak laki-laki sebagai pewarisnya.


Emmanuel menunggu lalu sekumpulan orang datang untuk membawa seorang gadis yaitu Salsa wanita itu rela mengandung anak Emmanuel karena setelah itu ia di janjikan untuk di bebaskan.


Salsa sekarang menggunakan cadar atau burka warna hitam sambil membawa lima orang anak hasil reproduksi dengan para t*roris. "Aku berjanji kamu tenang saja, asalkan anakku lahir dengan selamat."


"Kenapa kau tidak menyentuh Siska? apa alasannya?"


"Aku ada alasan tertentu agar Siska tidak rusak, aku ingin memiliki istri yang muda jika Anton bisa mendapatkan istri muda kenapa aku tidak."


Emmanuel menjawab Salsa.


Salsa adalah teman Anton dia wanita yang menghina dan mencaci Risma sejak saat itu Nyonya Konawa ibunya Risma memberikan penderitaan yang tiada tara, bagaimana tidak awal derita ia menjual Salsa kepada Ayah Emmanuel Dilson El deanon.


Setelah ayah Emmanuel wafat, Nyonya Konawa yang belum puas dengan dendamnya malah menjual Salsa kepada para tero*ris di timur tengah.

__ADS_1


Para ter*ris itu punya prinsip untuk terus melahirkan anak sebagai penerus mereka, Salsa mengangguk setuju.


"Ahmed Al-raayat." Suami Salsa melihat ke arah Emmanuel lalu pria itu berdiri.


"talama zawajtuk huna yumkinuk tanfidh khutatik," ucap Emmanuel menggunakan Bahasa Arab. (selama istrimu ada di sini, kamu bisa menjalankan rencanamu).


"Syukron." (Terimakasih).


"Afwan," balas Emmanuel.


Emmanuel selama ini sudah banyak berkontribusi dengan mengirimkan dana ke para terosris itu dengan mengaku dirinya seiman dengan mereka, impiannya hanya satu membangun gurita perusahaan terbesar di seluruh dunia, ia juga berusaha mengambil saham ladang minyak di Timur tengah dengan bekerja sama.


Begitu juga Yukita Konawa yang tak mau kalah, ya wanita setengah Jepang itu juga ingin mengusai ladang minyak juga tapi ia harus berpikir dua kali karena pemerintah Jepang juga melarang warganya untuk mengikuti semacam kepercayaan.


Di karenakan takut jika ada aksi terorisme di negara mereka, seperti contoh dua warga Jepang di cegah di bandara oleh beberapa keamanan karena ketahuan mereka ingin bergabung dengan ISIS di Suriah. Sejak kejadian itu pemerintah Jepang memberikan larangan semacam itu.


"hsnan , ya rifaq tadhhabun 'iilaa almakan aladhi 'aedadatuh khalafah yujad manzil saghir." Emmanuel menyuruh Salsa ke belakang rumahnya sembari mengurus anak-anaknya. (Nah, kalian pergi ke tempat yang saya buat di belakang ada sebuah rumah kecil)


"Syukron." Salsa mengajak kelima anak-anaknya mengungsi ke rumah itu.


"Afwan," ucap Emmanuel pada Salsa.


Salsa lebih memilih tinggal bersama Emmanuel di tempat yang cukup daripada harus tinggal di kamp pengungsi suriah di kamp Al-hol.


"Bagus," ucap Emmanuel menyeringai. "Minyak akan menjadi sahamku." Emmanuel mencelos dalam hatinya.


Siska menyisir rambutnya untuk pergi tidur tapi ia tak melihat Emmanuel masuk ke dalam kamar tak seperti biasanya, apa pria itu sedang sibuk dengan urusannya.


"Biarin deh, gua tidur aja daripada besok telat kuliah." Gadis berparas Indonesia asli itu tidur dengan nyenyak memasuki alam mimpi setelah membersihkan diri.


#BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2