
Risma mengusap perutnya yang membuncit karena ada setengah Anton yang sekarang bersarang di perutnya dalam bentuk janin, wanita itu duduk di kasur sambil membenarkan posisinya. Pertama Risma membaca surat dari Fera dan yang kedua Risma akan membaca surat dari ibunya Yukita Konawa.
Risma membaca surat dari Fera yang isinya membuat Risma sedikit tercengang.
Fera Bragatsatya.
*Risma saya minta maaf karena saya kamu kehilangan bayimu, dan karena saya kamu dan Anton berpisah selama bertahun-tahun, Saya merasa bersalah selama ini, penyakit HIV ini saya derita karena saya menghina kamu dengan penyakit ini, mungkin ini adalah karma yang saya pantas dapatkan karena telah menghina wanita yang baik sepertimu. *
saya sadar ibumu Nyonya Konawa melakukan dendam padaku karena aku menyakitimu dan membunuh salah satu anakmu aku minta maaf atas kesalahanku agar jiwaku bisa beristirahat dengan tenang.
"Aku yang seharusnya meminta maaf Kak Fera karena aku hidup kakak menjadi menderita dan karena dendam okasan kakak jadi mengalami penyakit HIV, andai waktu bisa di undur lagi aku akan berusaha menghentikan Okasan melakukan itu."
Risma takut jika karma yang di derita Fera sekarang akan jatuh kepada putrinya atau cucunya, dan Risma membaca surat kedua dari ibunya yang berusaha mengabarkan tentang putrinya.
Yukita Konawa
Yumeko, aku mengabarimu suatu hal Yuriko sudah sangat fasih berbahasa asing dia menguasai empat bahasa, Inggris, Perancis, Arab, Jepang. Soal bahasa Indonesia dia juga sudah sangat fasih dan lihai, aku berencana menyekolahkannya di Harvard atau di Swiss.
Yukita konawa tak akan menelpon atau mengirimi lewat email karena hal itu bisa terlacak oleh Anton atau Kojiyama, soal Anton wanita itu belum bisa menerimanya sebagai menantu karena tindakan buruknya, dan untuk Kojiyama Yukita sudah tak menganggapnya putra karena sudah berani menghianatinya.
Risma berjalan lunglai saat peti jenazah Fera sudah di tutup, hatinya tersayat tatkala melihat pembunuh putrinya telah menemui ajal tapi satu hal hidung dan tangan Fera selalu sulit untuk masuk ke dalam peti.
"Anton ada apa ini? Kenapa jenazah Fera sulit di masukan ke dalam peti?" tanya Axel pada Anton.
Risma hanya melihatnya dari atas tangga sambil menitikkan air mata, tangannya terus membelai perutnya yang ada calon anaknya.
"Apa mungkin ada seseorang yang belum memaafkannya?" tanya salah satu Ustadz, semua orang saling menatap satu sama lain.
__ADS_1
Hanna, Axel, dan Anton menatap Risma dari atas tangga. Risma dengan kesulitan turun sambil memegang perutnya.
"Saya Pak Ustadz," ucap Risma sambil berjalan mendekat.
"Apa yang membuat kamu belum bisa memaafkan Almarhumah?" tanya Ustadz, Risma menarik nafas panjang dengan bulir air mata.
"Wanita ini membunuh salah satu anak saya, dan saya belum memaafkannya karena perasaan saya terluka. Tapi insyaallah Ustadz saya berusaha memaafkannya," ujar Risma.
Tiba-tiba Jenazah Fera bisa di masukan ke dalam peti dan mulai di tutup, pemakaman Fera semua orang ikut untuk mengantarkan wanita itu ke tempat peristirahatannya. Risma tidak ikut dengan alasan ia harus banyak beristirahat, kesempatan ini wanita setengah Jepang itu manfaatkan untuk menulis surat agar di kirim ke ibunya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Paris, Perancis
Emmanuel sedang bermain bola sodok sambil menghisap ganja dan sabu, untuk Siska ia suruh beristirahat karena gadis itu harus menghasilkan sel telur yang bagus untuk pewarisnya.
"L'essentiel pour moi, c'est d'avoir un héritier mâle." (Hal utama bagi saya adalah memiliki ahli waris laki-laki.)
Emmanuel kembali menghisap ganja untuk kepuasaannya, "Mais le sexe du bébé, ce sont les spermatozoïdes." Ricandro menjelaskan pada Emmanuel bahwa sel sp*rma lah yang menjadi jenis kelamin bayi.
"Ferme ta sale gueule, Ricandro." (Tutup mulut kotormu Ricandro.)
Seolah Emmanuel tak menerima nasihat atau ilmu dari temannya dan itu tidaklah penting yang penting ambisinya untuk memiliki ahli waris laki-laki, setelah Siska tumbuh dua puluh tahun ia akan menikahi gadis itu.
Siska di rumah baru pulang dari kuliah tak lama telinganya mendengar suara anak-anak bermain di belakang halaman rumah, gadis itu melihat seorang wanita menggunakan cadar hitam dengan lima anak kecil paling besar berusia sepuluh tahun.
Siska juga heran sejak kapan Emmanuel membangun rumah kecil di belakang halaman rumah mewahnya, Siska juga tidak heran ada seorang wanita bercadar atau berwajah Timur Tengah karena Emmanuel juga suka mempekerjakan orang Timur Tengah.
__ADS_1
Gadis berusia delapan belas tahun itu ingin mendekat, tapi Zein salah seorang bodyguard berwajah Timur Tengah menghalanginya.
"Nona lebih baik masuk kamar, jangan dekati wanita itu!!" peringatnya.
"Memang kenapa?" tanya dengan penasaran, "apa harus Tuan Emmanuel yang menjelaskannya."
Tak ingin mencari masalah Siska memilih masuk kamar, ia mandi dengan shower air hangat. Dibawah guyuran shower ia sangat bahagia lantaran hatinya mulai mencintai Emmanuel terlepas latar belakang Emmanuel, Siska sangat bahagia di saat kelulusan kuliah Emmanuel akan memberikan hadiah mobil mewah padanya.
Tentu hal itu membuatnya lebih semangat lagi untuk kuliah di Paris, meskipun awalnya Siska tidak bisa berbahasa Perancis tapi Emmanuel rela mendatangkan guru bahasa ke rumah mereka.
Kamar mewah di tempati Siska dengan Emmanuel, meskipun mereka belum menikah Siska dan Emmanuel tidur satu ranjang hal itu sangat lumrah awalnya Siska merasa hina tapi jika sudah biasa malah itu menjadi kebiasaan tak ada lagi yang namanya dosa dan pantangan yang ada hanya kesenangan duniawi.
Siska langsung tidur di ranjang empuk seharga miliaran dolar, Siska selalu di berikan uang jajan dengan harga 500 juta dolar perminggu di rekeningnya oleh Emmanuel.
Gadis Indonesia itu juga sudah mulai berani meminum wine dan alkohol di umurnya yang ingin beranjak sembilan belas tahun, Siska tak peduli dengan Amara sang ibu. Dia sekarang sudah nyaman di fasilitasi kemewahan oleh Emmanuel sang Mafia terkemuka.
Baru beberapa jam memejamkan matanya tiba-tiba ada seseorang mencium leher dan bahunya membuat Siska terbangun, ia melihat Emmanuel.
"Apa kamu bangun, Little sweet?" tanya Emmanuel pada Siska.
"Iya, honey."
Emmanuel bicara pada Siska jika ia berjanji tak akan menyentuh nya sampai ia menyelesaikan pendidikan nya lalu menikah, tapi dengan syarat Siska tidak boleh tertarik atau berpacaran dengan pria lain di kampusnya menimba ilmu.
Jika ia berani melakukan itu maka akibat yang ditanggung tak akan bisa terbayangkan oleh gadis itu, karena tanpa sadar Siska sudah di beli oleh Emmanuel untuk di jadikan penghasil pewaris tanpa Siska sadari sel telurnya setiap bulan di ambil untuk ambisi Emmanuel sampai mendapatkan embrio laki-laki.
Embrio laki-laki itu nantinya akan dimasukkan di tubuh Salsa lalu setelah Salsa melahirkan embrio itu, Emmanuel berjanji akan memberikannya warga negara Perancis dan memberikan apartemen juga pekerjaan di salah satu supermarket cabangnya agar bisa membiayai anak-anaknya.
__ADS_1
#Bersambung