Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan

Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan
Bab 18


__ADS_3

Risma menatap jendela kamar tatapannya kosong seolah ada rasa kecewa dan kesedihan, hatinya hancur bagaikan pecahan beling.


Kali ini ia merasa yang diucapkan ibunya ada benarnya sebaiknya ceraikan saja pria seperti Anton tak ada gunanya mempertahankan rumah tangga tanpa di landasi cinta dan kasih. 


Pria seperti Anton tak pantas di maafkan mungkin jika Kirana tidak pergi Risma masih mau memberikan kesempatan kedua tapi karena rasa egois dan gengsi yang Anton miliki salah satu anak menjadi korban kebiadabannya.


"Risma...," ucap Anton menghampiri Risma di ranjang yang sedang menatap kosong ke depan, saat Anton ingin menyentuh tangan Risma malah di tepis kasar oleh Anton. 


Anton mengenakan kemeja putih dan celana hitam dipadukan dengan dasi hitam.


"Saya minta maaf...kita akan mulai semuanya dari awal...," ujar Anton lirih. Tapi Risma hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


"Risma, beri saya kesempatan kedua." Tangan Anton berusaha kembali menyentuh tangan Risma kali ini Risma menangkisnya lalu menatap Anton dengan sorot mata benci.


"Sejak kapan kamu mau bicara sama saya!" sinis Risma. 


"Risma say---"

__ADS_1


"Gak masalah kamu mau menceraikanku, aku akan bawa Karina jauh darimu jika kamu menganggap aku dan putriku sebagai aib dan rasa malu." Gadis itu menjawabnya dan memotong perkataan Anton.


"Saya tidak mau menceraikan kamu, dan tolong jangan pisahkan saya dari Karina," mohon Anton sambil menyentuh bahu Risma.


"Bagaimana dengan Fera Covrev, hah?!" tanya Risma yang mampu membuat Anton menelan ludahnya kasar.


"Saya sudah putuskan hubungan dengannya."


"Sesudah yang kamu lakukan padaku dan pada anak-anakku, kamu tidak ingin mengakui anakku dari sp*rmamu tapi sekarang kenapa kamu mau balikan sama saya?" tanya Risma dengan sinis.


"Saya khilaf," ucap Anton dengan enteng.


"Apa maksud kamu, Risma?" tanya Anton sambil memegang kedua bahu istrinya.


"Kamu bilang ingin menceraikan saya dan tidak mau ada urusan lagi sama saya, sekarang akan saya kabulkan permintaan kamu." Risma menatap Anton dengan sinis.


Anton terdiam sambil menatap mata Risma yang sipit tanda ia berharap istrinya memberikan kesempatan kedua untuknya memperbaiki diri, pria berparas Italia itu sangat terkejut lantaran Risma yang selalu menatap dengan penuh cinta sekarang tatapan itu berubah menjadi kebencian yang mendalam.

__ADS_1


"Lepaskan aku!!" Risma mendorong Anton sampai pria itu mundur beberapa langkah.


"Bukankah anda jijik padaku, sekarang kenapa menyentuhku!! itu sama saja menelan ludah sendiri!!" maki Risma yang tak peduli lagi Anton itu adalah suaminya yang ia inginkan adalah hidup damai hanya bersama putrinya.


"Risma, coba kamu pikirkan jika Karina suatu hari bertanya dimana ayahnya bagaimana?" tanya Anton menatap Risma dengan sendu.


"Soal itu saya akan menjawab jika ayahnya----" belum sempat Risma menyelesaikan ucapannya seorang perawat masuk  dan memberikannya obat untuk istirahat.


"Terimakasih, suster." Risma tersenyum dengan ramah. 


 "Sama-sama, Bu. Jangan lupa diminum obatnya untuk menghilangkan rasa sakit karena luka jahitan operasi." Setelah kepergian perawat itu dengan cepat ia mengambil air dari botol yang sebenarnya Anton sudah ingin menuangkan di gelas tapi Risma tidak sudi menerima uluran tangan lagi dari Anton. Dia segera minum obat kemudian ia membaringkan diri membelakangi Anton.


"Sebaiknya kamu pulang!" ucap Risma dengan ketus.


"Tapi siapa nanti yang jagain kamu?" tanya Anton yang sangat perhatian.


"Saya tidak perlu dijagain oleh orang kaya kamu lebih baik kamu urusi saja romansa kamu sama Fera," balas Risma yang masih terbaring membelakanginya seolah menyindir.

__ADS_1


Anton menarik nafas karena sudah lelah dengan semua ini, tapi seharusnya Risma yang merasa begitu karena istrinya adalah korban yang sesungguhnya.


Anton memutuskan untuk duduk di sofa sambil mengusap rambutnya ke belakang, tanda ia menyesali perbuatannya. Anton selama ini tak menyadari jika ia sudah mencintai wanita yang menjadi istrinya dia malah memilih Fera karena dibutakan oleh nafsu semata.


__ADS_2