
Seorang pria berjas hitam dengan kacamata hitam mengkilat berhasil membebaskan Yukita Konawa dengan menyuap beberapa orang dalam lalu membawanya ke Perancis untuk bergabung dengan para mafia lainnya.
"Apa aku membebaskanmu hanya untuk memoles kuku dengan kutek, Mrs Konawa?!" maki El Deanon pada wanita berparas Jepang itu.
"Lalu apa yang harus aku lakukan?!" bentak Yukita Konawa yang sumpek saat tinggal di penjara Indonesia.
"Tentu mencari keponakanmu!! Aku ingin menikahi gadis itu!!" ucap Emmanuel.
"Itu mudah aku sudah menyuruh para Yakuza atau anak buahmu untuk menyewa hacker."
"Apa maksudmu, Konawa?" ucap El Deanon.
Yukita berdiri dengan anggun sambil menatap Emmanuel lalu menepuk bahu pria itu. "Kau tenang saja, Nak. Apa kau tak kenal aku?"
"Aku dan ayahmu sudah bekerja sama selama 40 tahun."
"Apa yang sebenarnya kau inginkan dari Hisako? Perusahaan atau Cinta?"
Emmanuel duduk di kursi putranya lalu menuangkan anggur putih ke dalam gelas.
"Aku inginkan keduanya," ungkap El Deanon.
...****************...
Risma menyiapkan kado ulang tahun untuk Karina ia membelai perutnya, "mama akan belikan kado dulu untuk Kakak kamu sayang. " Risma berucap sambil mengelus perutnya.
"Semoga Anton tak melakukan dosa yang sama pada kamu, Nak." Risma membatin sambil mengusap perutnya.
Anton mendekati istrinya yang sedang di dapur untuk menyiapkan malam ini, yaitu keluar besar dan Kolega keluarga Anjaya ingin ke rumah merayakan ulang tahun Karina.
Risma terkesiap saat dua tangan melingkar di pinggangnya ia tersenyum kemudian mencium pipi Anton, "lepaskan aku."
"Anton banyak orang," kata Risma.
Risma tak meminta apapun untuk ulang tahunnya dua bulan lagi yang dia inginkan hanyalah kesetiaan Anton dan kasih sayangnya.
Anton membalikan tubuh Risma tapi wanita setengah Jepang itu malah mengoles wajah Anton dengan tepung dan adonan, lalu Risma berlari dari kejaran Anton menuju lantai atas.
Risma berlari bersembunyi di ruang kerja Anton, tentu pria itu tak akan menemukannya karena Anton akan mencarinya di kamar. Dua tempat itu yang biasannya di buat Risma untuk bersembunyi.
Saat sedang bersembunyi tanpa sengaja bahu Risma menyenggol sesuatu, sebuah kotak yang sepertinya kotak sepatu dan ada barang-barang lama.
Risma tak bermaksud lancang tapi ia akan terima jika nanti di marahi suaminya, tangan Risma menyentuh kotak sepatu itu sudah berdebu dan hampir bersin.
__ADS_1
Risma amat kaget tatkala melihat barang-barang Anton di masa lalu, Risma tersenyum melihat Anton waktu SMA suaminya memang tampan sejak dulu.
'Ternyata Anton masuk sekolah internasional,' batin Risma tersenyum melihat suaminya waktu muda.
Hati Risma sedikit tersayat tatkala melihat Anton dan Fera sudah saling kenal sejak dulu bahkan masih kecil mereka sudah saling kenal, dan Salsa juga Andria serta Axel.
"Wajar mereka masuk sekolah internasional wajah mereka aja bule, dan bukan orang sembarangan." Risma berucap dalam hatinya.
Risma tersenyum tatkala foto Lisa, Lisi, Gani, dan suaminya saat kecil sedang berfoto bersama yang sepertinya di Italia kampung halaman Clara.
Juga yang membuat Risma menitikan air mata ada foto dimana Anton menyimpan bingkai foto awal pernikahannya dan di baliknya ada tulisan, Harapan.
Risma kemudian menyimpan kotak sepatu itu kembali ke lemari atas, hati Risma sedikit tersayat tapi perlahan Risma berusaha menutupi hati yang terluka itu.
"Masa lalu Anton sangat indah, sedangkan aku___aku memang indah tapi hidup dalam kekurangan."
Risma yang melamun tanpa sadar kedua tangan melingkar di pinggangnya. "Kena kamu!!" ujar Anton lalu mencium bahu Risma yang memakai hodie atau jacket tipis.
Anton segera menarik tubuh Risma untuk duduk di atas pangkuannya, Anton duduk di kursi putar sambil memangku tubuh istrinya.
"Kenapa kamu lakukan itu, sayang." Anton memeluk Risma dengan gemas. Risma menjadi canggung pasalnya ini pertama kali ia sudah mulai mencintai Anton.
Tangan Anton meraba perut Risma yang ada calon anaknya di dalam, "Papa disini nunggu kamu." Anton bicara sambil membelai perut istrinya yang masih rata.
Risma melingkarkan kedua tangannya mengelilingi pundak dan leher Anton lalu menatap wajah tampan suaminya yang berarti bule.
"Anton aku mau rujak," pinta Risma pada suaminya.
"Nanti aku suruh Bi indah buatin rujak, tapi kamu makan dulu ama minum vitaminnya."
"Iya." Risma menjawab singkat.
Anton semakin mesra memeluk istrinya mumpung Karina sedang bermain bersama teman-teman barunya. "Sayang kapan aku dapet jatah," pinta Anton.
"Kamu minta aja setiap malam, aku juga gak datang bulan tapi kalo lagi nifas jangan."
"Nifas berapa lama, sayang?" tanya Anton.
"Emmm, kira-kira 40 hari."
"Hah aku pake kond*m aja ya."
Risma mencubit pinggang Anton karena suaminya ini sangatlah cabul, "aaauuu sakit sayang itu tangan atau capit."
__ADS_1
"Lagian kamu hyper!!!" maki Risma tak suka.
Tapi Anton yang gemas dan ingin memeluk istrinya itu malah memutar kursi putranya membuat Risma ketakutan lalu menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Anton.
...****************...
Malam ini adalah malam ulang tahun Karina yang ke 4 tahun, para keluarga dan kolega hadir di ulang tahunnya. Termasuk Lisa dan Kojiyama.
Lisi sudah melahirkan anaknya laki-laki, Clara amat senang menantunya sedang hamil lagi. Wanita Italia itu tak sabar menunggu kehadiran cucu ketiganya.
"Ya ampun Risma, gimana keadaan kamu dan cucu mama."
"Baik mah, cuma suka mual ama pusing aja."
"Jaga kesehatan gak sabar nunggu cucu Mama. Maunya kembar lagi!!" ucap Clara antusias.
Risma menjadi tersenyum kaku dan perlahan senyumnya hilang di gantikan wajah muram, "aku permisi sebentar ke belakang."
"Sayang mau aku temani!" tawar Anton yang meninggalkan percakapan lalu menuju istrinya.
"Aku bisa sendiri Anton…," ucap Risma lirih dan lembut.
Risma ke belakang karena ingin menangis mendengar penuturan Clara barusan, hatinya masih trauma berat tatkala apa yang terjadi di masa lalu.
Anton menepuk bahu istrinya lalu Risma buru-buru mengusap air matanya yang membasahi pipinya. "Sayang ada apa?" tanya Anton tapi Risma segera menggelengkan kepalanya.
"Ti-tidak ada." Risma amat gugup lalu ia berlalu. "Anton Karina butuh aku untuk mendampinginya." Risma ingin berlalu tapi Anton menahannya dengan memegang erat lengannya.
Risma menatap suaminya tapi Anton malah menarik Risma ke dalam pelukannya, ada rasa nyaman tersalurkan dari pelukan suaminya yang tak pernah ia rasakan saat kehamilan pertamanya.
"Apa ada masalah sayang, ayo cerita sama aku?" tanya Anton sambil menaruh dagunya di puncak kepala Risma.
"Aku tadi bicara sama mama, tapi mama berharap anak kita kembar lagi." JEDA "aku masih trauma Anton."
Risma berujar sambil terisak tangis. "Hey siapa bilang jika anak kita kembar akan mengalami seperti awal kehamilan kamu sayang." Anton bicara sambil menyentuh kedua bahu istrinya.
"Tatap aku," ucap Anton.
Risma menatap manik dalam suaminya lalu, "Aku janji akan jagain kamu selama kehamilan ini jika anak kita kembar lagi aku janji tak akan terulang kesalahan yang sama."
Lalu Risma kembali memeluk Anton untuk meminta di salurkan rasa hangat dan nyaman, nalurinya sebagai ibu hamil keluar saat ingin di manja oleh suaminya.
#Bersambung
__ADS_1