Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan

Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan
Bab 14


__ADS_3

Yukita memang tidak main-main dengan dendam dan amarahnya, ia menangkap Fera lalu digilir oleh kelompok Yakuza begitupun Salsa, sampai Yukita mengajukan penawaran pada mereka dengan tubuh yang sudah lebam juga di antara kem*lu*n Salsa dan Fera juga mengalami lecet.


Entah apa rencana Yukita selanjutnya pada mereka, soal Fera ia menadatangani kontrak dan harus bermain di film dewasa Jepang jadi hutang keluarga juga ayahnya di bebaskan dari penjara.


Fera yang awalnya tidak mau dan akhirnya mau karena ancaman jika tidak mau bernasib tragis disiksa oleh gangster ini, sedangkan Salsa dijual oleh Yukita kepada pengusaha asal Perancis untuk dijadikan simpanan awalnya Salsa pun berontak tapi setelah Yukita menyuntikan Heroin dengan dosis rendah di campur obat lain agar tubuh pada Salsa menjadi kaku. 


"Kalian bawa gadis itu, ke mobil lalu kita bawa untuk akan jual ke Tuan El Deanon."


"Hai!" ucap para Yakuza melakukan Ojigi.


Memang orang jahat akan berakhir derita itulah sesuai petuah apa yang kita tanam maka itulah yang nanti di petik.


"Kalian ambil ini." Yukita menyerahkan beberapa koin emas pada anggota Yakuza suruhannya, "aku punya satu tugas lagi untuk kalian," ucap Yukita tersenyum. 


"Apa itu, Nyonya Konawa?" tanya salah satu pria berparas Jepang yang usianya masih muda, tak lupa tubuhnya di penuhi tato.


"Kalian bereskan dua orang, aku akan kirim fotonya...," ucap Yukita mengeluarkan ponselnya lalu mengirim dua orang itu.


Sesuai perintah Yukita tak perlu waktu lama para gangster itu melaksanakan tugas mereka, Axel yang tengah menggunakan mobil di hadang oleh mobil Shinjo membuatnya rem mendadak. Pria itu yang sudah terlanjur emosi keluar dan memukul mobil anak buah Yukita.


"Keluar lo!!" maki Axel.


Tak berapa lama keluarlah 4 pria memakai kimono dengan sekujur tubuh penuh tato, Axel langsung keringat dingin lalu Axel kembali berteriak.


"Ganti mobil gua!!" lanjutnya dengan nada tinggi, lalu para Yakuza menodongkan Pistol membuat Axel ingin kembali ke mobilnya.


Tapi sayang kaki kanannya di tembak oleh Yakuza, membuat pria malang itu menjerit kesakitan. Para gangster yang di bawah komando Shinjo anak buah Yukita menyuruh para Yakuza menyeret tubuh Axel dengan tidak manusiawi.


Axel di bawa ke tempat yang jauh dari area kota lalu dipukuli dengan benda tajam tangannya di ikat, Yukita yang sangat sakit hati malah mengambil pisau kecil lalu menyayat pipi kaki dan paha Axel lalu menyiramnya dengan air perasan lemon.


Suara pilu Axel terdengar menggema malam itu karena dendam dan rasa sakit seorang ibu hingga Axel berakhir di rumah sakit.


Setelah membereskan Axel para gangster membawa tubuh Axel yang sudah pucat karena kekurangan darah kembali ke area mobilnya, jalanan sepi membuatnya tak mungkin terjebak macet sampai seorang yang mengendarai motor melihat Axel meringis kesakitan lalu meminta tolong dan membawanya ke rumah sakit.


Setelah membereskan Axel. Yukita konawa menyuruh Shinjo mencari Andria, malam itu pria keturunan Canada itu sedang berada di club mabuk para gangster berjaga di luar sampai target mereka keluar para gangster menyeret tubuh Andria yang setengah sadar masuk mobil.


"Lo pada siapa?!" tanya Andria sambil memegang kepalanya.


Mereka tak menjawab Andria di bawa ke tempat dimana Axel di siksa, Tubuh Andria di seret keluar dari dalam mobil lalu di hadapkan oleh Yukita Konawa lalu di guyur dengan air membuat Andria kembali sadar dari mabuknya.


"Kau sudah sadar, Nak?" tanya Yukita Konawa.


"Si-siapa kamu?" tanya Andria.


Yukita Konawa memberikan isyarat pada anak buahnya dengan menanggalkan pakaian Andria lalu tubuhnya di gantung Ke atas, "sekarang pukuli dia!" perintah Yukita Konawa.

__ADS_1


Yukita duduk manis sambil melihat penghina dan pencaci maki putrinya di pukuli hingga babak belur, "siapa Lo kenapa ngelakuin ini!!" ujar Andria berteriak karena tak tahu apapun.


Yulita konawa tersenyum lalu mengambil pisau dari sakunya yang masih dengan darah Axel lalu menyayat dada kanan Andria, membuat Andria menjerit kesakitan.


"Aku adalah Ibu dari gadis yang kau hina!!" marah Yukita dengan mata melotot sambil menjambak rambut Andria dan wajahnya mendekat.


"Memang siapa? ada banyak cewek yang gua bully??" tanya Andria, karena selama ini banyak para gadis dan pemuda saat SMA dan di kampus mendapatkan bullying dari Andria.


"YUMEKO KONAWA!" ucap Yukita.


"Selama hidup gua gak pernah ada namanya Yumeko," aku Axel.


Tak lama Shinjo mendekat lalu membisikan sesuatu di telinga Yukita, "Risma!" ujar Yulita Konawa.


Hal itu membuat Axel membulatkan matanya lalu Yulita menyuruh mengangkat tali agar ia puas menyiksa penghina putrinya yang menyebabkan cucunya tiada, "ampun nyonya sakit."


Andria memohon kepada pimpinan Yakuza itu lalu Yulita menyayat setiap inci dari tubuh Andria dan menguyur nya dengan air lemon membuat pria itu menjerit kesakitan.


"Kalian bawa dia ke depan klub agar ada yang menolong!" perintah Yukita.


"Hai," patuh para Yakuza.


Semua sudah selesai Yukita sudah puas lantaran rasa sakitnya terbayar sudah, rasa sakit seorang ibu yang anaknya dihina juga dicaci maki. "Akhirnya beres, tinggal aku bereskan perceraian anakku lalu aku bawa Yumeko dan cucuku ke Jepang." Yukita bertekad untuk menjauhkan putrinya dari orang-orang yang telah menyakitinya dulu.


⌐╦╦═─⌐╦╦═─⌐╦╦═─⌐╦╦═─⌐╦╦═─⌐╦╦═─


Risma tak bersalah ini semua karena ke brengseknya, Anton terus memandangi foto pernikahannya dengan Risma ia memakai tuxedo hitam dengan peci hitam begitupun Risma memakai kebaya putih dan rambutnya di sanggul.


Anton jadi mengingat masa-masa kelam ia memperkosa Risma, salah satu anaknya pergi karena kebodohannya menyia-nyiakan anak dan istrinya. Ia jadi mengingat masa-masa saat itu.


FLASHBACK ON


Malam yang kelam di langit ibukota tetapi masih banyak aktivitas lampu-lampu apartemen serta bangunan bertingkat, Anton sedang mengutarakan perasaannya pada Fera. 


"Aku minta maaf Anton, belum bisa menerima kamu. Soal CEO perusahaan tekstil yang lagi dekat dengan aku kita kaya temen aja gak lebih gak kurang." 


Perkataan Fera selalu terngiang di telinga Anton. "Tambah lagi!!" Anton meminta minuman lagi alunan musik DJ berdengung memenuhi setiap ruangan, "Anton lu kenapa?" Andiria bertanya. "Eh lu udah mabuk berat, berhenti Ton!" lanjut Andria tetapi sama sekali tak di gubris oleh Anton.


Pria berparas Italia itu ingin melampiaskan patah hatinya lewat minuman yang sudah menjadi kebiasaannya, Anton yang tak ingin mendengar ocehan sahabatnya memilih pergi keluar dari Club itu tak lupa ia melempar beberapa lembar uang pada pelayan minuman. 


"Ton, jangan kendara sambil mabok yang ada modar lu sampai deh ke akhirat." Andria terus mengoceh yang membuat Anton muak.


"Diem lu, B*ngsat!" Anton bicara dengan memaki ia menuju parkiran kemudian berkendara dalam keadaan mabuk dalam tingkat tinggi.


⌐╦╦═─⌐╦╦═─⌐╦╦═─⌐╦╦═─⌐╦╦═─⌐╦╦═─

__ADS_1


Dilain sisi Risma gadis berparas Jepang dengan senyum yang mengembang sedang bekerja di laundry, ia berasal dari kampung ayahnya seorang pedagang hanya di besarkan oleh ayahnya selama ini. 


"Eh, gua udah selesai duluan ya." 


"Eh, hati-hati Ris. soalnya udah malem," ucap teman yang bekerja di laundry


"Iya." ucap Risma yang buru-buru karena ia ada tugas kuliah.


Saat berjalan ia menuju rumah kosnya Risma menunggu ojek online, tiba-tiba mobil mewah warna hitam berhenti ia amat terkejut siapa yang keluar. "Loh Kak Anton, ngapain disini?" tanya Risma pada seniornya yang tingkat akhir S2.


Risma mengibaskan tangannya di hidung lantaran tak kuat dengan bau alkohol pada tubuh Anton, "Kak Anton__kakak---" Risma terkejut lantaran ia di tarik oleh Anton untuk masuk ke dalam mobil.


"Kak Anton aku mau dibawa kemana?" tanya Risma wajahnya pucat ketakutan.


"Lu diem!" jawab Anton ketus sambil menyetir menuju hotel usahanya, Risma ketakutan tatkala Anton ngebut.


"Kak pelan-pelan." Risma seolah ingin menangis karena takut.


Anton menarik Risma menuju Hotel, kemudian membawanya ke kamar mewah untuk melampiaskan semuanya. 


"Kak Anton lepasin aku!!" Risma meronta-ronta tatkala kekuatan Anton tak sebanding dengan gadis itu.


Anton melepas celana Risma dengan paksa, kemudian membuka underwear tak lupa tangan Risma diikat dengan dasinya. 


"Akh...Kak Anton sakit!!" jerit Risma untuk pertama kalinya.


"Oh, shitt!!" 


Malam itu menjadi malam yang kelam untuk Risma karena ia harus kehilangan sebutan gadis pada dirinya.


⌐╦╦═─⌐╦╦═─⌐╦╦═─⌐╦╦═─⌐╦╦═─⌐╦╦═─


Anton terbuyar dari lamunannya tatkala ponselnya berdering, ia langsung mengangkat ponselnya dan menaruh benda pipih itu di telinga.


"Hallo."


"...."


"Iya, betul ada apa?"


"...."


"Iya, gua ke rumah sakit sekarang."


Anton dengan panik ke rumah sakit karena ada panggilan masuk dari ponsel Axel ia di pukuli kemudian berakhir di rumah sakit.

__ADS_1


"Ada-ada aja tuh bocah," gerutu Anton sambil menyetir mobil.


__ADS_2