Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan

Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan
Bab 80


__ADS_3

Clara sedang di tangani Dokter. Lisa amat takut tatkala melihat sang ibu yang luka jahitan terbuka di kakinya karena tertimpa reruntuhan gedung.


Tadi Clara berteriak dan meronta-ronta karena tahu jika cucunya di culik oleh peneror bom itu sungguh biadab, yang menjadi pertanyaan adalah siapa yang menculik Karina.


Flashback


Clara sedang ingin di suapi oleh Lisa putrinya, "Mama makan dulu dong," ucap Lisa putri kembarnya.


"Mama hanya ingin bertemu Karina, dimana dia?" tanya Clara pada putrinya.


Lisa terdiam ia tak tahu harus menjawab apa karena ibunya memiliki penyakit Paranoid atau penyakit ketakutan berlebih dalam suatu hal.


"Lisa kenapa kamu diam, Nak?" ucap Clara sambil meninggikan inotasi suaranya.


"Mama___Karina," kata Lisa dengan ragu akan perkataan nya tentang Karina yang menghilang.


"Karina----" Lisa menjadi terkaget tatkala Clara membentak putrinya karena rasa khawatir akan cucunya.


"Katakan Lisa dimana cucu mama!!!" gentak Clara pada putrinya.


"Mama aku tak yakin dengan penyakit Paranoid yang mama punya aku takut akan---" kalimat yang di lontarkan Lisa belum tuntas tetapi Clara malah meninggikan inotasi suaranya dengan tak sabar.


"Aku baik-baik saja Lisa!!!” ucap Clara.


Lisa dengan refleks menyebut jika Karina sedang di culik oleh salah satu ******* dalam upaya penyerangan. Seketika wanita berparas Eropa itu menjerit histeris dan menutup kedua telinganya.


"Oh tuhan tidak bagaimana ini bisa terjadi!!" ucap Clara dalam jeritannya.


"Mama tenang...Lisa minta Mama tenang."


"Aku benar-benar pecundang tak bisa menjaga cucuku sendiri," jerit Clara sampai para perawat dan satu dokter memegang Clara untuk di suntikan obat penenang dengan dosis tinggi untuk rasa syok yang berlebih.


Hal ini karena Clara memiliki penyakit Paranoid yang membuat penderitanya memiliki ketakutan berlebih pada suatu hal.


"Nona Lisa apa yang anda katakan?" tanya Dokter berparas bule itu dalam bahasa Italia.


"Saya hanya bercerita soal kebenaran, tentang keponakan saya."


"Nona mohon jangan menceritakan sesuatu yang membuat ibu anda syok dan ketakutan berlebih."


"Baik Dokter akan saya usahakan."


"Kalo begitu ini obat dan ini untuk resep obat lainnya agar luka jaitannya cepat kering."


"Terimakasih Dokter."


Setelah itu Dokter dan para perawat menghambur keluar ruangan itu, Lisa menarik nafas lelah dengan semua ini.

__ADS_1


Lisa tak bisa meminta tolong terus-menerus pada Kojiyama, secara mereka bukanlah sepasang kekasih. Lisa merasa kecewa tatkala Kojiyama malah menyukai daun muda, sudah terlihat waktu hari pernikahan kakak nya pria berparas Jepang itu malah mengandeng Siska yang masih berumur 18 tahun.


Jujur Lis amat mengangumi Kojiyama karena kedewasaan, ketenangan, dan bersikap adil pada diri pria itu.


'Coba aku dulu menghormati dan menyayangi Kak Risma pasti ini semua tak akan terjadi,' batin Lisa menatap ibunya yang terlelap karena obat penenang yang di suntikan oleh Dokter.


Lisa menatap sang Ibu sambil menggenggam tangan ibunya, "Mah kenapa cinta Lisa bertepuk sebelah tangan___hiks___Lisa jatuh cinta sama Kojiyama___hiks___tapi Kojiyama malah jatuh hati sama daun muda," ucap Lisa dengan refleks bercerita soal masalahnya.


...****************...


Toronto, Canada.


Seorang pria memakai jas hitam dengan kacamata turun dari pesawat, ia tak sabar untuk menjemput Hisako di kota ini.


Pria itu menelpon seseorang lalu menempelkan benda pipih itu di telinganya, menatap sekeliling sambil mencari tempat duduk.


"Bonjour," ucapnya dalam bahasa Perancis yang artinya Hallo.


"...."


"Baiklah kalian selesaikan misi aku ingin ke hotel, jangan tempat umum dulu."


"....."


"Itu mudah kalian cari kantor-kantor yang menjadi ekonomi, dan campus." Jeda "Lalu kalian sergap rumah XXX."


"....."


"...."


"Yah, hanya kali ini saja sehabis kita selesaikan misi kita tak akan ada hubungannya lagi."


"...."


Setelah itu Emmanuel menutup ponselnya lalu memasukannya ke kantong celana ia menyuruh sopirnya untuk ke sebuah pemukiman karena ia sedang membangun Kasino.


"Hisako kamu hanya akan jadi milikku." Emmanuel bicara dalam hatinya.


Sesampainya di hotel Emmanuel atau Dilson sedang membuka ponselnya, ia menghubungi sekutu terdekatnya yang dari Jepang yaitu Yukita Konawa yang sudah berhasil mendapatkan cucunya kembali.


Karina sudah di ubah nama oleh Yukita dengan nama Yuriko dan tinggal di daerah terpencil di dekat Hirado, meski sulit tapi Yukita akan menyembunyikan Cucunya dari siapapun sampai usianya siap.


Yukita Konawa akan membuat Karina menjadi wanita kejam, dan tak ada kata ampun bagi musuhnya.


"Wanita pintar dan licik pantas saja Dad, bekerja sama dengan wanita itu dan menjadikan Nyonya Konawa sekutu terdekat dalam aliansi bisnis mafia kita."


Emmanuel meminum wine menatap indahnya kota Toronto gemerlapnya malam, hatinya amat kalut tapi ia senang dengan bekerja sama dengan kompolotan Tero*is membuatnya untung besar.

__ADS_1


Aksi akan di mulai besok malam ini Emmanuel akan tidur dan menyiapkan dana agar memudahkan para peneror untuk meneror kota besok akan ada pertunjukan yang seru, Emmanuel juga sudah tak sabar.


Setelah mendapatkan Hisako, El Deanon berencana membawa Hisako ke dokter kepercayaan nya dengan menanam benihnya di dalam rahim Hisako dan secara otomatis mau tidak mau Hisako wajib menikah dengan nya.


"Hisako Konawa, kau akan menjadi Hisako El Deanon sebentar lagi."


Emmanuel meminum wine lalu ia mabuk dan tak sadarkan diri mulutnya meracau nama Hisako, ia bukan hanya tergila-gila oleh Hisako tapi juga tergila-gila oleh bisnis terutama Pelacuran dan Perjudian.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hirado, Jepang


Karina sedang memberi makan burung dengan beras di halaman rumahnya tapi Yukita secara tiba-tiba menarik lengan cucunya untuk menuju suatu tempat.


"Obachan kita mau kemana?!" tanya Karina dengan polos.


"Nenek akan mengajarimu suatu hal, Nak."


Yukita menyuruh Karina duduk lalu memberikan boneka beruang dan sebuah pisau. "Ini apa Obachan?" tanya Karina dengan polosnya.


"Yuriko mau coklat dan permen?" tawar Yukita sang nenek pada cucunya.


"Mau," kata bocah umur 4 tahun itu dengan wajah berbinar ceria.


"Jika mau Yuriko harus nurut kata Obachan."


"Iya."


"Sekarang Obachan minta, Yuriko. Tusuk boneka itu dan putuskan kepalanya dengan pisau."


Sungguh hilang akal Yukita Konawa mengajarkan bocah berumur 4 tahun cara membunuh, dengan menggunakan boneka sebagai perantaranya.


"Tapi boneka ini lucu sekali," kata Karina sambil memeluk dan merasa tak tega.


"Kalo begitu Coklat sama permennya gak jadi."


Yukita Konawa bicara dengan mengancam Karina.


Terpaksa bocah berumur balita itu menuruti permintaan neneknya yang menurut pikiran sangat tak pantas, bagaimana mungkin bisa bocah berumur 4 tahun sudah di ajari caranya membunuh.


Awalnya Yukita Konawa menggunakan Boneka sebagai bahan ajarannya, dan jika sudah Yukita menggunakan kelinci sebagai bahan agar Karina menjadi gadis Berani, kejam, dan mengikuti dirinya.


'Bagus sekali kamu adalah pewaris ku dan pewaris semua kekayaan keluarga Konawa, Yuriko.'


Yukita Konawa. bicara dalam hatinya sambil menatap cucunya yang menunduk menyesali apa perbuatan nya barusan.


"Tak perlu merasa bersalah, kamu memang berani." Yukita memuji cucunya lalu memeluknya dan mengambil pisau yang ada di tangannya.

__ADS_1


Bocah 4 tahun itu merasa ketakutan dan hati kecilnya tak tega atas apa yang di perbuat olehnya barusan, ajaran neneknya yang membuatnya menjadi psikopat.


#Bersambung


__ADS_2