
Risma mengirimkan surat untuk ibunya di Hirado, Jepang. Ia khawatir dengan keadaan putrinya mungkin jika Anton tahu jika Risma menyembunyikan putrinya bersama ibunya, maka suaminya akan kecewa dan marah padanya.
Wanita itu membelai perutnya yang membuncit lalu bicara dengan jabang bayinya. "Sayang maaf menyembunyikan kakak kamu untuk kebaikannya, karena kamu tahu keadaan mama juga papa belakang ini," batin Risma sambil membelai perutnya.
Pulang dari prosesi pemakaman Anton heran di rumah Axel, istrinya tidak ada di rumah. Setiap pelayan dan orang yang bekerja di rumah itu di tanyai satu-persatu oleh Anton kemana istrinya.
Anton berusaha mencari ke setiap sudut rumah sampai matanya melihat Risma berjalan lambat sambil memegang pinggulnya, "sayang!!!" Anton mendekat lalu membantu istrinya duduk di bangku depan halaman.
"Kamu habis darimana? Kamu buat aku khawatir," ungkap Anton.
Risma berfikir untuk mencari alasan yang pas untuk Anton. "Aku tadi mau bakso, aku lagi nyari ke depan dan makan di sana." Risma berusaha mencari alasan.
"Kamu mau bakso kenapa kamu gak bilang!! Aku akan cari buat kamu," kata Anton.
"Gak usah Anton, aku tadi barusan makan bakso. Tinggal nyari ke depan pasti ada kok tukang bakso."
Anton mendekat lalu memeluk istrinya dengan erat, Risma memberi tepukan di bahu suaminya lantaran di lihat oleh Axel. "Anton di lihati Axel," ucap Risma.
Anton melepaskan pelukannya lalu menyuruh Risma minum obat dan vitamin karena Risma tadi sudah makan, saat Risma ingin berdiri dan berjalan Anton membopong nya lantaran ia amat posesif pada istrinya.
"Anton turunkan aku!! Aku masih bisa berjalan sendiri!!!" tegas Risma pada suaminya.
"Kamu lagi hamil!! Aku gak akan biarin kamu capek!!!" tegas Anton.
"Berjalan juga bisa membantu kehamilan dan kesehatan!!" balas Risma, "sayang hari ini aku gak mau berdebat!! diam dan kamu nikmati aja!!" ucap Anton.
Risma hanya menggeleng dengan sikap suaminya, sesampainya di kamar Anton menidurkan tubuh istrinya dengan hati-hati lalu memberikannya segelas air untuk minum vitamin dan obat. Risma akhirnya tertidur sambil mengusap perutnya yang sudah membesar.
Wanita berdarah separuh Jepang itu berharap anaknya kembar tapi sayang kemarin ia baru saja USG dan bayinya hanya satu, tidak kembar seperti awal padahal ia berharap anaknya kembar lagi. Risma saat tertidur ia bermimpi dari dalam perutnya keluar permata.
Pertama dua permata keluar dari perutnya seperti melahirkan bayi, permata itu berwarna putih awalnya lalu satu permata tiba-tiba hancur menjadi pecahan kaca lalu permata satunya yang berwarna putih perlahan menjadi berwarna hitam.
Kedua perutnya mules dan ingin melahirkan bayi lalu lahir permata yang lebih bersinar warnanya berkilau bahkan sangat indah, warnanya kuning bercahaya berbeda dengan permata pertama yang menjadi gelap.
Risma mengambil dua permata itu entah mengapa ia amat berat untuk tidak mengambil permata berwarna hitam itu, tapi yang berwarna kuning bersinar seolah ada perasaan bangga dalam diri Risma yang seorang ibu.
**********************************************************************************************8
__ADS_1
Di Hirado Karina sedang berkemas bersiap untuk ke Perancis bersama neneknya yang ia anggap harapannya bahkan sudah di jadikan panutan, Karina sudah berusia lima tahun ia amat merindukan ibunya.
"Karina sayang!!" panggil Yukita.
"Hai," jawab Karina.
"Baiklah bersiap ke Perancis sekarang kita akan gunakan jet pribadi."
Karina sekarang memiliki pengasuh seorang wanita berasal dari salah satu kartel di Mexico, awalnya Yukita dan salah satu Kartel Mexico dari geng de Sinaloa. putra ratu kartel sepakat untuk menikahkan Yuriko alias Karina pada putranya Ricandro.
Yukita Konawa akan membangun kerajaan bisnis antar mafia di seluruh dunia, ia ke Perancis menemui Emmanuel sekaligus melihat Salsa, wanita yang ia buat hidupnya menderita karena sudah membuat putrinya menaggung derita.
Karina bahkan sudah berani dan tak takut dalam hal apapun dia juga berani memukul orang, seperti saat di sekolah ada anak laki-laki yang membullynya karena Karina diam dan pintar. Karina yang dendam ia mengambil suriken lalu melemparnya ke bagian leher anak laki-laki itu.
Alhasil anak laki-laki itu meninggal karena kekurangan darah, jiwa kejam yang di tanam oleh Yukita Konawa membuat sikis seorang anak kecil menjadi pembunuh berdarah dingin. Risma tidak sadar jika putrinya kelak akan menjadi seorang Yakuza.
Di Perancis jam 12 siang, Karina melihat sekumpulan anak-anak di patio atau taman bagian belakang rumah milik El deanon. Tanpa sadar jiwa anak-anaknya mulai terbuka dan tanpa mau tahu siapa mereka, Karina langsung mau diajak bermain.
Ya, mereka adalah anak-anak Salsa yang sekarang tengah mengandung bayi surogasi milik Emmanuel dan Siska. "Jadi apa kamu akan menikahi gadis itu?" tanya Yukita sambil menyalakan sebatang rokok.
"Tentu saja, aku akan menikahinya tapi dengan syarat ia harus berusia diatas 25 tahun karena pengadilan dan hukum Perancis tidak memperbolehkan gadis di bawah 20 tahun menikah.
"Tentu saja kau adalah tamu kehormatan untukku."
"Aku akan menunggu itu," jeda "tapi bagaimana dengan Amara ibu gadis itu?" tanya Yukita.
"Aku tidak perlu izin untuk itu aku hanya perlu menikah dengannya jika sudah menikah maka wanita itu tak akan bisa menolakku menjadi menantunya."
"Kau sangat licik dan berbakat, Nak."
Karina dari kejauhan melihat seorang wanita bercadar hitam sambil membaca kitab suci, Salsa menoleh ke arah Karina mata mereka saling menatap.
Salsa melihat anak bermata sipit itu sedang bermain dengan kelima anaknya, wanita USA itu seolah merasakan wajah anak itu mirip sahabatnya Anton Darma Anjaya. Mungkinkah anak perempuan itu putri Anton semenjak dirinya di jual oleh Yukita dan Emmanuel kepada para te*oris di Suriah ia tak mendengar kabar apapun dari sahabatnya.
Bahkan Salsa tak tahu jika Fera sudah meninggal dunia karena penyakit HIV, penyebanya adalah Yukita konawa perbuatannya sudah memakan banyak korban.
"Apa kamu tahu putrimu tengah mengandung?!" tanya Emmanuel.
__ADS_1
"Ya aku tahu, sebentar lagi putriku akan melahirkan."
"Apa kau akan menjenguk putrimu itu?" tanya El deanon.
"Ya sekaligus mengambil anaknya, janin itu juga berhak atas aset dan kekayaanku."
"Goed."
"Yukita kamu tahu Mr Levino, mafia dari USA."
"Ya dia musuh kita, aku rasa dia tahu soal putrimu."
"Aku akan melindunginya dan akan menjaganya."
"Jika kamu mendeklarasikan perang pada pria licik itu aku akan siap."
"Tentu saja, apa kamu tidak mau melebarkan sayap bisnismu ke seluruh dunia." Jeda
"Pria itu sangat hebat mampu mengusai seluruh Las Vegas juga sebagian Acapulco." Daerah di Mexico.
Emmanuel menarik nafas panjang lalu menghisap vapoor nya atau rokok elektrik, "aku ada cara untuk menjatuhkan pria itu."
"Apa rencanamu?"
Emmanuel tersenyum lalu Yukita tersenyum dengan bibirnya yang berpoles lipstick merah darah.
**********************************************************************************************
Seorang pria dengan kacamata hitam turun lalu di sambut dengan meriah ia menyadara suami dari ratu Kartel de Sinaloa aliansi mafia Emmanuel dan Yukita konawa.
"Tuan apa tahu jika Yukita memiliki seorang putri?" tanya anak buahnya.
"Omong kosong dia memiliki Hisako sebagai keponakan sekaligus putrinya, tapi sayang Hisako membelot dengan menikahi pria lain."
Levino melepaskan kacamatanya lalu menatap salah satu tangan kananya, "kemari ceritakan sebenarnya?"
tangan kanannya mulai menceritakannya semuanya lalu pria itu tersenyum.
__ADS_1
#Bersambung