Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan

Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan
Bab 83


__ADS_3

Seorang bocah kecil sudah berkali-kali melihat bagaimana Yukita melakukan kekerasan dan termasuk tradisi potong jari, seolah hal itu menjadi makanan sehari-hari. Karina bocah berumur 4 tahun itu terbiasa melihat sang nenek melakukan aksi keji pada anak buah Yakuzanya.


Karina terus di ajari bagaimana caranya menindas dan balas dendam denfan menghilangkan noda kejahatan, semuanya di doktrin oleh Yukita sejak dini. Yukita juga apapun yang di inginkan Karina pasti akan di turuti bahkan sebelum bocah itu memintanya Yukita sudah memberikannya.


"Obachan hari ini aku mau makan Okonomiyaki," pinta Karina.


"Sudah ada di meja Yuriko tinggal ambil saja."


Yukita Konawa bicara sambil melihat beberapa kertas untuk membuka bisnisnya Kasino di Manchester agar menutupi bisnis gelapnya yang berupa narkoba dan produksi pornografi. "Bagus pembukaan Kasino tinggal dua bulan lagi."


Karina diubah menjadi Yuriko oleh Yukita demi menghapus jejak putrinya. Bocah itu nanti yang di masa depan akan menjadi penggantinya seorang bos Yakuza, oelh karena itu Yukita menyembunyikan rapat dari siapapun dan tak boleh ada yang tahu.


Karina tetap bersekolah di sekolah umum tapi tetap di kawal oleh bodyguard yang seorang mafia, "Yuriko nanti ke kelas bahasa Perancismu!!" ucap Yukita sambil menghisap rokoknya lalu menyembulnya ke udara.


"Hai, Obachan." Yuriko alias Karina bicara sambil memakan okonomiyaki.


Tentu saja sebagai pewaris tunggalnya Yukita Konawa memberikan pendidikan yang terbaik untuk Yuriko agar nanti mampu menjadi seorang pebisnis sekaligus mafia yang terhebat. "Yuriko kamu adalah harapanku."


Yukita Konawa tersenyum simpul lalu tak lama ia mendapatkan telepon dari seseorang. "Emmanuel ada apa dia ingin menelponku?" batin Yukita bertanya-tanya.


Yukita mengakat panggilan telepon dari aliansi terdekatnya itu yang dari luar negeri. Mereka menelpon dari sebuah telepon yang di rancang khusus agar tak ketahuan oleh pihak kepolisian. Yukita Konawa ingin menjodohkan Karina cucunya dengan mafia dari Las vegas dan Mexico yakni Kartel.


Yukita berharap dengan menikahkan Karina dengan keluarga Mafia yang terkenal berbahaya dapat menumpas musuh mafia yang lain di Jepang, Yukita berusaha mempertemukan Karina dengan pimpinan Kartel asal Mexico dengan putranya yang bernama Richandro yang berumur 11 tahun.


Dari Las Vegas Yukita juga berusaha mengatur perjodohan tapi kesepakatan menguntungkan belum mendapatkan, Mafia yang dari Las Vegas bahkan juga meminta mahar yang tak main-main berupa kedudukan posisi di Jepang dan tanduk pemerintah Las Vegas.


"Yuriko, Kamu tenang saja nenek akan menjamin masa depanmu."


Yukita bicara dalam hatinya yang sangat menyanyangi cucunya itu. Yukita memasukan berkas-berkasnya ke dalam berangkas dengan kata sandi karena ia berjanji akan mengatar cucunya ke kelas bahasa Perancis.


***********************************************************************


 Risma berjalan-jalan sore sambil membelai perutnya yang sudah mulai membesar ia amat merindukan putrinya sudah 4 bulan Karina menghilang, bahkan para dektektif dan hacker yang di sewa suaminya tak dapat menemukan dimana putrinya kini berada.

__ADS_1


Meskipun Anton meyakinkannya agar tak terlalu memikirkan Karina biar Anton saja yang mencari putrinya, "apa yang kamu pikirkan?" Anton berjalan di sampingnya membuat Risma terbuyar lalu mengusap air mata.


"Sayang kamu tak bisa membohongi suamimu ini...," ungkap Anton bicara lembut pada istrinya.


"Aku menghawatirkan putri kita, aku sudah kehilangan satu putri dan aku tak mau kehilangan yang lain Anton."


Anton merangkul pundak istrinya untuk menyalurkan kelembutan pada istrinya. Risma memejamkan matanya seolah merasa nyaman akan kelembutan yang Anton berikan untuknya, selama masa kehamilan Anton memperlakukan istrinya selayaknya seorang putri.


Tapi karena pikiran Risma yang sering stress karena memikirkan putrinya yang menghilang membuat Anton harus menyewa dokter pribadi, seringkali Risma pingsan dan lupa makan. Anton amat menjaga istrinya itu.


"Udah jangan banyak pikiran terus kasian dede bayinya," hibur Anton pada Risma lalu wanita setengah Jepang itu mulai tersenyum.


Risma terpaksa tersenyum lalu Anton mengecup keningnya membuat Risma merasa nyaman pada Anton, perlahan tapi pasti hati Risma mulai menghilang rasa benci pada Anton cinta yang di pendam perlahan kembali tumbuh subur.


"Biar gak banyak pikiran terus." Tiba-tiba Anton membopong istrinya membuat kedua tangan Risma mengalung di leher Anton.


Anton membawa Risma masuk ke dalam rumah karena langit mulai mendung dan sebentar lagi hujan. Risma belakangan ini memang sangat tertekan tapi bukan karena sikap suaminya yang seperti awal kehamilan melainkan karena kehilangan putrinya yang selama ini menjadi obat luka akibat yang Anton beri.


Anton memberikan foto USG yang memperlihatkan jika bayi mereka adalah laki-laki, Risma menjadi tersenyum tapi ia tetap memikirkan Karina putrinya. "Aku sudah pikirkan nama Risma untuk putra kita!" ucap Anton antusias berusaha menghibur istrinya.


"Antonio Darma Anjaya."


"Nama yang indah Anton," ungkap Risma di sertai senyuman.


"Yaudah kamu istirahat besok kita ke makam Kirana?" tawar Anton sambil merayu istrinya agar tak terlalu banyak pikiran.


"Iya." Risma tersenyum lalu berusaha bangkit dengan di bantu Anton.


********************************************************************************************************


Siska hari ini ingin ke rumah kakak sepupunya yaitu Risma, tapi saat baru sampai di pekarangan rumah ia malah bertemu Gani. "Lu lagi!" decih Gani.


"Ya allah kenapa gua selalu ketemu gendoruwo."

__ADS_1


"Eh songong lu Kuntilanak!!" maki Gani yang tak mau kalah.


"Apa lu bule palsu!!" ucap Siska sambil berkacak pinggang.


"Daripada lu jenong!!" balas Gani.


"Ah terong."


"Ah cabe busuk, gua giling lu."


"Ah terong gua tumis lu."


Anton segera keluar rumah mendengar suara gaduh karena istrinya baru selesai istirahat, "ini apa-apaan sih?!" ucap Anton.


Tapi mereka selalu adu argumen sampai dengan kesal Anton mengambil selang air lalu menyalakan keran air dan menguyur keduanya dengan air, "Astagfirullah setan bubar!! bubar!!" ucap Anton pada keduanya.


"Ih Om Anton basah!!" marah Siska.


"Au Kak basah tahu."


"Ini air ruqyah biar lu berdua damai."


Anton mematikan kran air lalu meletakan kembali selang airnya, kemudian menatap keduanya yang basah kuyup. "Apaan sih kalian berdua ini? kenapa selalu berantem udah kaya Tom and jerry!!" ujar Anton yang muak dengan tingkah keduanya.


"Dia dulu yang mulai Om." Siska bicara sambil menunjuk Gani.


"Deh kok gua lu dulu bocil."


"Udah!! udah!!" ucap Anton berteriak pada keduanya.


"Kalian masuk sekarang bentar lagi ujan, Siska ganti baju, dan lu Gani ke ruang kerja gua!"


Anton masuk setelah mengatakan itu, "apa lu!" ucap Gani.

__ADS_1


"Apa lu uek!!" balas Siska sambil menjulurkan lidahnya.


#Bersambung


__ADS_2