Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan

Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan
Bab 96


__ADS_3

Dokter Rusdi memeriksa kandungan Risma dengan menggunakan stetoskopnya lalu Anton mendekati sahabatnya itu dan menanyakan perihal keadaan istrinya, “bagaimana keadaan istri gua?” tanyanya.


“Dia stress ‘kan gua udah kasih tahu dia gak boleh stress atau banyak pikiran, kandungannya baik-baik saja tapi tolong jangan buat dia banyak pikiran hal itu mempengaruhi janin yang ada di dalam kandungannya.”


Anton bisa bernafas lega mendengar penuturan Dokter Rusdi, “Anton ini resep vitamin ama obatnya dan makanan apa aja yang boleh dimakan. Gua permisi dulu keluar,” pamit Dokter Rusdi.


“Iya terimakasih.” Anton bicara lalu tersenyum.


“Mari saya antar keluar Dokter,”


“Mari saya antar keluar Dokter,” kata Lisa.


“Mari,” balas Dokter Rusdi.


Setelah satu persatu semua orang pergi dari kamar Anton, pria berwajah separuh Italia itu langsung menyentuh tangan istrinya kemudian mengecup kening istrinya. “Kamu istirahat ya sayang, nanti malam kamu akan diajak mama buat ke rumah Tante Tari.”


Anton menyuapi istrinya dulu, dengan telaten Anton menyuapi makanan ke dalam mulut Risma karena pria itu sudah sangat mencintai istrinya. “Sekarang minum vitamin sama obatnya ya?” ucap Anton mengambilkan obat dan air putih, setalah minum obat dan vitamin Anton membantu istrinya menidurkan diri.


Risma tertidur nyenyak rasanya sangat sulit untuk bergerak karena sudah memasuki usia Sembilan bulan rasanya butuh perjuangan yang luar biasa untuk bisa bergerak, ia hanya bisa bersabar menunggu proses persalinan.


****


Di hotel bintang tiga Levino sedang makan dengan santainya sambil di temani wanita seksi dan cantik, tak lama ada panggilan telepon dari anak buahnya. “Hello what's up?” ucap Levino sambil makan dengan benda pipih canggih menempel di telinganya.


“...”


“Ya, kamu pantau terus sesuai rencana dan kita akan meminta sesuatu dari ibunya.”


Levino bicara lalu mematikan ponselnya, ia tersenyum riang tatkala ia akan mendapatkan hal yang paling sensitive dari Yukita. Yumeko Konawa adalah berlian bagi Yukita, putri kesayangannya itu akan di jadikan sandra.


Levino sama kejinya dengan Yukita dan Emmanuel, pria itu juga seolah tidak peduli dengan keadaan Risma yang tengah mengandung. Hanya ada ambisi dan kemenangan dalah hidupnya, Ia akan menjalankan rencananya malam ini.


############


Yukita Konawa sudah sampai di bandara tepatnya di Jakarta ada Emmanuel juga membawa serta Salsa, karena Emmanuel berpikir Salsa adalah sampah. Setelah melahirkan anak Salsa pantas di buang tentu dengan memberika harga yang pantas, Emmanuel sudah sediakan Rumah dan juga tempat untuk Salsa tinggal.

__ADS_1


“Yukita! allons à l'hôtel Konawa,” ujar Emmanuel dengan bahasa Perancis. Artinya;( Yukita, ayo pergi ke Konawa Hotel).


“Ayo sekarang!” ucapnya.


Mereka ke hotel merapikan barang-barang mereka, tak lupa para mafia juga sudah menyeludupkan senjata untuk berjaga-jaga jika Levino memukul gendrang perang. Yukita juga telah menyembunyikan Salsa bersama cucunya ke tempat aman yang ada di Jakarta, semuanya sudah siap mereka hanya perlu menjalankan rencana.


****


Malam ini Clara mengajak menantunya berkunjung ke rumah Tari temannya yang dulu kuliah di Swiss, Tari adalah seorang psikiater. Mereka bisa bertemu tatkala ikut organisasi dan Volunteer yang sama, di dalam mobil Risma memeluk Clara.


Entah mengapa Clara merasa ada firasat buruk yang akan terjadi nanti, wanita setengah Italia itu mengenggam erat tangan menantunya di dalam mobil. Di rumah Bu Tari mereka bicara soal trauma yang di alami Risma.


“Jeng Clara sebenernya apa sih yang terjadi ama menantu kamu sampai trauma begini?” tanya Tari pada Clara.


Clara menarik nafasnya dalam-dalam lalu menceritakan semuanya ia bergetar hebat saat menceritakan kehidupan masa lalu menantunya, Risma merangkul ibu mertuanya untuk memberikannya kekuatan.


“Coba Risma berusaha melupakan dengan mengingat hal indah sama suaminya,” jelas Tari pada menantu sahabatnya.


Risma berusaha mengingat apa saja yang hal manis yang dilakukan Anton untuknya, pada akhirnya sebelum pulang mereka makan malam dulu lalu melihat foto album lama yang ada di rumah Tari masa muda Clara dan Bu Tari waktu kuliah di Swiss.


Risma merasa beruntung tatkala mendapatkan ibu mertua seperti Clara, tidak ada ibu mertua yang menyanyangi menantunya seperti Clara. Mereka pulang dengan mobil di supir oleh Mang Adi tak lama mobil mereka di cegat, beberapa pria kulit hitam dengan jas keluar dan memaksa Risma keluar.


“Get out of the car now!” perintah salah satu pria kulit hitam, bertindik di hidung, dengan jas hitam. Artinya; (keluar dari mobil sekarang!).


“Mau apa kalian!!” maki Clara sambil memeluk Risma yang sudah mulai ketakutan.


Mereka semua membawa paksa Risma dan tak segan memukul Mang Adi sampai babak belur karena pria itu berusaha membela majikannya, “jangan bawa menantuku!!” teriak Clara.


Kondisi jalan sangat sepi tidak ada orang satu pun, ada beberapa orang mereka berusaha mengejar tapi sayang para mafia itu membawa senjata api yang di seludupkan dari USA. “Mas, tolong menantu saya!” ucap Clara sambil menangis.


“Mama tolong aku!!” pinta Risma yang ketakutan karena di ringkus oleh para mafia itu.


Mereka tidak bisa melacaknya karena mobil sengaja tidak di pasang plat mobil agar tidak terlacak, Risma di ringkus matanya di tutup agar tidak tahu jalan dan arahnya. Clara menangis lalu segera membawa Mang Adi ke rumah sakit dengan di bantu beberapa orang.


Di rumah sakit Clara membawa Mang Adi ke ruang Dokter untuk mengobati luka babak belur, Anton dan Kojiyama datang. Clara memeluk putranya sambil menangis karena paranoid yang di deritanya.

__ADS_1


“Mama tenang dulu, ini Anton!” kata Anton berusaha menenangkan ibunya.


“Tante tolong tenang!” timpal Kojiyama.


Clara di tenangkan oleh Dokter dengan menyuntikan obat penenang di lengan kirinya, setelah tenang ia terdiam sampai beberapa jam lalu Clara bisa bercerita dengan baik. “Anton Risma tadi di culik oleh beberapa orang, mobilnya tidak ada plat ciri fisiknya berkulit hitam khas orang USA.”


Anton marah dan panik karena istrinya yang tengah mengandung di culik oleh orang lain, sebenarnya apa salah istrinya selama ini. Seingatnya Risma tidak pernah punya musuh atau bertikai dengan siapapun.


“Hallo Bill, cari istriku aku mohon lacak.”


“...”


Anton segera masuk ke mobil untuk menemui Bill di hotel Konawa, Bill segera melakukan tugasnya untuk melacak keberadaan istri Anton. Di mulai dari mobil yang di kenakan Mang Adi sebelumnya ternyata ada sidik jari yang tertempel di mobil juga ada peluru yang di pakai Mafia itu.


“Ini sidik jari Mafia USA yang suka nyeludupin senjata,” jelas Bill.


“Firasat gua ini musuh, okasan.” Anton bicara seolah ini salah mertuanya.


“Gua bakal kasih tahu Kojiyama sekarang juga.”


Anton bercerita bahwa yang menculik istrinya adalah mafia asal USA, musuh Yukita Konawa. “Yaudah Kak Anton ajak Tante pulangdulu, kasian Tante di rumah sakit.” Kojiyama menyuruh Anton untuk membawa ibunya pulang karena paranoid yang di deritanya membuatnya kasihan.


“Oke gua ke rumah sakit lagi jemput mama, kasian juga udah malem.”


Anton ke rumah sakit lalu menjemput Clara di rumah sakit, Mang Adi duduk di bangku belakang sedangkan Clara duduk di samping Anton dan Anton sendiri yang menyetir karena keadaan Mang Adi yang kurang baik, “Anton gimana dengan Risma?!” ucap Clara yang paranoid.


“Mama tenang aja, soal Risma ada aku, Kojiyama, Bill, sama Gani. Mama istirahat aja,” jelas Anton pada ibunya, lalu Clara memeluk Anton yang tengah menyetir di malam hari menerjang malam larut di kota Jakarata.


“Tolong temukan Risma karena selain dia mengadung calon pewaris keluarga kita, Risma sudah seperti Putriku sama seperti Lisa dan Lisi.”


“Iya Mama, Anton akan temukan istri Anton disini yang paling terluka itu Anton.”


Anton berusaha menenangkan ibunya meskipun hatinya tengah kalut memikirkan istrinya yang entah berada dimana.


#BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2