Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan

Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan
Bab 75


__ADS_3

Di rumah sakit Risma di periksa oleh dokter kandungan, sudah tersirat raut khawatir dari wajah Anton sebagai suaminya. Tak lama Dokter Rusdi sahabat Anton keluar dari ruangan wajah Rusdi menampakan raut wajah tak suka pada Anton.


"Anton apa yang udah lu lakuin ama istri lu?" tanya Dokter Rusdi dengan menyelidik.


"Gua ada masalah dalam rumah tangga biasalah lu tahu." Anton bicara pada sahabat lamanya.


"Ehm!! 'kan gua bilang jadi bala 'kan lagian lu ngapain lagi sih!! hubungan ama Fera!!" JEDA "udah tahu anak lu meninggal kerena tuh cewek!!" maki Dokter Rusdi pada sahabatnya.


"Gua ngerasa bersalah, lu tahu Fera kena penyakit HIV karena apa?" ucapan Anton dengan penuh tanya pada Rusdi.


"Iya gua paham! itu salahnya sendiri lagian ngapain cari masalah!" ucap Rusdi pada Anton.


"Tapi gak harus main di film dewasa juga terus di gilir, dan gak di bayar lagi." perkataan Anton membuat Dokter kandungan itu membulatkan matanya.


"Fera udah mau sakaratul maut, kalo dia gak dapat maaf dari istri gua jalannya ke akhirat bakal susah." Anton bicara pada sahabatnya.


"Lu bener, tapi perasaan Yumeko juga sangat sakit 'kan anaknya meninggal karena Fera." Rusdi bicara.


"Yaudah gua mau nangani orang ngelahirin lima menit lagi. Jagain istri lu," ucap Rusdi.


Anton melihat Risma berdiri di luar pintu menatapnya dengan tatapan penuh arti, "Risma saya---" kalimat yang di lontarkan Anton belum selesai lalu Risma mengatakan yang membuat hati Anton sakit.


"Aku mau cerai." Satu kalimat yang menohok hati Anton membuat perih sampai tak mampu bernafas.


"Risma apa maksudnya!!" ucap Anton sambil menguncang-guncangkan bahu Risma.


"Aku mau cerai karena tak ingin mengulangi kebodohan yang sama." kata Risma. "Malam ini aku ingin di jemput oleh Kojiyama dan tinggal dengan adikku." Risma bicara yang membuat Anton jengkel.


"Aku gak akan izinkan!!" maki Anton pada istrinya karena tak ingin istrinya pergi.

__ADS_1


"Jangan egois kasih aku waktu!!" ucap Risma.


Rumah tangga mereka sedang berantakan tapi Anton yang seharusnya bertanggung jawab memperbaiki rumah tangga yang berantakan ini. Di tengah perdebatan mereka Kojiyama datang dengan celana training dan atasan kaos santai.


"Kak Yumeko, Kak Anton." Kojiyama mendekat sambil melerai keduanya.


"Kak Anton tadi Kak Yumeko menelponeku katanya dia ingin sementara waktu tinggal di rumahku," ucap Kojiyama pada Kakak iparnya.


Pria Jepang itu bingung lantaran rumah tangga keduanya yang amat pelik, pasalanya ia tahu dari Lisa jika Karina selaku keponakannya di bawa ke Italia agar rumah tangga orang tua bocah itu dapat di selesaikan secara baik-baik. Risma mendekati adiknya lalu memeluknya dengan erat.


"Kojiyama__hiks__bawa aku pulang denganmu." Risma sambil terisak tangis perasaannya sangat sensitif tatkala umur kandungannya sudah ingin memasuki empat bulan.


"Ayo kita pulang Kak," ajak Kojiyama.


Anton menahan tangan istrinya agar tak pergi. Kojiyama segera melepaskan tangan Anton dari kakaknya, "Kak Anton tolong kasih Kak Yumeko waktu."


Anton dengan berat hati melepaskan istrinya untuk pergi dengan adiknya, Kojiyama merangkul pundak kakaknya lalu mengajaknya pergi dari rumah sakit menuju parkiran. Anton merenung di kursi rumah sakit dengan mencengkram erat rambutnya.


***************************************************************************************


Karina sedang bersama Clara melihat kota Italia kampung halaman sang nenek, terlihat Karina lebih merasa nyaman saat bersama Clara di bandingkan saat bersama Yukita.


"Oma itu kok bentuk menaranya miring?" tanya Karina.


Clara yang tak pintar sejarah hanya mengatakan jika menara pisa itu ada sejarahnya hanya saja Karina masih terlalu muda untuk mengerti. Saat sedang di cafe kota Italia yang terletak di lantai atas untuk makan dan mengobrol, Clara sengaja memilih lantai atas agar cucunya dapat melihat keindahan kota kelahirannya, tiba-tiba pintu bagian kanan atau bagian bawah ada yang membom.


Duar


"Apa itu?!" ucap Clara langsung merangkul cucunya dengan erat.

__ADS_1


"Astaga ada apa ini?" batin Clara.


"Oma aku takut...," lirih Karina yang memeluk sang nenek dengan erat karena suara bom yang sangat keras membuat semua orang berlari dan menghambur keluar.


Tapi sayang tangga dan lift yang terkena bom membuat mereka semua terkurung di atas, "tenang sayang ada Oma." Clara mengendong cucunya sambil mengecup kening Karina yang bersembunyi di leher Clara.


Tim penyelamat berusaha menyelamatkan lansia dan anak-anak terlebih dahulu tapi sayang banyak yang egois ingin di selamatkan membuat Karina dan Clara mau tak mau mengalah. "Yaudah tenang nanti kita pulang," kata Clara mengusap-usap lembut cucunya yang baru berusia empat tahun.


Sampai akhirnya Clara berhasil di selamatkan membuatnya tenang, tapi yang membuatnya heran ada segerombolan orang berwajah khas timur tengah memakai penutup kepala lalu tak segan menembak anggota polisi dan tim penyelamat.


Salah satu dari mereka berhasil di amankan, tak lama salah seorang anggota polisi Italia mendekati Clara yang sedang mengedong Karina. "Permisi Nyonya," ucapnya dengan ramah.


"I-iya ada apa, Pak."


"Begini sebaiknya anda segera pergi dan cari tempat yang aman karena anda membawa seorang anak."


Clara mengangguk lalu ia segera pergi polisi itu kemudian kembali menjalankan tugasnya menolong orang dan menyelidiki kasus ini. Clara masih setia mengedong Karina berjalan melewati gedung pemerintahan lalu tak lama bom kembali terdengar.


Para tero*ris itu meletakan bom di setiap sudut membuat Clara menjadi takut untuk pergi ke hotel takut ada bom di hotel yang ia tempati dengan putri dan cucunya.


Clara menurunkan Karina. "Karin turun dulu, Oma mau nelpon aunty minta tolong."


Karina mengangguk tapi terus mengenggam erat sang nenek seolah ketakutan dan trauma dengan pengeboman itu. Clara yang sedang asyik menelpon putrinya untuk meminta tolong tak lama ada bom lagi yang meledak membuat ia dan Karina menjadi terpisah.


Clara pun pingsan Karina menangis memanggil sang nenek. "Oma bangun___hiks___Oma


__hiks." Karina membangunkan Clara sambil menguncang-guncangkan tubuh Clara yang pingsan karena efek asap di tambah ada yang tertimpa reruntuhan bangunan.


Tak lama ada yang membius Karina dan membawanya salah seorang pria yang bekerjasama dengan Yukita yang menginginkan Karina ke dalam gengaman tangannya. Polisi berusaha mengevakuasi korban yang terkana serangan dan ada beberapa remaja dan anak yang hilang entah dimana.

__ADS_1


Lisa segera mencari tahu keberadaan ibu dan keponakannya sungguh ia tak memprediksi ini jika ada serangan teror bom, ia takut akan amukan kakak dan kakak iparnya pasalnya Karina adalah amanah yang harus di jaga.


bersambung


__ADS_2