
Risma bersama Kojiyama pagi ini sibukkan membahas satu hal tentang hilangnya Hisako dan bom bunuh diri di Milan dan Canada.
Risma hanya diam, seperti nya ia mulai kembali memihak ibunya karena ia tak mau putrinya kembali dan mengalami broken home, perut Risma sudah membesar ia tak memberitahu ibunya soal ini.
"Aku tahu kalian mencari Hisako, sudah tentu dalang dari semua ini El deanon."
Risma bicara karena ia tahu, bagaimana mungkin bisa El Deanon melakukan itu mengambil tunangan orang lain seperti tiada gadis lain di muka bumi ini.
"Bagaimana Kak Yumeko tahu?" tanya Kojiyama adiknya.
"Siapa lagi jika bukan dia yang sangat terobsesi memiliki sepupu kita," ucap Risma sambil mengelus perutnya yang membesar.
"Aku harus menelpon Gani." Kojiyama mengambil ponselnya yang ada di atas meja ruang tamu.
"Kojiyama stop!" cegah Risma pada adiknya.
Kojiyama menghentikan pengambilan ponselnya sejenak menatap kakaknya, tatapannya seolah menanyakan ada apa.
"Aku harap jangan bertindak gegabah, Mereka sudah memiliki aliansi baru selain Te*oris Al-Qaeda di Timur tengah aku dengar Okasan dan Emmanuel memiliki aliansi baru."
Risma bicara pada adik setengah kandung nya. "Siapa kak?" tanya Kojiyama pada kakaknya.
"Okasan dan Emmanuel memiliki aliansi Mafia baru dari Amerika latin yaitu Kartel."
"Kartel?" ucap Kojiyama membeo.
"Iya Kartel berasal dari Mexico jika kamu bertindak gegabah bisa-bisa nyawa seseorang melayang."
Kojiyama tak habis pikir dengan kelakuan ibunya. Wanita yang telah melahirkan nya mampu membuat bisnis dengan jaringan kejahatan seperti itu.
"Kojiyama demi aku dan keponakan mu tolong jangan bersikap gegabah," mohon Risma dengan air mata.
Pria berparas Jepang itu terduduk sambil mengusap rambutnya lelah dan kecewa, Risma mendekati adiknya menyentuh tangannya untuk memberikan semangat dan kekuatan pada adiknya.
Sampai satu pertanyaan terlontar dari mulut Kojiyama, "bagaimana kakak tahu Okasan memiliki aliansi Mafia dari seluruh dunia dari mulai tero*is dan Kartel."
Risma terdiam bagaimana ia menjelaskan pada adiknya jika secara diam-diam ia sering bertukar surat selama sebulan sekali untuk menghindari pelacakan demi Karina.
"A-a-ak-aku, tahu dari berita yang selama ini aku baca."
"Tunggu kakak membaca berita, tapi kenapa aku tak membaca beritanya." Kojiyama menyipitkan matanya menatap kakaknya curiga.
__ADS_1
"Dan Okasan setiap bertindak sudah melalui perhitungan tentu tak mudah bagi polisi untuk melacaknya sekali pun detektif," lanjut Kojiyama.
"Kojiyama aku sudah memperhitungkannya siapa lagi jika bukan mereka berdua biang masalah."
Risma berucap seolah meyakinkan adiknya, tapi Kojiyama berusaha percaya dengan mengubah mimik wajahnya agar tak terlihat jika Kojiyama mencurigai kakaknya ini.
"Oke, aku akan ke kantor Kakak istirahat jangan lupa minum vitamin ama makan."
"Iya kamu hati-hati."
Kojiyama pergi keluar rumah ia segera mengirim pesan WhatsApp kepada seseorang sekaligus aliansi nya, Risma bisa bernafas lega lantaran adiknya sudah pergi.
"Ya Allah semoga Hisako cepat kembali bersama Andriaa dan Siska cepat di temukan."
Risma berdiri dengan susah payah karena perutnya, ia mengusap perutnya. Janin yang ia kandung selalu aktif dan menendang ia hanya bisa tersenyum lalu mengusapnya.
Risma makan dengan lahap meskipun tak berselera karena menurut nya makanan tak enak ia akan berusaha makan demi jabang bayi ini.
Gadis setengah Jepang itu bersyukur tatkala selama hamil ia selalu di sayang mulai dari suami dan adiknya. Berbeda saat kehamilan pertama yang penuh derita.
Berusaha melupakan masa lalu tapi tak tahu mengapa masa lalu tiba-tiba melintas di pikirannya yang membuat sakit. Risma juga merasa bersalah karena sudah berani mengentak suaminya dan beradu mulut.
Risma melihat Anton sudah berusaha menahan emosinya tapi entah mengapa Risma selalu marah akan api cemburu dan dendam pada Fera karena telah membunuh putrinya.
Saat menonton YouTube ia merasa hatinya merindukan seseorang, tapi siapa entahlah ia terlintas untuk melihat foto kenangan masa lalu dengan seseorang dari ponselnya.
Dia melihat foto seorang laki-laki yaitu Anton itu foto pernikahan awal hanya dengan kebaya dan jas hitam, Anton tersenyum kaku tapi Risma sangat senang memandang wajah Anton.
Risma menyadari jika ia merindukan Anton meskipun hatinya masih marah tatkala Anton membela si sundal itu daripada dirinya.
"Anton aku merindukanmu." Risma memeluk ponsel nya ia sangat merindukan Anton, ternyata benar kata Anton.
Risma masih sangat labil dan muda, Anton sangat sulit menghandle istrinya yang berbeda 12 tahun lebih muda.
Anton berusaha membuat istrinya betah tapi rasa cemburu dan ego membuat Risma sementara waktu mengungsi di rumah Kojiyama adik setengah kandung Risma.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi ini bocah berumur 18 tahun merengek pada El deanon minta agar ia kuliah ke Campus kalo tidak Siska mengancam akan berteriak memecahkan jendela kaca.
__ADS_1
"Kamu akan kuliah di Perancis!" ucap Emmanuel dengan marah pada Siska. Keheningan melanda sesaaat sampai bocah berumur 18 tahun itu.
"AAAAAAAAAA!!!!!" Siska berteriak bahagia tatkala ia akan di kuliahkan di Perancis.
Emmanuel sampai menutup kedua telinganya, "kau bisa diam bocah!!!!" maki El deanon.
"OMG GUA BAKAL KE PARIS!!!"
"Ini sudah aku daftarkan!!!" ucap Emmanuel.
Sorbonne University, ya Siska akan di masukan ke universitas itu. Entah apa rencana Emmanuel selanjutnya tiada angin dan hujan tiba-tiba ia mengambil seorang gadis muda untuk di kuliah 'kan di negara nya.
"Aku mengambil pelayan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan mu," ucap Emmanuel sambil makan dengan garpu dan pisau.
"Om baik banget!!! tiba-tiba Siska memeluk Emmanuel."
Entah mengapa Emmanuel terdiam setelah kepergian bocah berumur 18 tahun itu tawa kecil Emmanuel lolos kemudian ia berdehem untuk menetralkan dirinya.
"Siska Sabrina, dia gadis muda dan penuh semangat."
"Aku akan berangkatkan bocah itu ke Paris dengan jet, sebelum ia di ambil oleh ibunya."
Hisako di kembalikan oleh Andria karena Emmanuel baru memeriksakan Hisako pada Dokter pribadi keluarga nya jika Hisako mengandung anak Andriaa meskipun keduanya belum terikat pernikahan.
Emmanuel membuat Konspirasi dengan membuat Hisako pingsan dan menyuruh seseorang membawa gadis itu ke reruntuhan bom di Canada.
"Aku akan ubah kewarganegaraan gadis itu, dan akan menikahi nya juga mengubah namanya."
Emmanuel mengusap mulutnya dengan serbet lalu meninggalkan meja makan, para pelayan dengan sigap membersihkan meja lalu Emmanuel merapikan barang-barang nya.
Di dalam kamar yang udah di siapkan Emmanuel, gadis remaja itu kegirangan tatkala kamarnya di penuhi barang bermerek Perancis seperti Dior, Louis Vuitton, Celine, dan Chanel.
"OMG mahal-mahal banget gaun, tas, ama yang lain!!!" ucap Siska melihat barang-barang barunya.
Salah seorang pelayan berwajah timur tengah mengetuk pintu kamar dengan jas dan pakaian rapih membawakan ponsel dengan nampan emas berukir Eropa Klasik.
"ceci vient du seigneur Emmanuel." Apa yang di ucapkan pelayan itu Siska tak mengerti jadi ia hanya diam.
Setelah Siska mengambilnya lalu ia melihat ponsel bermerek. "Hah OMG." jeda "Eh ternyata Om Emmanuel baik juga ya, tapi kenapa ya Mama, Kak Risma, dan yang lain pada benci malah jadiin dia musuh."
Gadis itu masih terlalu polos untuk mengerti semuanya, ia hanya melihat kemewahan nya saja malah tak melihat sisi gelap Emmanuel sebagai seorang Mafia.
__ADS_1
Siska dengan lelah berfikir ia malah merebahkan tubuhnya di atas kasur yang empuk dengan kualitas yang nyaman, Emmanuel sengaja memanjakan Siska agar gadis itu mau di jadikan istrinya tanpa melihat sisi gelapnya
#Bersambung