Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan

Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan
Bab 83


__ADS_3

Siska merasa di bius dan pingsan ia di bawa sebagai jaminan sesuatu, rupanya El deanon juga menginginkan Siska sebagai penganti Hisako jika gadis Jepang itu hamil anak Andria. El deanon menginginkan bocah berumur 18 tahun itu sebagai istrinya.


"Woy!! gua mau dibawa kemana?!" jerit Siska mendengar orang-orang ini bicara dalam bahasa aneh.


Siska mempunyai suara 12 oktav yang sangat keras jika gadis itu berteriak, "qul lilfatat 'an tasmit." Salah satu anak buah El deanon yang berparas Timur tengah bicara dalam bahasa Arab. Artinya: Beritahu gadis itu untuk diam.


"Ngomong apa sih lu pada, garong!! gua kagak ngerti!!!" suara Siska meninggi menjadi 7 oktav.


"Min fadlik qul lilfatat 'an tasmut , 'ana la 'urakiz ealaa alqiada," ucap pengemudi yang berwajah Suriah. Artinya: Tolong beritahu gadis itu untuk diam, saya tidak fokus mengemudi.


"Coba ngomong bahasa Inggris!! Please Speak English!!" ungkap Siska.


"Oke, Please Shut up."  salah satu pria berparas timur tengah bicara bahasa inggris.


"Where do I want to be taken?" tanya Siska dalam rontaannya.


"Mr. El deanon." Pria pengemudi itu bicara pada gadis usia 18 tahun itu.


"Hah!! Ngapain tuh Keranda Lampor pake acara culik gua!!" batin Siska dalam hatinya, yang di maksud keranda Lampor adalah El Deanon. "Ya allah jangan sampai hamba jadi incaran kedua setelah Kak Hisako, nanti kesannya tragis masa ia seorang putri raja kawin ama buto ijo!" lanjutnya dalam hati.


Anton terkejut tatkala satpam dan supirnya babak belur kedua  pria itu mengaku di pukuli oleh para pria berjas hitam dan berparas Arab atau timur tengah, "Omg calon bini gua!" ucap Gani mencelos pada gadis berusia 18 tahun itu.


"Yaudah kita coba hubungi Andria dan Axel untuk membantu pelacakan," ucap Anton segera menelpon dua sahabatnya.


Anton menempelkan ponsel itu di telinganya. "Hallo Axel, Hisako juga di culik gimana dong."


'Yaudah nanti malam kita kumpul di rumah Kojiyama,' ucap Axel.


"Iya, ini aneh aja masa anak gua, Hisako, sama Siska bisa hilang secara bersamaan."


'Oke, tapi gua izin dulu sama Hanna takut dia nyariin gua.'


"Yaudah."


Anton mematikan ponselnya dan memsukan ke dalam celana trainingnya, "Gani bawa Mang sabri sama Pak Harno ke klinik, gua mau ke dalam liat CCTV siapa yang datang."


"Iya Ton."


Anton segera masuk gerbang menuju rumahnya, "mampus gua kalo sampai Tante Amara anaknya ilang bisa di penggal gua ama Tante bini gua." Anton masuk rumah dengan langkah terburu-buru, di ruang kerjanya ia melihat beberapa orang menculik dan membius Siska lewat CCTV.


"Ini Plat mobilnya, gua perbesar."


Anton mengambil gambar Plat mobil agar mudah di lacak nanti malam ia akan bersiap ke rumah Kojiyama bersama adiknya dan Axel, soal Risma ia akan menidurkan istrinya itu.


Anton terlihat terburu-buru berjalan menganti pakaiannya, Risma terbangun melihat suaminya sangat terburu-buru. "Anton kamu mau kemana?" tanya sang istri sambil memegangi perutnya yang besar.

__ADS_1


Tak ingin istrinya stress karena memikirkan masalah ini, Anton malah menutupi semuanya dari sang istri. Risma bangun sambil memegangi perutnya yang sudah nampak membesar. "A-aku mau ada meeting di hotel kita, kamu di rumah nanti Mama kesini buat akan mengatur dan jagain kamu."


"Anton aku bisa menjaga diriku sendiri," ujar Risma yang melihat suaminya memegang kedua bahunya.


"Iya tapi ingat makan yang bener dan minum obat dan vitamin tepat waktu."


Risma hanya mengangguk-angguk kepala lalu Anton pergi dengan terburu-buru ke rumah adik iparnya, Risma heran apa yang sebenarnya terjadi.


  Wanita yang tengah mengandung itu heran dengan gelagat suaminya tapi setelah bayi dalam kandungannya menendang Risma hanya tersenyum dan berusaha meyakinkan diri jika suaminya hanya untuk berbisnis.


Saat turun dari tangga sambil memegangi pinggulnya ada Clara yang datang, "Yumeko!!! kamu tengah mengandung jangan naik turun tangga!" ucap Clara berjalan mendekat.


"Aku tak apa mama."


"Risma mama minta maaf, karina--" ucapan Clara terpotong tatkala Risma bicara pada ibu mertuanya.


"Tak apa mama semua akan baik-baik saja."


Risma tahu jika Karina pasti sedang bersama Yukita yakni sang nenek. Risma menjadi lebih tenang saat tahu keberadaan putrinya bersama ibunya, wanita setengah darah Jepang itu di kirimi ibunya surat dalam huruf kanji Jepang yang mengatakan jika Karina baik-baik saja.


Setelah surat itu selesai dibaca surat itu langsung di bakar Risma dengan menggunakan lilin, Surat dari Yukita Konawa di kirim sejak kemarin. Risma bersyukur tatkala putrinya di beri pendidikan yang layak hanya satu yang Risma takutkan yaitu Karina yang sekarang namanya menjadi Yuriko akan menjadi gangster.


"Yaudah ayo kita ke dapur sekarang," ajak Clara sambil membantu menantunya.


"Fera!! tak akan aku biarkan wanita sundal itu menganggu rumah tangga putra dan menantuku lagi!!" batin Clara dalam hati.


Risma berjalan sambil memegang pinggulnya, usianya sudah 6 bulan ia tak mau jika anaknya yang satu ini lahir prematur seperti si kembar Kirana dan Karina.


Risma dan Clara menuju dapur, wanita setengah Jepang itu tahu jika Karina sedang di tangan Yukita. Tak ingin ibunya berbuat masalah yang menyebabkan nyawa melayang lagi Risma memutuskan sementara waktu sang putri bersama ibunya.


Risma mendapatkan surat rahasia dari ibunya tempo hari bertuliskan huruf kanji Jepang, setelah membaca surat itu Risma langsung membakar suratnya.


'Maafkan aku Mama, Kak Anton. Aku berusaha menutupi semuanya agar Okasan tak membuat masalah lagi pada keluarga kita," batin Risma dalam hati.


"Risma," Panggilan Clara membuat Risma menoleh lalu tersenyum.


"Sayang kamu tenang saja Karina akan di temukan oleh Anton."


Risma hanya tersenyum lalu mengangguk. "I-iya mama, aku akan percaya." Risma mengelus perutnya lalu sambil minum susu hamil.


"Jaga calon cucu mama," ucap Sang mertua.


Rupanya wanita berdarah Italia itu akan menjaga menantunya agar calon cucu nya aman dari kejaran Yakuza atau para mafia.


Risma tak memberi tahu ibunya jika ia tengah mengandung lagi, karena tak ingin sang ibu mengambil anaknya yang sangat satu ini dan di besarkan oleh para gangster.

__ADS_1


Tangan Risma mengambil foto USG untuk di berikan kepada mertuanya. "Mama ini," ujar Risma sambil menyodorkan foto USG.


"Oh sayang, ini foto USG." Wanita Italia itu melihat foto USG nya.


"Cucuku laki-laki?" Clare bicara pada menantunya yang berdarah setengah Jepang.


"I-iya mama."


"Yaudah ayo habiskan susu mu, kita beli perlengkapan untuk bayimu."


"Mama tapi ini masih 6 bulan, lagi pula aku sudah siapkan semuanya."


"Apa saja yang sudah kamu siapkan?" tanya Clare.


"Baju-baju anak laki-laki, minyak telon, bedak, bak mandi dan masih banyak lagi."


"Mama akan berikan tempat tidur bayi."


"Tidak usah mama, aku-aaaku pakai ayunan dari kain saja."


"Sayang jangan menolak anggap ini hadiah dari mama."


Risma tak bisa berkata tidak. Karena ia takut menyinggung perasaan mertuanya.


"Baiklah."


Risma mengangguk karena bisa di bilang Risma masih sangat polos. Wanita itu berjalan sambil memegang pinggul nya di tambah **** ********** nya aga sedikit nyeri karena semalaman Anton minta jatah.


Anton sangat tak sabar menunggu pewaris yang lahir dari rahim istri nya Anton akan menjaga istrinya kali ini, pria setengah darah Italia itu tak ingin mengulang kesalahan masa lalu.



Sabar ya Karin bentar lagi kamu bersatu kok sama mama Yumeko dan Papa Anton, Sabar dulu. Nanti Karin seneng bisa punya dia adek cowok dari Tante Lisi sama Mama.



Sebagai mama muda harus strong, di umur 24 tahun udah punya dua anak otomatis sudah punya tanggung jawab harus mengurus suami dan anak. Apalagi sekarang udah lagi hamil sabar ya.



**Papa Anton jangan emosian lagi ya kayak waktu itu jadi KDRT, lupakan mantan fokus sama anak dan istri sekarang. Nanti di marahin dua Oma Karina dan Eric.


Clare dan Tante Amara kayak waktu itu.


#Bersambung**

__ADS_1


__ADS_2