
Anton sudah sampai di Bali deburan ombak di pasir pantai seolah menemaninya sambil memandang foto seorang bayi yang baru lahir hatinya terasa menghangat tatkala sebentar lagi ia akan bertemu dengan putrinya, tak lama Billy kaki tangannya menghampirinya. "Tuan Anjaya tempat menginap sudah siap." Billy memberitahu tuannya. "Dimana nanti kita menginap?" tanya Anton sambil berjalan menuju mobil untuk sampai ke hotel miliknya.
Sesampainya di hotel Anton berjalan menuju ruangan resepsionis untuk mengambil kunci kamar, "ini kunci kamar anda Tuan," ucap resepsionis hotel itu. "Terimakasih." Anton langsung berjalan menuju kamar eksklusif dengan fasilitas lengkap. Saat sedang tak fokus menuju lift tanpa sengaja ia bertabrakan dengan seorang wanita yang sepertinya ada pertemuan di hotel ini untuk rapat.
"Maaf, Bu."
"Saya juga minta maaf, Mas."
Yap, wanita itu adalah Amara Sabrina ia terdiam saat melihat pria yang baru saja di tabrak barusan. Amara jadi mengingat wajah Karina putri keponakannya wajahnya sama persis seperti pria tadi, Amara terdiam sampai ia memanggil pria tadi yang sudah naik lift.
"Mbak maaf, tadi siapa ya? apa benar dia Tuan Anjaya?" tanya Amara pada resepsionis.
"Iya betul, Bu."
"Kalo boleh tahu kamarnya dimana karena saya ada perlu."
Amara mengangguk kemudian mengucapkan terimakasih pada Mbak resepsionis itu segera setelahnya ia menaiki lift untuk menuju kamar Anton, butuh waktu lama karena banyak orang yang menggunakan lift tersebut. Saat sudah sampai di lantai yang di tuju. Amara segera mencari kamar Ekslusif dengan fasilitas mewah, kamar itu terletak di paling ujung dengan pintu yang bercat warna emas bergaya perancis tak lupa dengan hiasan khas Bali di depan pintu.
Amara ke hotel itu sebenarnya ingin menemui orang yang mau membantunya untuk mengembangkan bisnis restorannya di pantai-pantai seluruh Indonesia dimulai dari pantai Carita, tetapi tuhan mempertemukannya dengan suami keponakannya jadi ia putuskan untuk mempersatukan keduanya lalu menikahkan secara ulang secara syariat islam. Di agama islam jika suami tak memberikan nafkah secara lahir dan batin selama lebih dari enam bulan maka dianggap bukan suami dan istri atau sudah hukum talak. (Mohon di koreksi kalo salah)
Wanita dengan menggunakan blazer biru dongker itu memencet tombol bel di depan pintu kamar Anton, saat di buka Amara melihat Anton yang menggunakan kemeja putih dengan dasi longgar warna merah dan celana hitam sembari memegang minuman. "Ada apa, Nyonya?" tanya Anton sambil memegang gelasnya.
"Aku Amara Sabrina___Bibi pihak ayah dari Risma atau Yumeko Konawa."
__ADS_1
Anton sebagai orang yang berpendidikan tak begitu saja percaya pada wanita ini.
"Aku punya bukti...," ucap Amara sambil mengeluarkan ponsel juga beberapa foto sebagai bukti. Dari situ Anton mulai menyalami Bibi Risma karena melihat Risma masalalu juga Karina.
"Baiklah, Nak bisa kita bicara?"
Anton malah mempersilahkan Amara masuk kamarnya tentu wanita tersebut menolak secara halus. "Nak aku tak mau kita terjadi sesuatu, sebaiknya kita bertemu di restoran bawah." Anton mengangguk kemudian Amara dan Anton bertukar nomer ponsel.
Amara ke lantai bawah untuk menunggu Anton sementara pria itu merapikan pakaiannya, singkatnya mereka sudah di tempat yang di tuju mereka berbincang dan rencana apa selanjutnya untuk Anton dan Risma.
"Tante maaf aku tidak tahu." Amara menatap Anton dengan senyum keibuan.
"Aku juga salah disini, karena tak tahu soal kabar keponakanku." Amara berucap dengan senyumnya.
Anton menatap Amara dengan mata yang sendu, Amara bisa merasakan betapa menyesalnya pria di hadapannya ini saat melakukan kesalahan tapi wanita itu tak bisa apapun selain membenarkan atau memperbaiki keadaan seperti barang yang rusak tak bisa kembali baru tapi masih bisa di perbaiki sama seperti keadaan yang menimpa keponakannya.
"Hati saya nampak tak percaya jika Yukita bisa berbuat sejahat itu, dengan memisahkan anak dari ayah dan suami dari istri." Jeda Amara menghelai nafas berat. "Aku tahu kalian ada masalah dalam rumah tangga tapi Yukita tak pantas berbuat seperti itu, kalian seharusnya memperbaiki hubungan kalian." Amara menurunkan kelopak matanya kemudian menatap Anton.
"Aku sudah bisa melihat cinta dimatamu," ucap Amara.
"Tapi bagaimana dengan Risma yang ingin menceraikan saya...," ujar Anton dengan suara parau.
"Anton...semua wanita jika di perlakukan seperti itu maka akan bertindak hal yang sama apalagi kalian berbeda usia hampir 12 tahun." JEDA "Risma masih muda dan labil, saat kau nikahi ia berumur 20 tahun."
__ADS_1
Amara bicara untuk menenangkan Anton sekaligus memberikan dukungan agar pria di hadapannya memperoleh hak-haknya yaitu, mendapatkan kembali keluarganya. Karina yang masih kecil membutuhkan kasih sayang seorang ayah tentu saja jika Karina sat dewasa tahu siapa yang telah memisahkan keluarganya maka yang di benci bukan hanya Yukita sang nenek tapi juga ibunya Yumeko Konawa.
"Jadi apa selanjutnya rencana anda?" tanya Anton tapi Amara hanya tersenyum lalu mengangguk dan hanya menjawab lewat Whatsaap saat di rumah.
"Tapi setelah kalian bertemu, aku harap kalian menikah secara ulang dari sini kau pasti paham, Nak."
*******************************************
Risma sedang mengajak Karina yang sedang aktifnya anak itu meskipun perempuan sangatlah Aktif sampai Risma dan berapa orang pengasuh kelelahan saat mengejar Karina berlari di pasir pantai putih yang indah, "Karina tunggu Nak kembali!" Risma terus mengejar sampai tanpa sengaja bocah itu bertabrakan dengan Harris yang sekarang menjadi tanggung jawab pimpinan perusahaan Yukita yang ada di Bali.
"Harris...," ucap Risma yang melihat putrinya menangis karena terjatuh. Sontak Risma langsung mengendong dan menenangkan putrinya.
"Yumeko bagaimana kabar kamu?" tanya Haris pada Risma.
"Aku baik, kalo kamu?" tanya Risma.
"Aku juga baik."
"Bagus deh." Risma tersenyum sampai dering ponsel Haris membuyarkan obrolan mereka. Pria itu meminta izin Risma untuk mengangkat ponselnya.
Risma masih terus menenangkan Karina yang menangis sampai seseorang menepuk bahunya tentu hal itu membuat Risma menoleh ke belakang, Risma terkejut ternyata itu adalah seseorang.
#Bersambung
__ADS_1