Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan

Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan
Bab 8


__ADS_3

Pagi ini Risma terbangun dengan mata yang berat karena semalam menangis ia menyadari kesalahannya semalam, itu memang pantas dilakukan karena itu adalah haknya.


Risma mandi di kamar mandi kecil dengan gayung setelah berpakaian dia menyiapkan dua bekal, satu untuk makan siang dan satunya untuk sarapan di kantor ia juga tidak menyiapkan sarapan untuk suaminya seperti biasanya karena masih marah dan kecewa.


Risma siap dengan berkas kantor di tangannya juga membawa tas, Anton turun dengan menggunakan jas hitam dan sepatu mengkilat aura ketampanannya terasa wajahnya yang Eropa di wariskan dari sang ibu membuatnya seperti pangeran di negeri dongeng.


Risma yang memakai pakaian formal untuk kantor ia segera memesan ojek online dengan aplikasi gojek, "Risma mana sarapannya!!? Saya lapar?" tanya Anton. Tetapi hanya di diami oleh sang istri yang menunggu ojek online di luar gerbang.


 


Anton termenung di meja makan sambil berfikir sesuatu apa yang dilakukannya sudah sangat keterlaluan pada sang istri yang tengah mengandung anaknya, tak lama ada suara panggilan masuk membuatnya terbuyar di panggilan tertulis nama Fera sang kekasih.


"Hallo, sayang ada apa?" tanya Anton di panggilan pada Fera.


"Aku perlu bicara...," ujar Fera di sebrang telepon.

__ADS_1


"Baiklah, sayang. Kita ketemu di tempat biasa."


Setelah Anton menutup panggilan ia bergegas ke garasi kemudian ke mobil untuk menemui kekasihnya Fera.


...⌐╦╦═─⌐╦╦═─⌐╦╦═─⌐╦╦═─⌐╦╦═─...


 


Risma dan rekan kerjanya di kantor sedang di sibukkan dengan kedatangan atasan baru mereka, tentu hal itu membuat mereka bergosip di sana sini.


Setelah selesai mereka di kejutkan dengan ke tangan mobil di depan perusahaan mereka semua berkumpul dan berbaris untuk melihat atasan barunya. Saat keluar tentu mereka harus menelan kekecewaan yang keluar bukan laki-laki tampan melainkan seorang wanita paruh baya berparas Jepang.


Semuanya kembali bekerja sedangkan Nyonya Konawa masuk ke ruang kerjanya yang berada di lantai paling atas dengan menggunakan Lift, ia duduk di kursi putar lalu dari dalam tasnya ia mengeluarkan sebuah foto saat ia mengendong seorang bayi perempuan yang berusia 3 bulan lalu ia membatin dalam hati.


'Yumeko, okāsan ishi ga anata o mitsukeru.' Nyonya Konawa membatin dalam hatinya seorang ibu yang sudah kehilangan putrinya selama bertahun-tahun.

__ADS_1


 (Yumeko, ibu akan menemukanmu.)


 "Kon'nichiwa, Shinjō watashi wa anata no tame ni shigoto ga arimasu." Yukita menyuruh suruhannya karena dulu Yukita adalah mantan Yakuza, bisa dilihat dari jari kelingkingnya yang sudah terpotong.


(Hai Shinjo aku punya pekerjaan untukmu)


"Dō shiyō, madamu?" (Apa yang harus saya lakukan, Nyonya?"


"Cari Putriku yang hilang." 


"Hai," ujar Shijo.


Yukita Konawa adalah seorang gadis Jepang yang datang ke indonesia untuk mencari ke senangan ia hamil oleh pria asal Indonesia, Yukita kembali ke Jepang karena ancaman dan paksaan orangtuanya dengan terpaksa ia meninggalkan putrinya dengan sang kekasih yang baru berusia tiga bulan.


Tak sampai di situ saja masalah di Jepang semakin banyak orangtuanya masing-masing selingkuh membuatnya terjerumus untuk masuk Yakuza.

__ADS_1


Sudah terlihat dari tato di tubuhnya sampai bahu, ia juga harus kehilangan jari kelingkingnya wajahnya juga sempat rusak karena ia ingin membangun hidup dari awal lagi ia membangun perusahaan lalu menikah dengan pria Jepang.


Dari pernikahannya dengan pria Jepang itu ia melahirkan putra lalu di beri nama Kojiyama, setelah kematian sang suami karena terkena runtuhan gempa bumi ia memutuskan mencari anaknya yang berada di Indonesia.


__ADS_2