Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan

Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan
Bab 28


__ADS_3

Risma masuk ke kamar ibunya, dia ingin ibunya menjelaskan semuanya padanya. "Okaasan jelas 'kan semuanya?"


"Apa maksudnya Yumeko?! kenapa kamu bertindak tak sopan dengan masuk kamarku tanpa izin!!!" maki Yukita melihat kelakuan putrinya yang amat tak ada sopan santunnya.


"Aku tanpa sengaja mendengar percakapan Okaasan dengan Hisako."


Yukita langsung mengepalkan tangannya tanda tak tahu apa yang harus dilakukan, "Yumeko aku melakukan itu semua demi kamu dan juga Cucuku!" ucap Yukita.


"Okaasan ini keterlaluan," ucap Risma.


"CUKUP YUMEKO!!! SEKARANG KELUAR DARI KAMARKU!!" bentak Yukita yang membuat Risma terperanjat kaget.


Risma langsung keluar kamar ibunya dengan menggeser pintu bambu itu, setelah kepergian putrinya Yukita Konawa kemudian mengeluarkan sesuatu dari balik lemari kayu. Wanita Jepang itu membuka baju kimono yang melekat di tubuhnya memperlihatkan tubuh telanjangnya dengan penuh tato. (Bisa cari di google jika gak tahu tato Yakuza, yang hampir seluruh tubuhnya penuh tato)


Yukita Konawa melihat di cermin ia mengenang masa mudanya yang menjalankan misi tapi gagal sehingga mengakibatkan jari kelingkingnya di potong.



Yukita Konawa, terlibat Yakuza saat umurnya menginjak 20 tahun sesudah ia melahirkan Risma. Dia menarik nafas dalam kemudian ia menjadi ingat saat di rumah sakit ia sempat melempar surat cerai ke wajah Anton.


Flashback in hospital


"Ini!!" ucap Yukita sambil melempar kertas ke wajah Anton.


"Itu adalah surat cerai. Ceraikan putriku dan aku tak akan mengganggu hidupmu lagi jika kau merasa putriku sebagai rasa malu!!!"


Anton mengambil surat itu kemudian menyobeknya sampai menjadi bagian-bagian kecil lalu melempar balik ke wajah ibu mertuanya.


"Dengar, Nyonya Konawa yang terhormat! Aku tak akan menceraikan istriku dan tak akan aku biarkan anda mengambil putriku Karina!" ucap Anton sambil menyeringai ke wajah mertuanya.

__ADS_1


Anton kemudian pergi tapi kata-kata Yukita Konawa mampu membuatnya berbalik arah. "Apa kau ingat penderitaan yang dialami putriku, karena ulahmu!" ucapnya.


Mereka saling berdebat satu sama lain sampai Kojiyama yang baru datang berlari menghampiri keduanya untuk melerai.


"Okaasan!! Kak Anton!! Cukup!!" ujar Kojiyama memisahkan keduanya.


"Apa yang kalian lakukan? apa masalahnya?"


Kojiyama melihat sobekan kertas di bawah kaki mereka pas di selidik lagi itu surat cerai, "Okaasan." Yukita mendapatkan amarah dari putranya.


"Aku tak akan sudi menceraikan Risma!! Karena Risma hanya milikku!!" ujar Anton sambil menunjuk wajah Yukita kemudian pergi memasuki kamar Istrinya.


Kojiyama menatap ibunya dengan mata itimidasi. "Demi tuhan kenapa okasaan tega melakukan itu pada saat keadaan sedang seperti ini!!!" maki Kojiyama.


"Aku melakukan ini demi kebaikan putriku!!"


"Apa Okasan pikir bagaimana jika keponakanku di pisahkan dari ayahnya!! apa Okasan tega melihat keponakanku di rawat oleh orang tua tunggal."


"Aku paham perasaan okasan, tapi tolong Karina jangan di jadikan Risma yang kedua."


Kojiyama langsung pergi demi menenangkan diri, Yukita amat tak menyangka Kojiyama sama sekali tak ada di pihaknya ia amat kecewa pada putranya karena sudah bersikap netral.


Flashback off


Yukita langsung berhenti melamun tatkala ia mendengar ponselnya berdering itu adalah panggilan untuk Tuan El Deanon.


"Halo."


"Iya malam ini, aku akan atur pertemuan mu dengan keponakanku Hisako."

__ADS_1


"Baiklah, selamat siang."


Yukita menutup ponselnya ia segera memakai bajunya kembali, kemudian menaruh samurainya di lemari kembali lalu menemui Hisako untuk memberitahukan jika ia akan di tunangkan dengan pengusaha asal Perancis, ini semua demi ambisi Yukita.


"Apa!!! Dijodohkan!!" teriak Hisako yang terkaget.


"Ini semua demi kebaikanmu."


"Okasan aku tidak setuju jika sepupuku menikahi pria kurang sopan itu."


Tiba-tiba Risma masuk dengan marah, "apa yang kau tahu?!" bentak Yukita pada putrinya.


"Okaasan apa yang ingin kau jodohkan adalah Tuan El Deanon, Emannuel dilson El Deanon?"


Yukita membulatkan mata bagaimana ia tahu dengan nama pria yang akan di nikahkan oleh Hisako, padahal perjodohan ini bersifat sangat rahasia.


"Bagaimana kau tahu?"


"Aku bertemu dengannya di tempat wisata saat mengajak putriku jalan-jalan."


Hisako langsung setuju dengan usul Risma lantaran yang ia dengar keluarga El Deanon mempunyai reputasi yang buruk meskipun kaya raya, sontak Yukita langsung mengamuk dengan melemparkan barang ke tembok. Tentu hal itu membuat Risma dan Hisako terperanjat kaget.


"Cukup perjodohan ini akan berlangsung!!!" Jeda "siapkan dirimu malam ini!!" setelah puas Yukita pergi dari ruang tamu menuju kamarnya ia amat marah lantaran perintahnya diabaikan.


"Yumeko aku takut," keluh Hisako.


Risma memeluk sepupunya itu berusaha memenangkannya, ia tak mau jika sepupunya bernasib sama dengan dirinya, yaitu pernikahan paksa.


Dia juga tahu dari Kojiyama saat di rumah sakit jika Salsa di jadikan simpanan oleh ayahnya Tuan El Deanon yang artinya Salsa menjadi simpanan pria berumur hampir 70 tahun lebih, Risma yang mendengarnya bergidik ngeri.

__ADS_1


Tak bisa ia bayangkan hidup bersama dengan tua bangka meski dalam kemewahan, Risma juga meminta adiknya yaitu Kojiyama agar tak memberitahukan pada Anton dan teman-temannya karena takut keadaan semakin kacau.


#Bersambung


__ADS_2