
Hisako berfikir mencari cara untuk kabur dari cengkraman Yukita dan Emmanuel yang sepertinya haus akan kuasa. "Kita siapkan jet pribadi, bawa keponakanku ke Paris." Yukita Konawa menyarankan agar Emmanuel segera membawa Hisako ke Paris.
"Itu terlalu berbahaya, Mrs. Konawa." Jeda "kita sekarang menjadi buronan di Java island." Pria itu menghembuskan nafas lelah karena sikap Yukita yang sembrono membuat bisnis gelap mereka hampir terungkap beruntung Kojiyama menjadi pelindung dan ada di garda depan untuk melindungi sang ibu.
"Lalu bagaimana dengan putrimu," ujar Emmanuel.
"Soal dia aku akan pikirkan nanti." Yukita Konawa mengambil rokok lalu menyalakannya.
"Jadi apa rencanamu?" tanya Yukita menyembulkan asap rokoknya ke udara.
"Pertama aku akan membawa calon istriku di Paris, dan dirimu sembunyikan diri terlebih dahulu karena Polisi sedang menjadikanmu buronan."
Pria berparas Perancis itu berlalu meninggalkan Yukita yang sedang merokok, mereka tak sadar jika pembicaraannya di dengar oleh Hisako yang berpura-pura pingsan. Yukita Konawa melepaskan Hisako lalu menidurkannya di sofa.
"Kau sudah ku dapatkan, tinggal anak dan cucuku yang belum aku dapatkan. Kalian akan membuat reputasiku menyebar luas ke seluruh dunia." Kemudian Yukita Konawa berdiri keluar ruangan sambil melanjutkan merokok.
Hisako terbangun berusaha mengirim sinyal darurat kepada Kojiyama lewat ponsel yang jadul.
---------------------------------------------------------------------------------------------------
Kojiyama dan Gani mendapatkan laporan jika Hisako di culik terlihat dari para bodyguard yang berhasil di lumpuhkan, Kojiyama menyadari ia mendapatkan sinyal darurat dari ponsel jadul milik sepupunya. "Ichiro apa yang terjadi?" tanya Kojiyama.
Ichiro menjelaskan semuanya pada Kojiyama dan Gani yang sudah terbaring di tanah, mereka hanya menemukan ponsel pintar yang rusak dan kalung yang di kenakan Hisako.Kojiyama memejamkan matanya tanda sudah muak dengan kelakuan ibunya.
"Siapa yang nyulik Hisako?" tanya Gani.
Kojiyama mendapatkan sinyal darurat dari ponsel jadul milik sepupunya lalu ia menyiapakan senjata dan para bodyguard, "ini ulah El deanon!" ucap Kojiyama. "Bajingan itu!" umpat Gani kesal lantaran Emmanuel adalah ayah biologis dari calon anak Lisi. Gani yang sudah terlanjur emosi ia bersumpah akan memenggal kepala Emmanuel.
Gani dan Kojiyama yang sudah solid menaiki mobil diikuti oleh para bodyguard termasuk Andria yang tak ingin wanita di cintainya menikahi keluarga mafia tersebut. "Hisako aku akan menyelamatkanmu." Andria membenarkan pistolnya.
Sesuai sintyal darurat yang di kirimkan oleh Hisako mereka turun di rumah mewah dan berhasil membobol gerbang pertahanan, para ganster sudah berhasil di lumpuhkan oleh dua aliansi. Ketiga pria itu mengangguk kemudian sepakat untuk berpencar mencari keadaan Hisako.
Para Bodyguard mengikuti tiga pria itu, mencari keadaan gadis yang amat di cintai pria berparas Canada. Sungguh perjuangan yang luar biasa tiga aliansi bersatu demi menyelamatkan satu orang gadis dari tangan para mafia. Saat itu Gani berhasil menemukan Yukita Konawa yang sedang melepas baju dan tubuhnya di penuhi tato.
"Okasan!" Kojiyama.
__ADS_1
"Konawa!!" ucap Gani yang berhasil menangkap Yukita.
Tinggal Andria yang sedang berjuang mencari keberadaan gadis yang di cintainya.Pria berparas setengah Canada itu mendengar suara gadis yang menolak. "Aku mohon jangan Emmanuel!" tolak Hisako pada Emmanuel dan Andria yang tak terima mendobrak pintu ruangan.
Emmanuel memaksa Hisako melakukan adegan yang tak pantas sama yang pria keji itu perbuat pada Lisi. Emmanul langsung menodongkan senjata dan membawa Hisako. "Mundur atau dia akan mati!!" Emmanuel bicara tapi Hisako yang di besarkan oleh Yakuza secara diam-diam ia belajar bela diri.
Hisako mengigit tangan Emmanuel dan menginjak kakinya dan berhasil menghempas senjata yang di genggam Emmanuel ke Lantai, sontak Hisako langsung menghambur ke pelukan Andria.
"Andria aku takut." Andria menciumi wajah Hisako yang membuat Emmanuel terbakar api cemburu sontak pria itu ingin kembali meraih senjatanya tapi tangannya di injak oleh Gani.
Emmanuel mendongkak wajahnya kemudian kaget saat Gani menginjak tangannya, "senang bertemu denganmu denvil." Sontak Gani langsung menendang wajah El deanon dengan kesal yang mampu membuat wajahnya di penuhi lebam.
Gani menarik kerah pria yang sudah menghancurkan masa depan Kakaknya kemudian tak segan memukulinya secara brutal saat Emmanuel ingin Gani jatuhkan dari atas balkon Kojiyama menahannya. "Gani tenang, kau bisa di penjara karena membunuh turis." Kojiyama bicara menenangkan Gani.
"Bunuh saja karena dia biang kerok dari semua masalah!" ucap Andria memanasi suasana agar El deanon segera di bunuh.
"Kita akan serahkan mereka semua termasuk my mother dengan polisi." Jeda "aku sudah menelpon polisi ayo sekarang kita ringkus mereka." Saran Kojiyama yang mereka angguki lalu mereka meringkus dua mafia itu agar tak membuat onar lagi.
Saat para polisi datang mereka meringkus dua mafia itu, "Pak polisi sebentar." Kojiyama menghentikan sebentar saat polisi itu ingin membawa ibunya. "Ada apa Pak Konawa?" tanya petugas polisi itu.
"Silahkan tapi jangan lama," ucap Polisi itu.
"Okasan aku sudah tak mau lagi membantumu, aku lelah dengan sikapmu," Kojiyama bicara tapi Yukita Konawa yang kecewa dengan putranya malah meludahinya.
CUIH!!
"Aku menyesal pernah melahirkanmu!!" maki Yukita Konawa lalu wanita Jepang itu di bawa masuk ke dalam mobil untuk di proses hukum.
"Kojiyama!" Gani menepuk pundak Kojiyama untuk menguatkan pria malang itu.
"Sekarang kita kembali." Kojiyama masuk ke dalam mobil dan Hisako bersama Andria.
Gani puas bisa memukuli El deanon lantaran amarhnya pada pria itu yang sekarang menjadi musuh bebuyutan, Gani tak sabar memberitahukannya pada Lisi kakaknya.
*
__ADS_1
*
*
*
*
*
*
Risma sedang duduk di pangkuan Anton tak segan pria itu menciumi bahu istrinya, "Anton lepaskan aku!!" berontak Risma. Tapi Anton dengan permintaan konyolnya mengatakan yang membuat Risma kesal. "Berikan aku anak laki-laki, setidaknya satu anak lagi," pinta Anton sambil menyandarkan dagunya yang di tumbuhi bulu halus menyandar di bahu Risma.
Sontak Risma merasa ngilu dan geli di area bahunya, "Karina tak akan ke sepian, Lisi akan memberikannya adik." Risma bicara mematahkan argumen yang membuat Anton semakin memeluk Risma. "Aku mau anak darimu satu lagi." Anton meminta dengan seenak jidatnya.
"Anton tidak sekarang kead---" belum sempat Risma bicara Anton menciumnya. "Kita bikin anak di rumah sakit." Risma berusaha keluar dari kukungan suaminya lantaran, Anton akan melakukan hal gila. "Anton ada mama!" Risma langsung berhasil melepaskan diri.
Lantaran tipu dayanya berhasil gadis 23 tahun itu berlari sedangkan putri mereka tidur karena efek obat bius. ANton mengejar istrinya lantaran ia amat gemas pada istrinya yang kecil dan muda. Saat Anton berhasil menangkap Risma, Pria itu mengikat tangan istrinya mengenakan dasinya.
"Kau mau lari kemana?" tanya Anton sambil memojokan tubh kecil Risma di tembok, tangan Anton mengelus paha istrinya lalu kedua tangannya mencubit gemas kedua pipi istrinya.
"Uuuuh imutnya." Anton mencapit kedua pipi istrinya lalu keluar kamar dan meninggalkan dasinya yang masih terikat di tangan istrinya.
"Anton lepaskan tanganku dulu!!" Jeda "Dasar tak punya hati nurani!" Risma bingung sampai ia berfikir melepaskan dasi yang Anton ikatkan di kedua tanganya.
"Aku bisa lepaskan asal kau menuruti keinginanku!" Anton masuk lalu menarik turunkan alisnya.
Anton tersenyum kemudian ia tercetus satu ide agar bisa mengelabui istrinya, Risma mengakat satu alisnya heran lantaran suaminya yang mesum. "Anton aku akan memukul kepalamu dengan sepatu hak tinggiku!!" ucap Risma dengan kesal.
Anton lalu memojokan istrinya kemudian mendudukan istrinya di meja, "dasar om-om mesum!" maki Risma.
"Demi bisa bikin anak 'kan harus mesum!" Anton menggoda sambil mencolek dagu Risma.
#bersambung
__ADS_1