Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan

Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan
Bab 32


__ADS_3

Siang ini Risma memakai pakaian tebal untuk menuju jet pribadi ia menghembuskan nafasnya karena akan meninggalkan Jepang, ia memakai Karina pakaian tebal dengan memakai kupluk yang membuat nak usia tiga tahun itu nampak lucu dan menggemaskan. Risma tak membawa barang apapun termasuk Yukita ia hanya membawa Karina bersamanya lalu masuk ke dalam mobil dikawal dengan para bodyguard dan gangster Yakuza yang di bawah komando Yukita.


"Selalu hubungi aku, Yumeko." Hisako capaka-capiki dengan sepupunya kemudian memeluknya, sedangkan Karina sedang di gendong oleh Yukita dalam keadaan tertidur. "Tolong bantu aku membatalkan perjodohan dengan pria brengsek itu," mohon Hisako dengan sangat pada sepupunya.


"Aku sedang usahakan, kau tenang saja pria bermuka dua itu tak akan menikahimu." Risma bicara demikian karena ia sudah memiliki ide agar Hisako tak menikahi Emmanuel El Deanon pria yang secara jelas berlatar belakang tidak baik meskipun kaya raya.


Setelah itu Risma dan Hisako saling berpisah lalu masuk ke dalam mobil.


Mobil yang di kendarakan mereka sudah sampai di jet yang ada di tempat luas yang pasti milik Yukita, Risma memasuki Jet dengan mengendong Karina yang masih terlelap, dia akan ke Bali atau Barito.  Risma menghembuskan nafasnya ia akan menginjakan kaki dimana tanah kelahirannya hatinya pedih tatkala harus mengingat rasa sakit yang Anton berikan dan teman-temannya. Risma juga secara diam-diam memantau keadaan Fera yang terserang penyakit kelamin, itu sama saja Fera termakan ucapannya sendiri waktu itu gadis tersebut pernah menghina Risma dengan demikian tapi tuhan maha adil semuanya berbalik pada Fera Covrev.


 


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


Anton sedang berkumpul bersama sahabat-sahabatnya di cafe langganan mereka mencari tahu keberadaan Fera dan Salsa yang tak di ketahui dimana, "Anton gua udah tahu lokasi dimana istri lu." Tentu saja perkataan yang baru saja di lontarkan oleh Axel Herguez membuat Anton menyembur cappucinonya.


"Serius lu Xel?" tanya Andriaa yang meyakinkan lagi.


"Dua rius, gua tahu dari Han----" ucapan Axel menggantung lalu ia mengalih kalimatnya. "Tahu dari Han, apa?" tanya Anton sambil mengernyitkan keningnya. "Gua tahu kalo istri lu lagi ada di Bali, karena gua ada temen yang bisa hack." Axel bicara yang membuat Anton dan Andriaa berpandangan curiga.


"Karina Papamu akan datang," ujar Anton tak sabar ingin melihat putrinya yang berusia lebih besar. Pria itu langsung menelpon suruhannya. "Hallo, Bill aku minta padamu cari wanita yang bernama Yumeko Konawa dan awasi dia." Anton menyetir sambil menaruh benda pipihnya itu di telinganya. 'Baik tuan saya akan cari tahu dari sekarang.' Setelah itu Anton mematikan ponselnya untuk fokus menyetir.


*************************************


 


 

__ADS_1


 


 


Risma menari nafas panjang lantaran ia merasa bosan tatkala di tinggal ibunya berbisnis, hanya tinggal di Apartement sewaan untuk menghindari pelacakan. Risma meminum kopi sambil mengarah menatap deburan pasir dan ombak laut ia meminum kopi karena selama di Jepang ia belum pernah sekalipun minum kopi. Tak lama lamunannya terbuyar tatkala seorang anak kecil menarik gaun yang ia kenakan itu adalah Karina yang sudah mulai fasih bicara dua bahasa Jepang dan Indonesia.


"Mama...," ucap bocah itu kepalanya masih botak dan belum numbuh rambut. Risma dengan gemas mengendong putrinya kemudian menciumnya.


"Apa...sayang, Karin mau mam?" tanya Risma menaruh kopinya. Karina yang polos hanya menganggukkan kepalanya sambil mengemut jari-jarinya yang mungil. Risma langsung menghentikan Karina untuk mengemut jari-jarinya lantaran banyak kuman.


"Karin gak boleh **** jari lagi, banyak kuman nanti sakit gimana?" ucap Risma. Karina tertawa sambil menggoyangkan kedua tangannya ke depan atas dan bawah sambil tertawa. Risma mencium putrinya dengan gemas tapi Karina menunjuk-nunjuk keluar seolah isyarat ia ingin keluar jalan-jalan.


Risma tahu isyarat putrinya ia menari nafas hatinya tak mau menolak keinginan Karina tapi sang ibu melarang untuknya keluar rumah, akhirnya ia menelpon Yukita Konawa yang sedang meeting.


"Aduh gak di angkat lagi!" dengus Risma sambil mengendong Karina. "Karin nanti aja ya, jalan-jalannya setelah Obaachan pulang." Tapi Karina yang memberontak dan terus menangis membuat Risma mau tak mau harus berbuat sesuatu. Akhirnya ia menyuruh salah seorang pelayan yang bekerja di apartemen untuk mengatakannya pada sang ibu dengan alasan Karina yang rewel.


"Hai, serahkan padaku Nona Konawa." Pelayan itu melakukan Ojigi atau membungkukkan tubuh. Risma segera keluar dari Apartemen dengan menggunakan celana hitam bahan dengan kardigan pelangi  sambil mengendong Karina yang akhirnya diam. Risma mengajak putrinya ke taman The Blooms Garden hamparan warna warni bunga juga berbagai spot menarik. Salah satunya kincir angin seperti di yang ada di Belanda, memang sangat cocok untuk Karina yang sedang aktifnya.


Karina di ajak Risma untuk melihat bunga ia mencium aroma bunga. "Karina Jangan...," ucap Risma menghentikan putrinya ingin memetik bunga, "nanti bunganya sakit, bunga bisa merasakan sakit juga Nak." Risma menjelaskan pada putrinya. "Yaudah ayo kita jalan-jalan lagi, Karin mau es krim?" tawar Risma agar putrinya tak menangis.


"Iya." Karina langsung di gendong oleh sang ibu menuju penjual es krim lalu memakan es krim saat sedang berjalan untuk mencari tempat duduk tanpa sengaja Risma bertabrakan dengan seorang wanita yang usianya tak jauh dari ibunya.

__ADS_1


"Oh, maaf saya---" ucapan Risma terputus tatkala yang ia lihat adalah Bibinya atau adik sang ayah. "Tante Amara?" tanya Risma. "Risma?" Mereka saling melihat kemudian mencari tempat duduk untuk berbincang. "Tante gimana kabarnya?" tanya Risma. "Aku baik sayang," ujarnya. "Ini pasti Karina? Risma maafkan saya karena tak tahu tentang kabar kamu, suami kamu mana." Jeda "yaudah ayo kita cari tempat duduk dulu."


#bersambung


__ADS_2