
Tubuh Risma di seret ke hadapan pria berjas hitam yang sedang duduk di kursi putar sambil membawa wine di tangannya, lalu menyesapnya sambil menatap wanita hamil yang di bawah kakinya.
“Yumeko Konawa,” kata pria itu berdiri dari kursi putarnya mendekati wanita malang itu.
Risma langsung terduduk dan meringkuk ketakutan, “siapa kamu?” tanya Risma. Levino semakin beringas menatap wanita malang itu, sambil menyentuh dagunya, Risma langsung menepisnya kasar ia tak akan sudi jika pria lain menyentuhnya selain Anton.
Dia bersumpah sejak awal menikah hanya Anton yang boleh menyentuhnya, “Apa maumu?” tanyanya sekali lagi.
“Kamu putri dari Yukita Konawa tentu di dalam perutmu ada cucunya kamu akan menjadi mangsa yang enak.”
Risma menatap tajam pria di hadapannya ini, ia benar-benar tak suka jika banyak teka-teki dan banyak rahasia. “Katakan ke intinya?!” ujar Risma dengan tajam, “Aku menginginkan sesuatu dari ibumu oleh karena itu kamu akan aku jadikan sandra!” jelasnya. “Bawa dia ke ruangan yang sudah aku siapkan!” perintahnya.
Risma yang sudah lemah hanya pasrah tatkala tubuhnya di Tarik paksa oleh kawanan mafia ini, malang sekali nasib Risma seorang gadis yang tidak tahu apapun harus kena api yang ibunya nyalakan.
Risma di ruangan gelap yang sepertinya ini gudang, ponselnya juga tertinggal di rumah Risma membelai perutnya tubuhnya bergetar karena ketakutan. “Anton tolong aku, aku takut.” Risma menangis karena ketakutan.
***
Anton dan Bill sedang bicara tentang Risma, Bill berhasil menemukan informasi dalam hitungan jam. “Tuan, Istri Tuan sudah di temukan ini tempatnya saya sulit menjelaskannya. Akan lebih baik saya kirim lewat Whatsaap,” jelasnya.
“Cepat kirim sekarang, nyawa istri dan anakku dalam bahaya!” perintah Anton pada Bil.
“Ok, Tuan.”
Billy mengirimkan foto dan alamat sharelock tempat berada Risma di sekap, “gua bakal telepon adek ipar gua.”
Anton mengeluarkan ponselnya menelepon Kojiyama, pria Jepang itu ternyata sedang mencari kakanya lewat hacker sudah ada orang yang dia sewa hampir sepuluh orang tapi juga belum menemukan keberadaan kakaknya.
“Hallo.”
“...”
“Gua udah nemu keberadaan kakak lu,” jelas Anton di telepon.
“...”
“Gua udah kirim lewat Whatsaap,” lanjut Anton.
__ADS_1
“Kita ketemu di rumah gua, gua udah telepon Tante Amara dan Gani ama gua bakal tungguin lu di rumah.”
“...”
Anton mematikan ponselnya segera setelahnya Anton dan Gani pulang ke rumah, dengan mengajak serta Billy. “Bajingan gua bakal bunuh mafia itu!!” ucap Anton sambil memukul setir.
“Bang bisa gak lu jangan ke bawa emosi!!” ucapan Gani malah membuat Anton semakin panas.
“LU bisa diem gak!! Gak tahu apa gua lagi emosi!!” maki Anton.
“Cukup!!” lerai Billy.
“Tuan ayo cepat lajukan mobilnya kita harus menemukan Nyonya secepatnya.”
Anton menyetir mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata karena emosi. “Bang lu kalo mau mati jangan ajak gua!! Gua belom kawin!!” kata Gani, “berisik lo!!” maki Anton.
Saat dalam perjalanan di depan rumah Anton seorang wanita sedang lari pagi dengan menggunakan cadar membawa anak-anaknya, salah satunya sepertinya Anton kenal.
Di lihat dari dekat ternyata ada Karina, Pria berparas separuh Italia itu langsung turun dari mobil menuju ke arah wanita bercadar tersebut memastikan apakah itu putrinya atau bukan.
“Hallo, Bu. Maaf ini---” belum sempat Anton menyelesaikan kalimat ia amat terkejut lantaran ini adalah Salsa, sahabatnya menggunakan cadar hitam.
“Anton ini gua! Gua bawa anak lu kesini selama ini anak lu di bawa ama Yukita!” jelasnya, “yaudah ayo masuk dulu!” ujar Anton. “Karin ayo!” lanjut Anton lalu memeluk sambil menggendong Karina.
Anton menciumi putrinya sambil memeluk. “Kamu kemana aja, Nak?” ucap Anton. “Karin selama ini sama Sobo,” kata Karina dengan polos. “Yukita Konawa!!” ucap Anton dengan suara geram.
Seolah rasa Hormat Anton kepada ibu mertuanya itu hilang karena sikapnya selama ini sudah membuatnya menderita, “kenapa Yukita sangat membenciku?” batin Anton. “Gani setir mobil masukin ke garasi,” perintah Anton.
****
Risma terbangun lantaran wajahnya di siram air oleh anak buah Levino, “bangun ibumu jam sembilan pagi ingin datang menukarmu dengan sesuatu yang aku inginkan.” Levino mengikat tangan Risma dengan menggunakan tali.
“Ayo!!” ucap Levino mendudukan Risma di depan rumah sambil menunggu Yukita Konawa.
Yukita Konawa datang sambil membawa sekutu mafianya Kartel Sinoloa dan Mafia di pimpin oleh Emmanuel, Levino bertepuk tangan lantaran ia sangat gembira rencananya hampir berjalan dengan mulus.
“Serahkan yang aku inginkan?” ucap Emmanuel pada Yukita Konawa.
__ADS_1
Salah satu pimpinan Kartel maju lalu menyerahkan koper, Levino yang licik tidak akan mudah percaya begitu saja. “Buka kopernya! Jangan kau pikir aku ini bodoh atau,” ucap Levino sambil menodongkan pistol di kepala Yumeko yang tengah mengandung.
“Tolong jangan sakiti putriku,” mohon Yukita lalu membuka isi kopernya yang berisi sebagian besar data.
Saat ingin menyerahkan tiba-tiba sekolompok Mafia dari belakang menembakan peluru membuat sebagian besar anak buah hampir tewas, “attacking!” perintah Levino lalu menarik Yumeko sambil menodongkan senjata di kepalanya.
“Bitch!!” maki Levino.
Anton datang bersama anak buahnya membawa serta Amara, juga Kojiyama. Keadaan makin kacau tatkala semuanya tak akan tersisa. DOR! DOR!
Kojiyama menembakan peluru ke atas tanda peringatan ini bukan negara mereka jadi mereka tidak bisa berbuat seenaknya, “tomaru!” ucap Kojiyama menggunakan bahasa Jepang yang artinya berhenti.
Salsa ikut dengan rombongan dan bersembunyi di bagasi mobil, wanita yang sudah dendam kepada Yukita dan Emmanuel segera membawa pistol berisi sepuluh peluru. “I will kill both of you who have ruined my life!” tekad Salsa sambil membawa pistol artinya; (Aku akan membunuh kalian berdua yang telah menghancurkan hidupku).
Mereka semua sedang berbicara lalu Salsa yang dendam dengan mengenakan cadar berhasil menembak dada Emmanuel membuatnya memegang dada, “who did this!!” maki Yukita karena sekutunya di serang. Artinya; (siapa yang melakukan ini!!).
“Beraninya kau menyerang sekutuku!!” ucapnya lalu menembak kaki Levino.
“Okasan nanishiteruno!? Shoko ga nai!?” ucap Kojiyama dengan marah. Artinya; (Ibu, apa yang kamu lakukan!? Tidak ada bukti!?).
Anak buah Levino yang tidak terima langsung menembak Yukita dengan pistol. “OKASAN!!” ujar Risma.
Yumeko Konawa atau Risma melindungi Ibunya dengan menjadi tameng, tapi malang yang kena peluru adalah Risma saat di lepaskan oleh anak buah Levino di bagian pinggang dan punggung membuatnya tak sadarkan diri, “YUMEKO!!” jerit Yukita dan Kojiyama.
“RISMA!!” jerit Anton dan Amara secara bersamaan.
Salsa yang melihat Risma tertembak karena ulah dirinya yang membuat tempur langsung terkesiap ia ingin berlari dan mengaku jika dia yang menembak Emmanuel tapi malah ia urungkan karena takut, “Bang bawa Kakak Ipar ke rumah sakit sekarang!” ucap Gani.
Anton langsung membopong tubuh Risma untuk ke rumah sakit, “sayang bertahan...aku mau kamu kuat,” ucap Anton duduk di bangku belakang mobil sedangkan Gani menyetir. Risma menyentuh pipi Anton lalu memejamkan matanya.
“Sayaaang,” kata Anton dengan Panik.
“Gani cepetan, Risma udah gak sadarin diri!!” ucap Anton pada Gani dengan panik.
Anton memeluk istrinya ini semuanya salahnya seandainya sejak awal ia tidak menyalakan api sejak awal pasti ini semua tidak akan terjadi, sekarang ia akan berusaha memadamkan api ini karena ia tak mau anak atau istrinya menjadi korban lagi.
“Sayang bertahan, aku gak mau kamu pergi!!” ujar Anton menangis sambil memeluk istrinya yang di bagian perut sudah penuh dengan darah dan wajah Risma pucat. Seluruh tubuh dan badan Risma sudah di penuhi darah karena peluru di tambah di bawah sana perutnya sangat sakit juga ada darah.
__ADS_1
#Bersambung