
Pagi ini Risma sedang di rias oleh perias yang sudah di pesan oleh keluarga Anjaya sedangkan persiapan akad sudah di siapkan oleh Kojiyama Konawa, Risma di kamar Anton terdiam menatap cermin rias dengan cahaya lampu hatinya tak merasa deg-deg 'kan melain rasa takut karena trauma.
Hisako masuk ke dalam kamar dengan mengenakan gaun berwarna ungu yang sudah di beli saat bersama dengan Lisa dan Lisi di mall milik keluarga Anjaya. Risma terbuyar karena masih diam saat perias sedang menempelkan satu persatu mekeup.
"Aku tahu perasaanmu Yumeko," ucap Hisako sambil menyentuh pundak sepupunya.
Risma memakai kebaya putih dan kain batik, kepalanya mengingat kejadian saat pertama kali meniha dengan Anton, "percayalah semua akan membaik." Jeda "Jika mereka itu macam-macam padamu, aku akan masukan ke dalam karung lalu akan aku lempar ke kandang harimau."
Lelucon yang di keluarkan Hisako mampu mencairkan suasana dan mampu membuat Risma tertawa kecil juga periasnya ikut tertawa, suara gadis kecil masuk kamar menggunakan gaun berwarna putih dan hiasan kepala yang serasi dengan kebaya yang di kenakan oleh ibunya.
"Mama!! Tante!! lihatlah gaunku!!" ucap Karina yang berlari mendekat.
"Iya sayang tolong jagan di ganggu biar Mama di rias dulu ya." Hisako bicara.
"Apa aku terlihat seperti princess 'kan?" tanya Karina dengan percaya diri.
"Astaga!! Karina hiasan rambutmu berantakan sini biar aku yang rapikan." Hisako mengajak Karina ke sofa mengambilkan sisir dan merapikan rambut keponakannya lalu memakaikan hiasan kepala.
*
*
*
*
*
*
Anton di hotel milik keluarganya sedang di pakaikan tuxedo hitam dengan peci hitam kali ini, pria setengah Italia itu sedang mondar-mandir tak jelas karena rasa gugup. "Anton lu ngapa sih?" tanya Andria dengan sewot. "Au lu duduk napa?!" timpal Axel.
"Gua gugup tahu!"
"Yaelah lu 'kan juga pernah nikah juga ama Risma." Axel bicara tapi Hanna menyuruh Axel keluar daripada bicara yang tidak perlu.
Kojiyama dan Gani sedang menyiapkan bodyguard dengan senjata api di masing-masing orang. "Kalian jaga pernikahan ini! jangan sampai kacau!" perintah Kojiyama pada seluruh anak buahnya.
"Hai." Mereka semua melakukan Ojigi.
Gani mendekati Kojiyama. "Ada apa Gani?" tanya Kojiyama dengan heran.
"Aku takut dengan nyokap lu yang---"
"kita selalu waspada aja, gua juga udah nyebarin bodyguard dengan senjata api. Kalo lu gimana?"
"Gua juga udah." Gani bicara saat sedang asyiknya bicara seorang gadis tanpa sengaja menabraknya.
"Maaf mas--"
__ADS_1
"Eh Mbak gak----"
Ucapan masing-masing keduanya terhenti sampai mereka memandang dan raut kesal lebih mendominasi. "Lo!!" ucap keduanya serempak. "Ngapain lo disini!!" maki Gani.
"Wajar gua kesini!! ini 'kan wedding sepupu gua!!" maki Siska tak terima.
"Siska kamu udah dateng, harusnya kamu 'kan sama Yumeko." Kojiyama.
"Aku kesini aja." Siska nampak genit dengan Kojiyama.
"Eh!! bocah!!" gentak Gani pada Siska. "Masih kecil gatel banget, kencing aja belom lurus!!"
"Eh!! gak ngapa yang penting gua berusaha menghilangkan status jomblo dari pada lo!!" ucap Siska yang tak mau kalah.
"Apa!!" tantang Gani sambil berkacak pinggang.
"Tampang doang bule, tapi kagak laku-laku!!" uacap siska di akhir kalimat sambil memonyongkan bibirnya.
"Emang lo udah punya pacar!!"
"Udah dong 'kan gua ibu dari anak-anaknya Kojiyama," ucap Siska sambil menyenggol genit Kojiyama.
"Wihh emang dia mau ama lo!!" tanya Gani mengejek.
"Mau dong!! masa tampang kaya Mackenzie Foy gini kagak ada yang mau!! Uek." Siska menjulurkan lidahnya.
"Ueks!! mual gua dengernya." Gani bicara Kojiyama hanya diam sambil menyimak perkelahian antara keduanya.
"Ayo bang Jepang." Kojiyama tak menolak saat Siska mengamit lengannya. "Ayo!" Kojiyama karena tak enak hati menolak ajakan sepupu kakaknya.
"Tampang boleh kaya bule, hidung mancung, kulit putih, tapi mulutnya penuh kaya cabe."
"Waduh gua di ruqyah ama bocah kemarin," ucap Gani dengan kesal dan meledek.
"Iya biar aura gelap lu nutupin muka lu yang menurut lu tamvan itu ilang!!! Uek," ucap Siska setelah itu Siska langsung pergi ke dalam sambil mengamit tangan Kojiyama.
"Woy Koji!! kena pelet apaan lu?! bisa nempel ama tuh onde-onde!!" Gani bicara karena para tamu undangan belum terlalu rame.
Siska malah mengeluarkan jari tengahnya, "Wah songong gua di **** kin!!" Gani kesal dan tak terima.
Lisa yang melihat Kojiyama sedang bergandengan tangan dengan anak berumur 18 tahun tampak cemburu dan tak suka, sampai memejamkan matanya. Para tamu berkumpul duduk melihat acara akad nikah Anton memakai tuxedo hitam duduk di depan penghulu.
Dari arah ruangan Risma sambil di gandeng oleh Amara dan ekor gaun pengantinnya di pegang oleh Hisako, mereka duduk berhadapan untuk mengucapkan akad nikah di depna penghulu Karina duduk bersama Siska dengan di pangku.
Risma dengan wali hakim karena dari pihak ayah tak ada lagi saudara laki-laki yang tersisa maka wali hakim lah yang menjadi wali nikah. Tak berselang lama akad nikah selesai Anton sampai tak tidur untuk terus menghafal akad nikahnya hampir semalaman.
Hisako dan Andria bertukar tatapan lalu tersenyum, sedangkan Lisa di bakar oleh api cemburu karena melihat Kojiyama bersama Siska yang notabe nya masih bocah.
"Saya terima nikah dan kawinnya Ananda Risma Hidayat Fardiska binti Almarhum Abdul malik dengan mas kawin berupa perhiasan emas seberat sepuluh gram dan seperangkat alat solat di bayar tunai," ucap Anton Darma Anjaya.
__ADS_1
Setelah semua hadirin mengatakan sah dan berdoa, Risma dengan canggung menyalimi tangan Anton. Kali ini Anton malah mencium kening istrinya yang tak pernah dilakukan saat awal pernikahan yang lalu. Semuanya nampak bahagia kecuali Risma hatinya amat resah dan takut.
Kebahagian terpancar di wajah semua orang, Risma tak berani menatap suaminya meskipun Anton dari tadi mengembangkan senyuman dan terus menatap wajah Risma. Amara, Siska dan Hisako mengucapkan selamat kemudian Risma berganti pakaian di ruang ganti hotel milik keluarga Konawa.
Mereka berganti pakaian baik Anton maupun Risma di bantu oleh Hisako dan Amara. Tak lama para pria yang mengenakan tutupan hitam di mulut dan jas hitam masuk dengan menembakan pistol ke atas dan mencari Risma. Para pria aneh itu masuk ke tempat acara berlangsung para Bodyguard juga berhasil di lumpuhkan.
Semuanya nampak ricuh dan berlari saat itu Gani dan Kojiyama segera keluar untuk menghubungi polisi. Orang-orang misterius itu mencari seseorang. Tak lupa para keluarga Anjaya, Montegue dan Konawa yang hanya berpihak oleh Kojiyama di buat pingsan dengan melempari gas berbentuk kaleng yang membentuk asap.
Siapapun yang menghirupnya maka akan sesak nafas dan pingsan seketika.
"Ada apa di luar sana?" tanya Amara. "Siska kamu tolong periksa!" perintah Amara. "I-iya mah." Saat di buka para orang aneh itu membawa Risma dengan menyebarkan gas yang membuat siapa saja menjadi pingsan saat menghirup gas itu.
Risma pun pingsan yang masih mengenakan kebaya putihnya kabut gas yang di lempar membuat semua orang pingsan, tubuh Risma di bawa dengan mengenakan mobil mereka juga mencari Karina tapi tak ketemu ternyata bocah itu sedang bersama Anton.
Risma tak sadar dirinya di bawa dengan mobil, wanita setengah Jepang itu masih mengenakan kebaya putih dan masih dengan riasan yang sama. Saat itu pihak kepolisian terlambat datang sudah banyak korban yang berjatuhan. Anton, Andria, dan Axel juga ikut membangunkan mereka semua yang pingsan.
Kojiyama melihat apa yang terjadi ia melihat gas bentuk kaleng yang biasa di produksi di Jepang. "Apa yang sebenarnya terjadi?! mana istriku!!?" tanya Anton marah.
"Bang tadi ada segerombolan orang yang masuk terus berhasil melumpuhkan para bodyguar dan----"
"Aku tahu dalangnya!" Anton marah ia mengambil senjata api yang ada di tangan para Bodyguard yang sedang sekarat kemudian mengambil kunci mobil.
"Anton kamu mau kemana?!" tanya Clara dengan khawatir.
"Mama jaga Karina Anton mau cari istri Anton!"
"Bang gua ikut!!"
"Aku juga!" Kojiyama yang naik ke mobil sendiri di susul oleh Gani.
"Shitt!!" Anton marah sambil memukul stir mobil.
"Wanita mata sipit itu tak ada sudahnya mengusik ke kehidupanku!!" Anton mengeluarkan ponselnya lalu menepikan mobilnya.
"Halo Bill!"
"...."
"Aku butuh bantuanmu, istriku di culik saat akad berlangsung!!"
"...."
"Baiklah Bill, akan aku tunggu!"
"Risma kamu kemana setelah kita bersatu kamu pergi lagi!" Anton nampak frustasi.
Anton membanting ponselnya ke jok mobil, persetanan dengan cinta dan amarahnya semuanya menjadi satu.
#Bersambung.
*
*
*
__ADS_1