Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan

Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan
BAB 90


__ADS_3

PagI yang menampakan sinarnya, cahaya matahari masuk melalui celah jendela. Risma merasakan hawa dingin karena ini di puncak ia menyadari tubuhnya tak memakai busana. Wanita berdarah setengah Jepang itu menggigil kedinginan.


Selimut yang di gunakan bersama Anton sang suami yang juga tanpa busana, Risma langsung meringsut atau lebih tepatnya ke dalam dekapan Anton. Wanita itu memeluk suaminya dengan erat, Anton yang sudah tidak terlalu depresi lagi mendekap istrinya.


Risma merasakan leher dan bahunya di kecup oleh Anton, kulitnya yang putih porcelein seperti wanita Asia Timur raya merasakan jambang tipis saat Anton mencium leher dan bahunya. Anton menyadari suhu tubuh Risma panas dan istrinya menggigil kedinginan.


"Risma!" ucap Anton terperajat bangun merasakan suhu tubuh istrinya yang panas.


Sontak Anton langsung memakai boxernya kembali lalu memakai celana panjang terakhir kaos berbahan spandex. Anton segera membopong tubuh istrinya yang tanpa busana ke kamar mandi. "Risma!! sadar."


Anton meletakan tubuh Risma di bak panjang lalu menyalakan shower dengan air hangat lalu berusaha menyadarkan istrinya. "Risma bangun demi anak kita!" ucap Anton yang melihat Risma yang basah karena guyuran air hangat.


Tidak peduli dengan tubuh Risma yang tanpa busana juga basah, Anton memeluk Istrinya. "Anton...," kata Risma lirih lalu Anton mengusap wajah istrinya yang basah, Risma tersenyum tangannya yang kecil dan montok membelai pipi suaminya.


Pria berdarah separuh Italia itu langsung mematikan airnya lalu memeluk istrinya dengan erat dan membawa tubuh Risma kembali ke kasur. Anton yang tidak peduli dirinya basah langsung mengambil handuk dan mengelap tubuh istrinya. Anton memakaikan Risma underwear dan kimono.


Tubuh Risma di selimuti oleh Anton, "saya mau keluar sebentar mau cari makanan." Anton meninggalkan Risma dengan wajah pucat dan kantung mata menghitam.


Anton pergi tapi Risma menoleh ke samping nakas rupanya Anton lupa membawa ponselnya. Risma yang penasaran melihat notification dari Axel suami Hanna. Risma membacanya setelahnya Risma membulatkan mata antar sedih dan senang juga penyesalan.


'Anton Fera meninggal'


'penyakit HIV yang buat dia meninggal."


Setelah Risma membaca pesan Notif itu Risma menaruh kembali ponselnya di nakas, hatinya merasa bersalah lantaran karena dirinya satu nyawa melayang lagi. Tapi ini semua salah Yukita Konawa yang menyuruhnya bermain di video panas Jepang lalu tidak di bayar agar harga yang di bayar sesuai dengan nyawa cucunya yang Fera bunuh.

__ADS_1


Risma membelai perutnya yang sudah ingin membesar ia menjadi ingat semua hinaan yang di lontarkan Fera juga putrinya yang terbunuh. Karma itu lebih menyakitkan.


"Sayang ini nasi uduknya, kamu mak----" ucapan Anton terputus tatkala melihat istrinya terdiam sambil menyentuh ponselnya.


Sontak Anton menghampiri istrinya menaruh nasi uduknya di nakas. "Apa yang kamu lakukan?!" bentak Anton Risma hanya meringsut ketakutan tatkala Anton membentaknya lalu Risma mengangguk.


Anton terkejut tatkala ada notif dari sahabatnya Axel ternyata manatn kekasihnya sudah meninggal dunia, Risma tidak membuka ponselnya karena wanita itu tidak tahu kunci dari ponsel miliknya.


"Fera meninggal dunia," lirih Anton.


Baru kemarin rasanya Anton menyuapi Fera sekarang wanita itu telah tiada, Anton menatap istrinya yang menghindar darinya karena ketakutan. Anton mencengkram tangan wanita hamil itu lalu menariknya ke dalam pelukannya.


"Risma maafkan saya. Saya sudah kehilangan Fera sahabatku."


Tubuh Risma seolah mati rasa ia sangat menyesal atas yang ia lakukan pada suaminya, dalam hati Risma mengakui jika dirinya adalah istri durhaka kepada suaminya. Tapi rasa dendam pada fera atas kematian putrinya membuatnya tak bisa berfikir sehat.


"Sudah saatnya kita melayat untuk Fera, semoga tuhan memaafkan dosa-dosanya," ajak Risma pada Anton.


Risma menggunakan pakaian hitam dan bersiap kembali ke Jakarta untuk nyelawat, di dalam mobil Risma terus mendekat ke suaminya bahkan tak segan meremas tangan Anton tanda sudah bisa menerimasang suami kembali, tapi Risma masih enggan memberitahu keberadaan Karina yang sudah berganti nama menjadi Yuriko.


Anton masih setia mencari keberadaan putrinya tapi ia tidak tahu sebenarnya sang istri menyembunyika putri mereka demi kemandirian Karina, tapi Risma salah putrinya Karina akan menjadi kejam dan ambisius sama seperti Yukita Konawa.


Sesampai di rumah duka yaitu tempat rias mayat Fera sudah di pakaikan gaun dan sarung tangan dan sudah di masukan ke dalam peti. Risma hadir begitu juga dengan Hisako dan Andria. Kojiyama menatap kakaknya dengan mengangguk saat mata Risma dan Kojiyama bertatapan.


Axel menatap Risma dengan kecut begitu juga Andria yang menatap Risma dengan kecut, padahal yang patut di salahkan adalah mereka jika mereka tidak menyalakan api maka tidak ada yang terbakar dan menjadi korban. Hanna dan Hisako menatap Risma.

__ADS_1


Dua gadis berparas Jepang itu mengerti ini semua bukan salah Risma melainkan Nyonya Konawa, jika saja Fera tidak membunuh darah keturunan Konawa maka ia tidak akan bernasib begini. Tangan Anton mengenggam Tangan Risma ia mengerti istrinya menyesal.


Risma menatap Fera yang sudah terbujur tak bernyawa yang wajahnya sedang di rias, rambutnya di rapikan wajahnya di poles. Penyakit HIV adalah karma karena ia pernah menyebut Risma kena HIV. Anton terus menenangkan Risma yang tangannya mengusap perutnya sedikit membuncit.


Hanna menghampiri Risma. "Tuan Anjaya boleh aku ajak Risma ke kamar sebentar," izin Hanna pada Anton.


Anton mengangguk tanda mensetujuinya. sesampainya di kamar Hanna menutup pintu lalu memeluk sahabatnya. Risma tiba-tiba mengeluarkan isak tangis. "Hiks_hiks_Hanna."


"Aku tahu isi hatimu Yumeko tapi semuanya sudah telambat," kata Hanna dengan uraian air mata.


Hanna menuntun Risma untuk duduk di kasurnya, lalu dari laci nakas Hanna mengeluarkan surat tulisan tangan dari Fera. "Fera di akhir hidupnya menitipkanku ini, dia bilang kamu harus membacanya. Sekarang ini adalah hakmu ingin di baca atau tidak."


Hanna meninggalkan Yumeko di kasur untuk keluar, Risma berusaha menenangkan diri perlahan ia mulai membaca surat itu kata demi kata.


 


"comment l'embryon est-il un mâle, je veux un héritier mâle!" pinta El deanon pada dokter itu,(bagaimana embrio laki-laki, saya ingin ahli waris laki-laki).


Setelah sel telur milik Siska di ambil dan di satukan dengan sel ****** milik El deanon itu akan jadi Embrio.


"C'est un embryon femelle," ucap Dokter itu. (Ini Emrio perempuan).


Emannuel menahan kesal lalu memerintahkan Dokter itu untuk menghancurkan Embrio itu. Sungguh kejam pria itu tanpa ada hati nurani, bahkan embrio tak berdosa suruh di hancurkan untuk memenuhi ambisinya memiliki seorang putra agar meneruskan bisnis gelapnya.


"oui Monsieur," patuh dokter itu.

__ADS_1


Setelah itu Emmanuel harus menunggu satu bulan lagi agar bisa melakukan proses janin Surogasi yang nanti bayi itu akan di titipkan di rahim milik Salsa. Dia adalah teman Anton yang di jual oleh Nyonya Konawa kepada ayah Emmanuel lalu setelah ayahnya meninggal Emmanuel menjual Salsa untuk para ******* di Suriah.


#BERSAMBUNG


__ADS_2