Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan

Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan
Bab 21


__ADS_3

Risma melihat bagaimana ibunya menjadi seorang wanita pendendam terlihat dari matanya sudah terpancar api yang sulit dimatikan yaitu api dendam.


"Aku sudah maafin Kakak berdua ini." Risma tersenyum berusaha untuk mematikan api dendam agar tak ada lagi korban, akhirnya Andria dan Axel merasa malu pada diri mereka sendiri pasalnya yang mereka sakiti adalah seorang gadis berhati bersih.


"Soal perceraian aku akan tetap lanjutkan!" ucap Risma menatap Anton, seketika senyum Anton menghilang di gantikan tatapan marah.


"Risma__apa maksud kamu?" Jeda "kita akan mulai semua dari awal bersama---" kalimat Anton terputus tatkala Risma memotongnya dengan cepat.


"Aku hanya ingin hidup bersama putriku dengan tenang!! tanpa mau hidup dengan laki-laki sepertimu!!" ujar Risma dengan tegas.


"Aku juga tak peduli bagaimana kau dengan Fera!! saya hanya ingin mengabulkan permintaan kamu, yaitu perceraian!!" maki Risma menatap Anton dengan mata melotot dan sudah terlihat dari matanya terpancar raut kebencian.


Anton dengan marah malah memukul tembok kemudian mengambil jaketnya lalu keluar kamar, sontak Andria dan Axel langsung mengejar sahabatnya.


"Anton!! lu mau kemana?!" ucap Andria sambil mengejar Anton.


Anton yang keluar dilihat oleh Clara dan Yukita yang sedang berbincang, "Anton!" panggil Clara yang sepertinya melihat anak dan menantunya baru saja berkelahi.

__ADS_1


Risma menyesali perkataannya barusan karena rasa kecewa, marah, dan cemburu bercampur menjadi satu bahkan ia tak sadar jika apa yang tadi ia ucapkan pada sang suami, Yukita masuk ke dalam kamar putrinya dan melihat Risma sedang di rangkul oleh Hanna.


"Astaga Hanna apa yang terjadi?" tanya Yukita.


Hanna menceritakan semuanya termasuk apa saja tadi yang di perdebatkan Anton dan Risma sampai berakhir Anton keluar kamar, Yukita memberikan isyarat pada Hanna agar membiarkannya memeluk anaknya.


Hanna mengangguk ia memilih untuk keluar dan bicara pada Clara yang sebenarnya bertanya-tanya tentang apa yang terjadi.


"Okaasan." Risma memeluk ibunya dengan keadaan duduk di atas ranjang, karena ketakutan.


"Apa yang terjadi, nak?" tanya Yukita pada putrinya sambil membelai rambut anaknya. 


"Kau benar soal Anton yang tak layak menjadi suamiku, jika saja aku ikut bersama---" ucapan Risma di hentikan oleh Yukita dengan menaruh jari telunjuknya di bibir putrinya.


"Sssstttt." Yukita menekankan dengan jari telunjuknya untuk menyuruh putrinya berhenti bicara.


"Aku akan bawa kau dan putrimu ke Jepang, dan kau tak perlu bekerja cukup kau urus saja anakmu." Yukita menatap dalam putrinya.

__ADS_1


"Kamu akan ubah namamu dan juga putrimu untuk menghilangkan jejak, apa kau tak keberatan?" tanya Yukita Konawa yang kemudian di angguki oleh Risma.


Yukita tersenyum puas lantaran ia tak sanggup untuk melihat anaknya menderita lagi, karena ulah suaminya.


Wanita Jepang itu membantu Risma istirahat dengan menyelimuti tubuhnya, kemudian ia keluar untuk mencari seorang dokter bayi atau perawat karena ia ingin menanyakan sesuatu.


Sesaat sedang mencari ia melihat seorang perawat masuk ke ruangan bayi kemudian menghampirinya, "Nona." Yukita memanggil perawat itu. 


"Iya ada yang bisa saya bantu?" tanya perawat muda yang cantik itu.


"Aku ingin menanyakan soal, cucuku yang bernama Karina Clarissa Anjaya. Kapan di perbolehkan pulang?" tanya Yukita.


"Besok sudah boleh pulang, nanti akan saya antar ke orangtuanya." 


"Tidak perlu aku akan memberikanmu uang jika kamu memberikannya langsung padaku." 


Perawat itu terdiam, "kamu bisa membagikannya pada teman-temanmu."  Yukita menatap perawat itu kemudian di angguki olehnya dengan mengawal beberapa bukti akhirnya ia percaya.

__ADS_1


Yukita tak sabar menunggu hari esok agar bisa membawa cucu dan anaknya pergi meskipun Anton tak mau menceraikannya, ia akan tetap membawa Risma atau Yumeko pergi.


__ADS_2