
Anton saat mengetahui istrinya pergi karena di bawa kabur oleh mertuanya, ia langsung menelepon para bodyguardnya kemudian pergi menuju ke kediamannya Konawa.
Andrian tahu jika Anton sedang ingin menuju ke kediamannya keluarga Konawa dengan mobil-mobil yang di kawal oleh para bodyguardnya.
"Saya akan bawa kamu kembali Risma...," tekad Anton menyetir sambil membenarkan pistol.
Kojiyama juga tak bisa menerima sikap ibunya yang main hakim sendiri seharusnya wanita berumur sepertinya bersikap bijak bukan main hakim sendiri, kakaknya berhak untuk memutuskan hidupnya sendiri dan hidup damai bersama suami juga anaknya.
Sesampainya di rumah Yukita Konawa Anton beserta para pasukannya masuk gerbang, Andria juga ikut bersama Anton dengan naik satu mobil bersama Anton, bahkan Andria juga menyiapkan pistol.
"Yukita Konawa!!" teriak Anton sambil berjalan masuk yang sudah di tunggu oleh Yukita Konawa dengan berjajar beberapa gangster.
"Kembalikan anak dan istriku!!" ucap Anton dengan mata memerah tanda ia sudah habis kesabaran.
"Itu keinginan putriku untuk pergi jauh darimu." Yukita berdiri diantara gangster dengan membawa pistol juga.
"Okaasan!" tekan Kojiyama.
Anton yang sudah mencapai puncak kesabaran melepaskan pelatuk pistolnya ke atas membuatnya menabuh genderang perang, sampai Panji Anjaya datang dengan membawa beberapa orang polisi agar bisa tenang.
__ADS_1
DOR
Keadaan mulai kacau mereka saling ribut satu sama lain. "Kembalikan anak dan istriku, Yukita Konawa!" ucap Anton.
"Anton kita pulang, akan papa bantu kamu mencari Risma."
"Kau tak akan bisa menemukan anakku!" ucap tegas Yukita.
Sirine polisi terdengar. "Okaasan!! kembalikan Kakak pada suaminya!" ucap Kojiyama yang tak ingin keponakannya bernasib sama seperti ibunya hanya diasuh orang tua tunggal.
"Dia Nona Konawa bukan Nyonya Anjaya!!" Jeda "begitu juga cucuku yang akan menyandang nama Konawa bukan Anjaya."
Mendengar itu Anton ingin melepaskan pelatuknya keatas tapi berhasil dihentikan Paji Anjaya tanda tak harus ada pertumpahan darah.
"Yumeko sepertinya, Karina menangis."
Risma menghampiri putrinya ia segera menyadari jika popoknya belum diganti, ia menyuruh pengasuh untuk mengambil popok kemudian menggantinya lalu Risma menyusui anaknya sampai terlelap.
Sungguh berat hati dirinya lantaran harus meninggalkan tempat kelahirannya, dirinya tumbuh besar disini. Risma menarik nafas ia akan mulai semuanya dari awal lagi bersama keluarga baru juga menghidupi putri kecilnya bersama ibu juga kerabatnya di Jepang.
__ADS_1
"Oh, menggemaskan sekali bayi kecil ini." Hisako amat gemas pada keponakan kecilnya yang sedang menyusu, saat membuka matanya warna matanya mirip dengan Anton juga warna rambutnya.
Risma masih menimang dan menyusui Karina dalam pelukannya tanpa mau melepaskannya ia memikirkan Kirana putrinya yang telah tiada, bagaimana wajahnya Kirana apa mirip sepertinya atau mirip seperti Anton. Sungguh ia menyesali semuanya ia harus belajar melupakan Anton dalam lubuk hatinya ia memang menginginkan ini.
Menjauh dan pergi dari Anton tapi rasanya hatinya amat berat untuk meninggalkan Anton, Risma terkadang lupa apa saja yang ia lontarkan saat sedang marah.
Karina terlelap ia melepaskan p*ting payudara Risma kemudian Hisako melihat keponakannya sudah terlelap. "Sini biar ku tidurkan, sebaiknya kau ganti baju dulu." Risma menganggukkan kepala ada benarnya kata Hisako sejak ia pulang dari rumah sakit ia belum sempat membersihkan diri.
'Anton aku sangat mencintaimu, tapi aku bersumpah akan melupakanmu selamanya meskipun kau telah melekat di hatiku.' Risma menarik nafas dalam.
Jet pribadi itu mendarat dan mereka di jemput dengan menaiki mobil menuju ke rumah mereka di kota Tokyo, Risma mengendong Karina yang terlelap sepertinya putrinya sedang bermimpi sedangkan Hisako ikut satu mobil bersama Risma.
Risma amat kagum dengan pemandangan kota Tokyo seumur hidup ia belum pernah keluar negeri ini pertama kalinya ia meminjamkan kaki di negara ibunya lahir, cuaca di tokyo sangat dingin membuat Risma menggigil beruntung mereka segera memberikan Risma pakaian hangat agar tidak terkena flu.
Sesampainya di rumah Risma amat kagum dengan rumah yang dimiliki ibunya yang sudah di siapkan tentunya oleh Nyonya Konawa, mobil-mobil berjejer keluar para bodyguard dengan jas hitam. Saat Risma keluar dari mobil lalu beberapa orang pelayan keluar rumah menyambut majikan mereka. Seorang pengasuh datang untuk membawa Karina ke kamar yang sudah di siapkan sama dengan kamar Risma.
"Baiklah Yumeko, seorang pelayan akan mengantarmu ke kamar." Hisako bicara karena ia ingin ke kamarnya.
"Mari, Nona Konawa." Risma hanya mengangguk diikuti dengan seorang pengasuh sambil mengendong Karina.
__ADS_1
Saat berjalan Risma sampai di kamarnya yang terletak di lantai atas di bilang cukup mewah di pojoknya juga terdapat box bayi yang sepertinya ibunya sudah menyiapkan semua ini, Risma masuk kamar sebelum itu ia ingin mandi dulu.
Ini pertama kalinya Risma mendapatkan fasilitas mewah, ia berendam di bak yang terbuat dari kayu dengan air hangat, ia sangat sulit melupakan Anton. Risma jadi mengingat saat tangannya disentuh oleh Anton tapi ia menepisnya sungguh jahat dirinya pada pria yang masih berstatus suaminya itu.