Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan

Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan
Bab 95


__ADS_3

Seorang gadis kecil dengan riang berlari bersama teman-temannya yaitu Amna dan Adam. Anak-anak Salsa sudah mulai akrab dengan Karina putri dari Anton dan Risma, suara teriakan dan debrakan marah Yukita membuat anak-anak itu berhenti bermain.


Adam dan Amna, anak-anak Salsa kembali ke rumah kecil di belakang ada ibu mereka. Karina yang heran masuk ke dalam dan melihat semuanya. Sang nenek berteriak marah menggunakan bahasa Jepang tatkala di tangannya memegang kertas dan amplop coklat.


“Korehanandesuka? A, Yumeko ayaushi!!” ucapnya dalam bahasa Jepang. Artinya; (Apa ini? Ah, Yumeko dalam bahaya!!), Karina mendengar semuanya sebagai anak yang berumur lima tahun ia harus berusaha mengerti semuanya dan di paksa harus bisa dewasa sebelum waktunya.


“Emmanuel, prépare mon jet privé. Je vais à Jakarta pour sauver ma fille!!” perintah Yukita dengan bahasa Perancis. Artinya; (Emmanuel, siapkan jet pribadiku. Saya akan ke Jakarta untuk menyelamatkan putri saya).


“Yukita, es-tu fou!! Levino n'est pas une mafia ordinaire. Levino a des relations avec les pieuvres réparties dans le monde entire,” maki Emmanuel pada sekutunya. Artinya;( Yukita, apa kamu gila!! Levino bukan mafia biasa. Levino memiliki hubungan dengan koneksi gurita yang tersebar di seluruh dunia).


“Nous devons élaborer un plan, je parlerai d'abord à notre allié Sinaloa Cartel.” Emmanuel segera menelpon sekutunya, ia segera memberitahu jika Levino memukul gendrang perang dan semuanya harus di rencanakan. Artinya; (Kita perlu membuat rencana, aku akan berbicara dengan sekutu kita Kartel Sinaloa dulu).


Salsa dengan perutnya yang membesar menguping dari balik tembok tentang apa yang terjadi, senyuman jahat terukir di bibir Salsa dan sebentar lagi ada api dendam yang menyala apakah aka nada jatuh korban lagi.


Salsa mengusap perutnya yang membesar lalu bicara, “Aku akan membalas perbuatan ayahmu. Kamu akan menjadi yatim sebelum melihat dunia,” batin Salsa dengan menggunakan cadar hitam.


Salsa masih dendam karena hidupnya hancur akibat berurusan dengan mafia termasuk Yakuza, Salsa juga masih menyimpan dendam pada Risma yang membuat hidupnya hancur dan juga dijual kepada ISIS.


Tapi sekarang Salsa di karuniai lima orang anak yang paling tua adalah Adam berkat pernikahannya dengan milisi ISIS, Salsa segera menyiapkan rencana untuk membalas dendam pada Yukita dan Risma.


Salsa sendiri tidak sadar bahwa putrinya Risma tiada juga karena dirinya dan penderitaan Risma lebih dari itu, Salsa lebih beruntung dari Risma karena anak-anaknya tidak ada yang meninggal dunia.


***


Levino menyiapkan pistol dan beberapa persiapan untuk memeras Yukita, ia segera menuju suatu tempat untuk menculik Yumeko. Mata-matanya sedang memantau Yumeko, ia langsung merencanakan sesuatu karena sekarang Risma sedang di kawal ketat.


“Tante makasih ya udah ngaterin aku beli vitamin,” ujar Risma.


“Iya kamu ini ‘kan keponakan Tante satu-satunya,” ucap Amara.

__ADS_1


“Tante nanti katanya Anton mau bicara sama Tante ini soal Siska.”


“Yaudah kamu masuk istirahat, persiapan buat lahiran.”


Risma hanya mengangguk tatkala rambutnya di belai oleh bibinya, Risma memebelai perutnya yang sudah membuncit. Risma pulang ke rumah mertuanya karena Clara ingin merawat Risma.


“Risma gimana udah beli vitaminnya?” tanya Clara menghampiri menantunya menaruh majalahnya di meja dekat kolam renang, “udah Mah, tinggal di minum doang.” Tiba-tiba Lisi menghampiri Amara.


“Tante Amara,” sapa Lisi lalu menyalami Amara, “oh tante Amara ayo ke ruangan Anton! Kak Anton udah nunggu.” Clara langsung membawa Risma ke kamarnya ia ingin bercerita sesuatu.


Kamar Mama Clara dan Papa Panji, suasananya sangatlah tenang dengan interior eropa dan Kasur king size aroma lemon yang menenangkan juga tercium. Amara menyuruh menantunya duduk di sofa ia ingin bicara sesuatu pada menantunya.


“Risma mama ingin bicara sesuatu sama kamu,” ujar Clara menatap menantunya dengan serius. Wanita berdarah Italia itu menatap Risma dengan tatapan intens, “apa maksud kamu ngelakuin itu?” tanya Clara.


“Apa maksud mama?” tanya Risma.


Clara menghembuskan nafas panjang lalu menatap Risma, “sayang aku menganggapmu putriku sendiri. Tapi kenapa kamu seolah menghianati kami semua!” nada bicara Clara dengan Nada yang tinggi.


“Mama sudah tahu semuanya tentang, Karina!” tutur Clara dengan lugas.


Risma langsung membulatkan matanya lalu menelan salivanya, wajahnya tertunduk dan tak berani menatap mertuanya. “Apa selama ini kasih sayangku kurang, aku bahkan membelamu saat Fer---”


Belum sempat Clara menyelesaikan kalimatnya Risma angkat bicara dengan kepala tertunduk dan tatapan yang tak berani menatap Clara. “Aku waktu itu marah sama Anton,” akunya.


“Karena apa! Karena dia berani membawa wanita sundal itu ke rumah, aku masih punya rasa trauma akibat pernikahan masa laluku! Aku membenarkan ucapan Okasan dengan menurutinya untuk tidak memberitahu ke beradaan Karina!” jelasnya.


Clara langsung terdiam sambil menatap menantunya lalu tangannya menyentuh tangan menantunya, jarinya mendongak lembut dagu menantunya. “Sayang aku tidak tahu itu....,” ucapnya.


Clara memeluk menantunya, “Aku minta maaf atas nama putraku.”

__ADS_1


Risma menggelengkan kepalanya tanda jangan meminta maaf. “Ok ayo kita temui teman Mama dia psikiater, aku akan tanggung jawab atas perbuatan putraku.”


“Kita kemana Ma?” tanya Risma pada mertuanya.


“Nanti malam abis magrib kita ke rumah teman Mama, namanya Bu Tari dia adalah teman Mama waktu kuliah di Swiss.”


Risma hanya mengangguk lalu keluar ruang tamu, ia menatap adiknya Kojiyama. “Koji aku---” ucapan Risma di potong Kojiyama dengan isyarat telapak tangan tanda berhenti.


“O nēchan, o ka-san to hisakosan ga kon'na kitanai koto o suru to wa omowanakatta!” maki Kojiyama pada Risma. Artinya;( Cukup Kak, aku tidak menyangka kau, Okasan juga Hisako melakukan tindak sekotor ini!!).


Risma mengerutkan dahinya dan mulutnya melebar ke bawah tanda heran dengan adiknya. “Kōji, dōiu imidesu ka?” tanya Risma sambil mengelus perutnya. Artinya; ( Koji, apa maksudmu?).


“Yume ko, o ka-san, Hisako ga, Salsa to Fera ni dōshite son'na koto o suru koto ga dekita no ka.” Kojiyama mengusap wajahnya dengan kasar. Artinya; (Bagaimana bisa Yumeko, Okasan dan Hisako melakukan itu pada Salsa dan Fera?).


“Kamu seorang wanita, bagaimana bisa kamu bersikap diam tatkala hal itu terjadi pada mereka!!! Apa kamu masih dendam!!” makinya.


“Kojiyama!!” gentak Anton menghampiri perdebatan keduanya lalu memeluk Risma.


“Berani sekali kamu mengentak Kakakmu seperti itu!” balas Anton dengan nada yang tinggi.


“Yumeko kau wanita, kamu bisa bayangkan jika karma menimpamu bagaimana jika hal yang terjadi pada Salsa dan Fera menimpa Karina!” jelas Kojiyama.


Hal itu membuat Anton, Lisa, Lisi, Hisako, Hanna dan semua orang yang berada di ruangan itu bagai di sambar petir. Risma yang shock langsung memegang perutnya kesakitan dan berteriak semua orang panik bukan main.


“Kojiyama!!! Aku akan membunuhmu jika terjadi sesuatu pada anak dan istriku!!” ancam Anton.


“Gua bakan telepon Dokter Rusdi,” ujar Lisa.


Anton segera membopong tubuh Risma ke kamarnya dan membawanya ke lantai atas, Anton berucap sambil memegang tangan Risma memberikannya kekuatan. “Bertahan sayang,” ucap Anton penuh harapan.

__ADS_1



#bersambung


__ADS_2