Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan

Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan
Bab 10


__ADS_3

Seorang wanita Jepang yang berusia paruh baya duduk di rumahnya ia mengenakan Kimono berwarna hijau sambil menuangkan teh, "bagaimana apa kau telah menemukan putriku?" tanya Yurika Konawa.


"Hai Nyonya Konawa, ini datanya." Shinjo membaca berkas merah itu.


"Anak Nyonya bernama Risma Fradiska, dia sudah menikah dengan Anton Darma Anjaya. Risma bekerja di perusahaan Nyonya." Shinjo menyerahkan sebuah Foto seorang wanita hamil sedang berada di depan minimarket sambil menunggu ojek online .


'Aku sepertinya pernah melihatnya,' batin Yukita dalam hatinya.


"Baiklah, hanya itu saja yang bisa saya sampaikan Nyonya Konawa." Shinjo beranjak berdiri ia melakukan Ojigi atau membungkukkan badan.


"Besok aku akan cari tahu...," gumam Yukita ia beranjak dari sofa untuk ke sebuah ruangan untuk menghubungi seseorang.


⌐╦╦═─⌐╦╦═─⌐╦╦═─⌐╦╦═─⌐╦╦═─


 


Keesokan paginya Risma sedang di kantor sedang mengerjakan sebuah proyek dengan Hanna juga Haris, tak lama ada suara dari speaker yang menyuruh Risma ke ruang bos yaitu Yukita Konawa.


Risma berjalan sendiri ke ruangan atasan untuk Haris dan Hanna mereka masih sibuk mengerjakan proyek sebuah mobil keluaran terbaru, Risma masuk Nyonya Konawa menyuruh Risma untuk duduk di kursi putar di hadapannya.


"Duduklah," ujar Nyonya Konawa secara formal.


"Nak, aku ingin bicara padamu ini bukan perihal pekerjaan melainkan masalah menyangkut pribadi." Seketika Risma langsung menaikan kepalanya ke atas menatap atasannya, matanya membulat dia bingung apa mungkin atasannya ini sudah tahu jika perihal masalah rumah tangganya.


"A-apa maksudnya Bu?" tanya Risma terbata-bata.


Yukita tersenyum dengan bibirnya berpoles lipstick merah lalu ia membuka laci meja kerjanya, Risma mengerutkan keningnya tatkala wanita berparas Jepang Tulen ini mengeluarkan sebuah Album foto yang sangat tebal. 

__ADS_1


"Aku ingin menunjukan sesuatu padamu, Nak." Yukita membuka album foto itu untuk memperlihatkan sebuah foto pada Risma, ini kamu lihat.


"Bu Konawa bagaimana bisa anda---" ucapan Risma tercekat.


"Aku ibumu...," Aku Yukita menatap putrinya.


Risma berdiri ia ke pojok sambil terpuruk, Yukita berjalan mendekati Risma. "Kau adalah Yumeko putriku, aku ibumu." Yukita mendekap Risma ke dalam pelukannya ia memeluk anaknya yang sangat ia rindukan setelah hampir dua puluh tahun terpisah ia bertemu sang putri.


Soal semalam Yukita memejamkan matanya tatkala ia mendengar semuanya dari Hanna yang menyaksikan bagaimana putrinya selama ini menderita, siapa saja yang telah berani menghina putrinya ia akan mencari satu persatu para gangster suruhannya sudah siap untuk membuat mereka semua menderita.


"Ayo ikut aku, Nak." Yukita memeluk anaknya. "Kamu mengandung cucuku, aku akan memenuhi semua kebutuhanmu juga cucuku kelak." 


"Ibu aku mengandung anak kembar," ujar Risma yang membuat Yurika tersenyum kemudian mencium bertubi-tubi sang putri. 


"Aku akan ikut denganmu setelah aku bercerai."


Risma pergi keluar ruang kerja sang ibu, dia ke toilet untuk mencuci wajahnya karena air mata ia memandang dirinya di kaca wastafel ia memakai lip balm dan memakai bedaknya agar terlihat segar harapannya selama ini terpenuhi ia bertemu ibunya. Saat di meja Risma di perhatikan oleh Hanna. 


"Gak tadi gua---" 


Belum sempat Risma melanjutkan bicaranya tiba-tiba ponselnya berdering Hanna meminta izin Risma untuk mengangkat panggilan telepon itu, Hanna ke tempat yang sunyi untuk mengangkat panggilan ponselnya.


"Hallo," ucap Hanna.


"...."


"Eh dapet nomer gua darimana lo!!" maki Hanna yang sepertinya amat kesal.

__ADS_1


"...."


"Eh denger ya, gua gak mau ada urusan sama lo juga Anton. Bye!!" 


Hanna menutup panggilan ponselnya dengan amat kesal lantaran yang menelponnya, ialah salah satu sahabat Anton. 


'Mimpi apa gua semalem di telpon ama si Grandong___Hih Creepy.'  Batin Hanna lalu memilih masuk ke dalam kantor untuk melanjutkan pekerjaannya soal pemasaran ke negara mana nanti yang akan di tuju.


Saat ingin masuk tiba-tiba ponselnya berdering. "Astaga siapa lagi, sih yang Nelepon." Jeda "Jangan-jangan si Grandong." Hanna dengan kesal mengangkat ponselnya yang berdering tentu saja ia berteriak.


"Woy!! udah di bilang gua gak mau ada urusan lagi sama lu!! Udin!!" Hanna berteriak yang membuat OB, dan pegawai lainnya melihat ke arahnya yang sedang menelepon.


"Hanna, ini saya Yukita Konawa!!" maki Yukita dengan kesal pada pegawainya yang bicara tidak sopan.


"Eh...Nyonya Konawa...maaf banget tadi soalnya ada panggilan ponsel yang tid---"


"Cukup Hanna, saya ingin kamu ke ruangan saya sekarang." Setelah di matikan sepihak oleh Nyonya Konawa, wajah Hanna langsung pucat dan keringat bercucuran di pelipisnya.


'Mampus gua, kenapa coba gua sial banget hari ini...,' dumal Hanna dalam hati, sambil berjalan menuju ke ruangan Nyonya Konawa.


Nyonya Konawa memanggil Hanna hanya untuk bercerita soal Risma anaknya, awalnya Hanna lega tidak kena hukuman karena bicara yang tidak sopan sama atasannya.


Hanna bercerita semuanya tanpa terkecuali tentang Risma bagaimana gadis itu di perlakukan buruk oleh Anton sampai Hanna bercerita siapa saja yang menghina dan mencaci maki Risma namanya satu-persatu. Tentu hal itu membuat Yukita geram karena ia ada ikatan dengan Yakuza.


"Baiklah Nona Okamoto anda boleh keluar!!" perintah Yukita sembari menahan amarah.


"I-iya," ucap Hanna.

__ADS_1


'Syuku-syukur untung gua kagak dapet hukuman." Hanna bisa bernafas lega.


"Kurang ajar, tak akan aku biarkan mereka hidup dengan tenang!!" umpat Yukita dendam seorang ibu yang tak terima anaknya di perlakukan demikian.


__ADS_2