
Anton menarik tangan istrinya serta membawa Karina di pelukannya, anak itu menyembunyikan wajahnya di ceruk leher ayahnya seolah ada perasaan nyaman untuk anak itu. "Ada apa Tuan?" tanya Risma dengan ketus. "Risma tolong beri saya kesempatan kedua, saya janji akan bahagiankan kamu dan Karina." Anton menyentuh tangan istrinya untuk tangan yang lain mengendong putrinya.
"Untuk apa saya kembali dengan anda? bukankah dirimu hanya menganggapku aib, rasa malu, dan perusak hidupmu yang tenang?!"
"Itu dulu tidak dengan sekarang...," ucap Anton berusaha meyakinkan istrinya. "Saya perlu bukti, bukan ucapan saja. Aku juga bukan barang kalo lagi di butuhkan di ambil dan jika tidak di campakan." Risma bicara demikian terlihat dari matanya masih ada rasa marah dan kecewa.
"Tuan Anjaya___ceraikan aku karena aku sudah siap___untuk di ceraikan," kata Risma yang ingin mengambil kembali Karina tapi di cegah oleh Anton.
"Saya ada syarat untuk perceraian."
"Apa itu syaratnya?" tanya Risma dengan hati kecewa lantaran Anton tak berjuang untuk dirinya hanya segini perjuangan Anton.
"Saya minta hak asuh Karina." Sontak ucapan itu membuat Risma membulatkan mata dan mulutnya menganga tak percaya pasalnya Anton meminta hal itu sebagai syarat perceraian.
"KAMU GILA!! SELAMA INI AKU YANG MENGANDUNG!! AKU YANG DIHINA DAN CACIMAKI!! DAN KAU TAK MENGINGINKAN PUTRIKU!!"
Risma memaki Anton dengan suara keras. "IYA AKU GILA!! KEHILANGAN KELUARGAKU!! ANAK DAN ISTRIKU!!"
"KENAPA KAU TAKUT JIKA AKU BERURUSAN DENGAN YAKUZA!!! SAYA TIDAK PEDULI LEBIH BAIK SAYA MATI DI BANDINGKAN HARUS KEHILANGAN ANAK DAN ISTRIKU!!"
Risma menatap Anton dengan tak percaya seolah hanya mimpi. Risma juga tak ingin Karina menjadi yatim dan otomatis di masa depan dirinya akan di benci oleh putrinya sebagai dalang kematian ayahnya, wanita berumur 23 tahun itu menurunkan kelopak matanya kemudian mengeluarkan airmata.
"Anton ini sungguh---"
__ADS_1
Anton menurunkan Karina kemudian menyuruh putrinya masuk menemui Amara, lalu Anton menyentuh kedua bahu istrinya. "Risma, tatap mata saya...apa ada kepalsuan, apa masih ada kebencian, dan apa kamu melihat cinta sekarang." Anton menguncang-guncangkan tubuh istrinya.
Risma tak berani menatap mata suaminya tubuhnya lemas seolah mati rasa, tangan Anton menyentuh pipi istrinya kemudian menghapus air mata istrinya, meskipun Risma masih enggan menatap wajah Anton. "Tolong tatap aku," mohon Anton sambil membelai lembut pipi istrinya.
Pria berparas Italia itu ingin mencium bibir istrinya tapi Risma menghindar dan menghentikan dengan tangannya. Jari telunjuknya menempel di bibir Anton yang merah dan tipis saat itulah Risma menatap wajah suaminya termasuk melihat mata Anton yang tentu saja Risma langsung melihat adanya cinta, penyesalan, dan____rasa rindu.
"Apa kamu sekarang melihat__cinta dimataku?" tanya Anton kepada wanita berparas setengah Jepang itu. Nafas mereka beradu juga tatapan. Mulut Risma bungkam hanya airmata yang masih mengalir, dirinya ragu apa mau kembali dengan Anton atau tidak.
Tapi rasa rindu dan cinta yang masih ada di hati seorang Yumeko Konawa kepada Anton Darma Anjaya, Risma menurunkan telunjuknya dari bibir Anton kemudian ia mengikuti kata hatinya memeluk tubuh Anton yang tingginya 187, Sedangkan Risma tingginya 156.
Anton merasa menghangat ini pertama kalinya ia di peluk oleh istrinya, setelah sekian tahun lamanya. "Hiks___aku butuh waktu Anton___hiks__aku takut untuk ___hiks___menjalin rumah tangga lagi denganmu." Anton membalas pelukan istrinya kemudian dagunya ia sandarkan di atas kepala sang istri meskipun sedikit harus membungkuk.
"Saya mengerti perasaan kamu Risma, tapi apa salahnya kita mencoba dulu." JEDA "aku janji akan buat kamu bahagia dan akan menghilangkan rasa takut kamu." Anton memeluk istri kecilnya, pria itu tahu di umurnya yang sekarang 35 tahun harus bersikap bijak karena istrinya baru berusia 23 tahun berbeda 12 tahun dengan dirinya.
"Kita akan hilangkan rasa trauma yang ada dalam dirimu, aku janji akan buat kamu bahagia dan kita akan merawat karina berdua." Anton menyatukan keningnya dengan kening Risma, mata gadis setengah Jepang itu terpejam lantaran merasakan nyaman ada desiran ombak di hatinya.
"Ak-aku masih ragu dan takut...," kata Risma dengan lirih dengan mata yang terpejam, lalu tangan yang menyentuh kedua tangan Anton.
"Tolong beri aku waktu," ucap Risma.
"Berapa lama? aku tersiksa Risma? Aku tersiksa atas penyesalan dan__kehilangan separuh jiwaku." Anton juga ikut terpejam.
"Aku kasih waktu seminggu. Aku butuhnya bukti bukan hanya omong kosong." a menjawab dengan suara serak karena menangis.
__ADS_1
"Saya sanggupi, setelah itu kita harus menikah secara agama dengan penghulu." Risma menganggukkan kepala tanda setuju dengan usulan Anton, Kemudian Anton merengkuh kembali Yumeko Konawa ke dalam pelukannya yang membuat mereka saling melepas rindu dan mulai menyadari perasaan satu sama lain.
***********************************************************************************************
Lisi menatap ke depan ia mengingat kejadian yang membuatnya mengandung dengan orang itu, Lisi jadi merasa semakin bersalah pada Risma yang dulu telah ia hina karena kehamilannya. Tak lama seorang pria menghampirinya. "Lisi Anjaya." Pria itu adalah Emmanuel El deanon.
"Menjauh pria brengsek!! Kau membuat hidupku hancur!!" Maki Lisi.
Emmanuel semakin dekat sampai ada suara siulan di belakang dan berhasil meninju wajah pria itu yang membuatnya pingsan. Lisi masih dalam keadaan takut tatkala melihat pria asing berwajah Jepang. Kojiyama berusaha untuk menenangkan wanita hamil itu. "Tenang." Jeda "jangan takut aku teman dari Gani Anjaya." Kojiyama menenangkan Lisi.
"Aku Kojiyama," ucapnya.
Lisi menelisik dari kaki hingga kepala lalu menebak mungkinkah dia adalah seorang CEO atau direktur. "Lisi!!" Suara melengking itu milik Lisa saudari kembarnya.
Kojiyama menatap keduanya nampak identik tapi pria tersebut lebih suka dengan Lisa karena matanya sangat indah. Lisa dan Kojiyama berpandangan sejenak kemudian Lisi segera membuyarkan lamunan keduanya. "Hey!! ayo kita kabur dari sini, sebelum si brengsek itu bangun!" ujar Lisi.
Kojiyama langsung menyuruh dua gadis kembar itu masuk ke dalam mobilnya untuk menjauh dari tempat itu. Emmanuel Dilson El Deanon calon suami Hisako Konawa saat itu mabuk karena merayakan kemenangannya untuk menikahi Hisako sampai ia tak sadar dan___memperkosa Lisi.
Sebelum bertindak dan berbuat pikir dua kali karena jika melakukan dosa pada orang dan orang itu tersakiti maka hukum karma akan menimpa orang itu, Hukum Karma itu lebih pedih dari dosa yang dilakukan oleh diri sendiri saat membuat orang lain tersakiti atas perbuatan.
PESAN AUTHOR
#Bersambung
__ADS_1