Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan

Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan
Bab 73


__ADS_3

Pagi ini Risma terbangun tanpa Anton di sampingnya ia mencari ke seluruh ruangan, Risma tanpa ba-bi-bu langsung menuju kamar Fera karena kali ini wanita hamil itu merasa jika suaminya tidur lagi bersama wanita sundal itu.


Risma dengan amarah langsung mendobrak pintu kamar Fera yang membuat wanita dengan tubuh kurus tak berdaya itu terbangun dan kaget, "Risma ada apa?" tanya Fera yang terbangun.


"Jangan sok belaga bego!! mana suami gua!!" maki Risma.


"Saya tidak tahu! Anton belum kesini," aku Fera menatap wajah Risma dan dadanya kembang kempis.


Risma yang sudah gelap mata karena emosi dan rasa cemburu yang mendalam mendekati wanita yang sudah membuat salah satu putrinya tewas, tangannya mencengkram dagu Fera yang membuat wanita itu meringis kesakitan.


"Apa rencanamu jalang!!" maki Risma yang membuat para pelayan terbangun dan segera menghampiri sumber suara itu.


"Ri-Risma a-aku---" suara Fera terputus-putus tatkala cekikan di lehernya amat kencang.


"Aku sedang hamil! jadi apa kamu berencana membunuh bayiku untuk kedua kalinya!!" tekan Risma seolah hatinya berontak karena harga dirinya sebagai istri jatuh dan jiwanya sebagai seorang ibu di hancurkan.


"Dengar Fera bragatsatya jika aku tahu kamu berusaha menghancurkan rumah tanggaku atau domba keluargaku aku tak segan memberikanmu ke kandang buaya!!" ucap Risma lalu meludahi wajah Fera dengan amat murka karena sudah terpendam amarahnya.


Risma keluar kamar tamu yang di tempati Fera, wanita berparas setengah Jepang itu melihat para pelayan yang berjejer melihat amarahnya pagi ini. Bi Iddah bisa mengerti akan kemurkaan Risma tapi tidak dengan Munnah yang tak tahu akar permasalahannya karena ia pelayan baru.


"Nyonya...," ucap Bi Iddah menyuruhnya duduk agar bisa menenangkan diri akan kemarahannya.


Risma puas lantaran lahar yang menyerupai amarah sudah keluar bagai ledakan gunung api.


"Saya mengerti perasaan Nyonya tapi___Non Fera sedang mengalami penyakit HIV." Bi Iddah berusaha menjelaskan pada Risma yang sedang menangis.


Gadis itu berdiri lalu mendongkak kasar ia melihat ke arah semua pelayan. "Apa Bibi gak pernah ngerasain sedikit yang aku rasain!" ujar Risma sambil memegang dadanya. "Aku seorang ibu dan seorang istri yang tersakiti\, aku bisa terima saat adik-adik iparku para sahabat suamiku mencaci maki diriku___hiks__tapi aku tak bisa terima jika sudah membunuh nyawa anakku."


"Iya Nyonya saya paham...," kata Bi Iddah sambil membelai surai Risma.

__ADS_1


Anton turun dari tangga. "Ada apa ini?" tanya Anton dengan suara bariton, Risma berdiri  dari kursi lalu ia menuju kamar untuk mandi dan ganti baju. Anton meminta penjelasan dari para pelayan tapi mereka malah bubar satu persatu.








Yukita Konawa berada di Irak untuk menemui pimpinan *******. Emmanuel sekarang mengantikan bisnis ayahnya dan para mafia yang dulu di pimpin oleh ayahnya dan Salsa sekarang akan di jual oleh Yukita dan Emmanuel El Deanon kepada te*oris.


Dalam tradisi Te*roris perempuan hanya di anggap sebagai pabrik anak lagipula Salsa masih muda dan masih mampu memiliki anak sebanyak-banyaknya bahkan Poliandri atau bersuami banyak itu bukanlah hal yang masalah. "Shiro," ucap Yukita menyuruh salah satu anggota Yakuza yang di pimpin olehnya untuk menyalakan korek gas agar ia bisa merokok.


"Aku inginkan cucuku, aku dengar cucuku yang bernama Karina Clarissa Anjaya akan ke Milan Italia." Yukita menghentikan ucapannya lalu menghisapnya dan menyembulkan asapnya ke udara.


"Jadi apa?" tanya pimpinan ******* itu yang wajahnya mengenakan penutup berwarna hitam.


"Aku tahu kau ingin membom salah satu gedung di milan Italia, selanjutnya kau ingin membom bandara."


Yukita bicara membuat salah satu ******* amat kesal dan hampir menodongkan senapan ke arah Yukita tapi berhasil di cegah oleh pimpinannya. "Kau culik cucuku lalu serahkan padaku," ucapnya, "----dan sebagai gantinya aku punya seorang gadis untukmu."


Pimpinan ******* itu tersenyum terlihat dari guratan matanya melihat Salsa dengan penuh minat, Yukita dan Emannuel sengaja memakaikan Salsa lingerie agar menarik nafsu *******. "Bagaimana apa kau setuju?" tawar Yukita. Anggota teror*is itu mengangguk yang kemudian menanyakan harga.


"Aku tak meminta harga, dan tak peduli kau ingin membom mana saja. Yang aku inginkan hanya cucuku!" tegas Yukita Konawa pada komplotan tero*is yang ingin bertugas di Milan.

__ADS_1


"Oke." Para *******, Yakuza, dan mafia yang dipimpin oleh Emmanuel sepakat untuk melancarkan aksinya.


Emmanuel tersenyum puas setelah kematian sang ayah. Pria itu ingin melebarkan sayap bisnis mafianya ke seluruh penjuru Eropa dan Amerika. Bisnis yang akan di geluti Emmanuel berupa Narkoba, Diskotik dan Kasino. Sedangkan Yukita ingin bisnis berupa pornografi, Kasino, dan Narkoba.


"Baiklah kalian atur rencana. Kami akan serahkan gadis ini dulu pada kalian," ucap Emmanuel sambil menghirup pavor atau rokok elektrik.


"Bawa dia ke kamarku!!" perintah Ter*ris itu pada bawahannya menggunakan bahasa Arab.


"Lepaskan aku!!" berontak Salsa yang entah apa takdir selanjutnya, agar tak berisik Yukita menyuruh anak buahnya melakban mulut Salsa dan mengikat kedua tangannya.


"Tepati janjimu culik cucuku lalu serahkan padaku." Yukita merayu pimpinan ******* sambil duduk di atas pangukuannya.


"Oke," ucapnya sambil menelan ludah kasar saat Yukita memperlihatkan pahanya.


'Yukita kau selain berbahaya tapi juga licik dan pandai menggoda,' batin Emmanuel sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Karina dengan menggunakan topi seperti anak laki-laki ingin ikut Clara liburan di Italia. "Kita akan ke Italia ke kota Oma." Clara bicara saat bersama Lisa mereka ingin mengajak Karina ke kota Italia. Clara paham duduk permasalahan antara anak dan menantunya.


'Ya allah selesaikan masalah dalam rumah tangga anak dan mantu saya, jangan sampai mereka bercerai dan berpisah lagi aku tak ingin mereka seperti masa lalu." Clara membatin dalam hatinya sampai Karina membuyarkan lamunan Clara.


"Oma!" ucap Karina sambil memeluk neneknya, "Karina udah siap?" ujar Clara sambil menyamai tinggi cucunya.


"Mama koper udah di bawa mang Adi ke bagasi mobil!! ayo cepat nanti terlambat pesawat." Lisa bicara ada ibunya.


Lisi tak ikut karena ia sedang sibuk mengurus Eric putranya yang baru lahir. Singkatnya Clara dan anak juga cucunya berangkat menuju bandara untuk ke Italia. Clara berfikir jika ia membawa cucunya pergi Anton dan Risma mampu menyelesaikan masalah mereka.


Sebagai manusia Clara tak tahu apa rencana tuhan yang sebenarnya apa yang terjadi di masa depan, Manusia hanya bisa berencana tapi tuhanlah yang menentukan. Clara memeluk erat Karina sedangkan Lisi tersenyum bahagia bisa menebus dosa masa lalunya meskipun tak separah yang di derita Fera.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2