
Kojiyama melacak dengan metode canggih yaitu monitor dan menyewa hacker yang handal, di bantu Gani. Anton juga melacak dengan memantau menggunakan laptopnya. Semenjak kepergian Risma Anton nampak diam bahkan dengan putrinya pria itu enggan bicara.
"Papa!" Karina mendekati sang ayah yang sibuk dengan laptopnya. "Hari ini Oma---" belum sempat gadis kecil itu menyelesaikan kalimatnya tapi dengan kasar Anton malah mengentak anak malang itu. "Sudah diam!! bisa 'kan Karin jangan ganggu Papa!"
Karina yang selama ini dekat dengan ayahnya dan begitu sayang dengan Anton menjadi mematung. Tak lama keluarlah isak tangis dari mulut anak malang itu, dengan erat Karina memeluk bonekanya. "Astaga Karina." Si kembar mendekat lalu Lisa memeluk erat keponakannya.
"Bang lu gak boleh gitu!! Karina 'kan cuman bocah!!" maki Lisi yang perutnya sudah terlihat membuncit, sedangkan Lisa mengendong sambil menengkan bocah malang itu.
"Astaga! ada apa ini?" tanya Clara yang berjalan mendekat.
"Kak Anton tadi bentak Karina!" ucap Lisa.
"Kamu kenapa sih?" tanya Clara.
Anton malah meninggalkan para wanita itu untuk menuju kamarnya lantaran ia amat kesal. Karina yang ketakutan karena mendapatkan gentakan dari sang ayah yang berubah tak seperti waktu dulu yang amat menyangyangginya bahkan jarang berteriak di hadapan Karina.
Didalam mobil Risma membuka matanya perlahan rasa pening menghatam kepalanya seolah ada batu besar yang menimpa kepalanya, "dimana aku?" tanya Risma. Betapa terkejutnya Risma saat menoleh ke samping melihat seorang wanita yang katanya sudah di deportasi.
"Okasan!" ucap Risma.
Wanita yang berusia 23 tahun itu tersadar dirinya masih mengenakan kebaya dan riasan pengantin, "kamu tenang saja aku akan membawamu kembali ke Tokyo dan mengambil hak asuh cucuku." Yukita Konawa menatap ke depan tanpa mau menoleh ke arah putrinya.
Yukita Konawa memakai gaun hitam dan polesan lipstick merah menyala, ia bicara tanpa mau menatap putrinya yang di samping.
"Okasan aku udah menikah dan sudah resmi menjadi istri dari Anton."
"Tidak dengan sekarang, Nak."
__ADS_1
Risma terpikir ide untuk kabur saat lampu merah tapi Yukita Konawa yang seorang Yakuza sudah terlatih dan memprediksi hal itu. Saat lampu merah Risma berusaha membuka pintu mobil sudah beberapa kali tapi tak bisa.Yukita Konawa tersenyum licik sambil melipat kedua tangannya.
"Mau kabur, hmm?" tanya Yukita sambil melipat kedua tangannya.
"Okasan tolong lepaskan aku!!" pinta Risma.
"Tidak akan Risma kau tak akan bahagia dengan si brengsek itu!" maki Yukita Konawa.
"Kau sudah aku temukan, tinggal Hisako keponakanku." Yukita Konawa terlihat senang sambil memainkan kukunya.
"Apa tujuanmu melakukan ini pada kami!!" ucap Risma dengan mata berkaca-kaca dan inotasi suara meninggi.
"Hisako aku nikahkan dengan El Deanon karena selain kekayaan aku juga ingin membuat aliansi bisnis dan Mafia terkuat." Yukita menjelaskan pada putrinya dengan bangga seolah yang di lakukannya benar.
"Okasan lalu bagaimana dengan Kojiya jika mencintai salah satu keluarga Anjaya." Risma bicara seolah menyumpahi adiknya.
Yukita mendelik ke samping lalu tak segan menampar Risma dengan keras putrinya.
PLAK!
Air mata Risma luruh seketika Yukita dengan beringas menujukan jarinya. "Aku tak akan sudi memiliki seorang menantu yang tak ada pengaruhnya!" ujar Yukita.
"Tidak ada pengaruhnya!! bagaimana bisa tak ada pengaruhnya!! keluarga Anjaya memiliki real estate dan bisnis serta kekayaan di kota besar seluruh dunia!!" koreksi Risma.
"Biarkan kami memilih jalan hidup kami sendiri," mohon Risma pada sang ibu.
Mobil yang di kendarai mereka mengerem dan memasuki gedung kosong dan cukup terbengkalai tanpa di huni, biasanya Yukita Konawa membuat siasat bersama para ganster di tempat ini. "Kita dimana, Okasan?" tanya Risma pada ibunya.
Yukita diam sambil melipat tangannya tak lama pintu mobil di buka dan memperlihatkan para Yakuza menarik paksa Risma. "Kalian lepaskan aku!! kalian mau apa?!" Risma bicara seolah tak di gubris oleh Yakuza anak buah Yukita mereka hanya berpihak pada Yukita Konawa saja.
"Bawa dia di tempat yang sudah aku siapkan!" perintah Yukita.
"Hai." Mereka melakukan Ojigi.
"Okasan apa-apaan ini!!?" ucap Risma yang terus memberontak tapi ia sedikit ke susahan karena masih memakai kebaya dan riasan pengantin di tambah sepatu hak tinggi. khusus untuk para pengantin
Para gangster membawa Yukita ke tempat yang menyerupai gudang tetapi sangat bersih di tambah banyak benda-benda klasik, Yukita sudah merencenakan semuanya dengan matang agar putrinya tak kabur ia menempatkan di gedung tertinggi dan jendela di tralis besi juga di depan pintu di jaga ketat oleh para ganster.
Tubuh Risma di lempar ke dalam gudang gadis malang itu mengedor pintu dan berteriak tapi hasilnya nihil tak satu pun peduli, Risma luruh di lantai dengan hiasan pengantin yang masih pada dirinya kebaya putih yang di kenakannya sudah mulai kotor terkena debu.
__ADS_1
Risma mendekap kedua lututnya dengan dua tangannya, benar ternyata hatinya masih milik Anton tak akan pernah berubah ia berharap Anton menjemputnya. "Anton tolong aku...," ucap lirih Risma.
Risma melihat di jari manis kanannya cincin emas dengan permata melingkar manis di jarinya yang mungil mengingat bagaimana pernikahannya dengan Anton yang ia baru rasakan, juga Anton yang mencium keningnya. Risma menatap ke jendela di hadapannya mata melihat bagaimana malam menjadi saksi atas perpisahan antara dirinya dengan Anton lagi.
"Ya allah tolong persatukan kembali hamba dengan Anton." Risma membatin matanya amat lelah dan perutnya juga lapar karena rasa lelah perlahan matanya tersa berat, wajahnya yang masih berpoles makeup memperlihatkan wajah pucat tak lama tubuhnya terkulai di depan pintu.
"Anton...Anton...Karina." Sudah terlihat jika Risma amat merindukan suami dan anaknya, wajahnya pucat dan bibirnya terus menyebutkan dua nama itu.
*
Anton masih melacak keberadaan istrinya tapi belum ketemu ia melihat dari penelusuran yang di berikan Kojiyama yang sekarang berstatus sebagai adik iparnya memberikan sebuah Foto segerombolan orang yang bertopeng melemparkan gas kaleng dan menculik Risma.
"Kojiyama apa lagi yang kau dapat?" tanya Anton pada adik iparnya.
"Hanya itu belum ada lagi." Ini sudah siang tapi para pria terus memantau pencarian pada Risma yang belum ketemu.
Gani dan Kojiyama serta dua sahabat Anton Andria dan Axel juga turut prihatin dengan keadaan pria berparas setengah Italia itu. Pasalnya setelah kehilangan Risma untuk kedua kalinya seolah pria itu kehilangan semangat untuk hidup lagi.
Anton menjadi cuek pada Karina putrinya padahal bocah itu sudah menganggap Anton seperti kehidupannya. Jadi Karina di rawat sementara waktu oleh omanya yaitu Clara juga si kembar Lisa dan Lisi.
BERSAMBUNG
-
__ADS_1
-
-