Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan

Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan
Bab 13


__ADS_3

Yukita kembali ke rumah dengan menggunakan supir pribadi, ia menyesal lantaran terlambat menemukan Putrinya. Sinar matahari seolah menyinari bumi masuk ke kaca mobil tak lama ponselnya berdering yang membuat wanita itu terbuyar.


"Halo," ucap Yukita menempelkan benda pipih itu di telinganya.


"...."


"Daijōbu Kōjiyama, okāsan kamo shirenai tazuneru kōkan suru ichi okāsan ofisude?"(Baiklah, Kojiyama. Ibu boleh minta gantikan posisi ibu di kantor?) 


"...."


"Anata no imōto wa byōin ni imasu. Kore wa subete no sono akuma no otoko no seidesu." (Kakakmu ada di rumah sakit. Ini adalah semua kesalahan  pria iblis itu.)


"......"


"Okāsan) wa atode oshiete kuremasuga, kondo wa ofisude (okāsan) o saisho ni kōkan shimasu." ((Ibu) akan ceritakan nanti, sekarang kamu gantikan posisi (ibu) dulu di kantor.)


"......."


"Sayonara, kōji ya ma." (Sampai jumpa lagi, Kojiyama.)


"......."


Yukita segera memasukan kembali ke dalam tasnya ia ingin ke rumah karena sudah menyuruh para kelompok Yakuza berkumpul di rumahnya dua jam lagi karena ia ingin membersihkan diri, tak lama mobil yang di kendarai Yukita sampai ke pekarangan rumah mewah yang merupakan rumahnya saat berada di indonesia.

__ADS_1


Yukita turun menyuruh beberapa orang pelayan menyiapkan semuanya saat kelompok Yakuza nanti datang, Yukita membersihkan diri kemudian ia memakai kimono berwarna ungu dengan dominasi bunga.


Sesaat ia menunggu kelompok Yakuza datang, tentu Yukita langsung menyuruh para Yakuza itu memberi pelajaran pada, Axel, Andrian, Salsa, termasuk Fera.


Yukita ada alasan untuk tak menyakiti Anton entahlah apa karena pria itu menantunya atau karena Risma mencintai pria itu, Yukita tak tega melihat putrinya hancur karena cintanya tersakiti tapi ia mau tak mau harus meminta Anton dan Risma bercerai kalo tak mau maka terpaksa harus menggunakan cara kejam.


"Baiklah kalian sudah tahu apa yang harus kalian lakukan?" tegas Yukita Konawa.


"Hai." Para Yakuza langsung membungkukkan badan yang disebut Ojigi.


Yukita tersenyum ia bersantai sambil menunggu kabar dari para kelompok Yakuza yang menjalan perintahnya, ia menuangkan teh hangat kemudian meminumnya ia menarik nafas panjang ia menjadi teringat masa mudanya yang liar dengan para Yakuza tentu saja hal itu terjadi karena Yukita itu broken home  kedua orangtuanya masing-masing selingkuh meskipun dari keluarga kaya tak membuatnya bahagia.


Tehnya menyembulkan asap sampai ke udara ia memegang gelasnya untuk menyesap tehnya, di tangannya juga terlihat jari-jarinya yang terpotong karena tak sengaja ia gagal menjalankan misi sebagai Yakuza tradisi potong jari disebut Yubitsume. 


Anton berdiri di balkon rumah ia memandang foto pernikahan dirinya dengan Risma. Senyum gadis yang tak berdosa amat bahagia. Awalnya ia ingin memberikan buku nikah di kantornya karena ingin bicara pada sang istri agar memulai semuanya dari awal, meskipun ia tahu membujuknya bukanlah hal yang mudah seperti membalikan telapak tangan. 


Sebelum Risma datang Fera Covrev datang, dengan menggoda Anton tak segan wanita itu berani melepaskan pakaiannya di hadapan Anton. Tentu saja Anton langsung melakukan hal tabu itu karena Anton adalah pria normal, ini bukan hanya sekali Anton dan Fera melakukan hubungan badan tapi sudah berkali-kali entah tak bisa di hitung menggunakan jari.


Anton merasa sepasang tangan melingkar di pinggangnya. "Fer, lepas...," lirih Anton mungkin ia tahu tak seharusnya melakukan hal ini.


"Ada apa denganmu? apa kamu akan menceraikan cewek kampung itu." Fera menatap manik mata coklat milik Anton.


Anton melepaskan pelan tangan Fera dari pinggangnya, untuk masuk dan duduk di sofa kemudian di ikuti Fera di belakang. 

__ADS_1


"Aku tak akan menceraikan istriku, Fer." Anton bicara demikian lantaran selama ini ia tak menyadari jika sudah mencintai istrinya.


"Anton!! aku mencintaimu!! aku kembali hanya untukmu setelah menyadari jika aku mencintaimu!!" ucap Fera yang berdiri sambil berkacak pinggang. 


"Fera cinta tak harus saling memiliki___aku tahu kau kembali hanya karena ayahmu korupsi dan keluargamu terlilit hutang!" maki Anton yang sudah tahu semuanya.


"Anton!!" marah Fera.


"Sebaiknya kamu pulang, Fer." Anton mengusir Fera.


"Oke, aku pulang tapi jangan cari aku lagi Anton!!" Fera pergi berharap Anton mengejarnya tapi nyatanya tidak.


Saat Fera keluar rumah Anton ia malah semakin bertambah kesal lantaran ia harus berjalan kaki, di tambah kesal malam-malam sepi.


Fera berjalan mencari taxi tapi malah ada mobil sedan hitam berhenti awalnya Fera tak merasa curiga lama-kelamaan rasanya ia ingin berlari saat para pria berwajah Jepang datang menghampirinya.


"Kalian si--siapa?" tanya Fera dengan tubuh bergetar.


Tapi Fera di bius kemudian di masukan ke dalam mobil, untuk di bawa ke suatu tempat.


Di tempat itu Fera di sekap bersama Salsa. "Ehmm..."


Fera terkejut lantaran juga ada salsa yang di ikat dan mulutnya di bekap dengan kain. Tiba-tiba Nyonya Konawa yang masih mengenakan kimono warna ungu datang.

__ADS_1


__ADS_2