Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan

Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan
Bab 20


__ADS_3

Anton datang membawa nampan makanan yang di berikan perawat barusan, Risma hanya diam tanda muak dengan kepalsuan pria yang masih berstatus suaminya ini, hatinya masih kecewa pada pria itu lantaran selama ia hamil tak pernah diberi nafkah dan selalu tak di pedulikan bahkan terang-terangan selingkuh dan tidur bersama wanita lain.


"Makanan datang." Anton duduk di kursi dan menaruh nampan makanan yang menyatu pada brankar itu. 


"Risma, kamu harus makan biar saya suapi kamu." Anton mengambil sendok kemudian menyuapi istrinya Risma hanya membungkam mulutnya rapat-rapat tanpa sudi menerima suapan dari suaminya.


"Risma kamu harus makan agar bisa minum obat...," ucap Anton menaruh sendoknya kembali. 


"Aku punya tangan dan tidak cacat, aku bisa makan sendiri. Seolah aku ini hanya bonekamu," ujar Risma menatap Anton di samping.


"Risma kali ini kamu dengarkan kata saya, kamu harus makan dan minum obat agar cepat pulih."


Wanita berparas setengah Jepang itu berdecih dengan kelakuan pria di samping lantaran ia kesal dan marah berharap tak bertemu lagi dengannya.


"Kamu nyuruh saya ini dan itu seolah saya adalah babu kamu," jawab Risma dengan raut wajah kebencian.


Anton menghembuskan nafas panjang ia menaruh nampan di pangkuan istrinya dan membiarkannya makan sendiri, Risma makan dengan perasaan emosi ia hanya makan setengahnya kemudian ia mengambil obat dengan kesulitan di samping ranjang.


Anton yang sedang berkutik di laptop sembari duduk di sofa langsung menghampiri Risma kemudian membantu istrinya.

__ADS_1


Tanpa sadar Risma menatap mata coklat milik sang suami begitupun Anton menatap mata hitam sekelam malam milik Risma.


Anton menyadari jika kata-kata sinis dan kasar yang di lontarkan istrinya memang pantas di terima dikarenakan perlakuannya ia bisa merasakan saat menatap mata Risma seberapa berat dan sakit penderitaan istrinya selama ini.


Mata Hijau milik Anton meyakinkan Risma jika di mata suaminya masih ada cinta hanya saja Anton terlambat menyadarinya tak bisa di pungkiri jika sangat sulit menghilangkan cinta di hatinya untuk Anton tapi ada sebagian rasa benci di hatinya, Risma bisa merasakan adanya harapan saat tangannya disentuh oleh suaminya seolah ia mematung.


Sepasang suami-istri itu saling menatap untuk pertama kalinya selama mereka menikah.


Tak lama ada yang masuk itu adalah Nyonya Konawa dan juga Hanna. "Maaf jika kami menganggu kalian...," ucap Hanna.


Risma segera melepaskan tangannya dari sang suami dengan kasar, "Hanna tolong ambilin obat dong," pinta Risma.


"Terimakasih," ucap Risma dengan tulus. 


"Ya ampun, Yumeko kenapa makanannya tak di habiskan?" tanya Nyonya Konawa.


"Aku tidak berselera, Okaasan." 


"Baiklah kau mau apa? aku akan membelikannya untukmu sayang."

__ADS_1


Yukita mendekat sambil mengelus pipi putrinya dengan penuh kelembutan, "Nyonya Konawa istriku di peringatkan oleh perawat agar tak memakan dari luar untuk sementara."


Anton menjelaskan pada mertuanya tetapi bukannya Yukita mengatakan sesuatu pada menantunya, malah ditatap sinis oleh Yukita.


Hanna berusaha menetralkan suasana dengan menanyai sesuatu agar Risma tertawa, tak lama Axel dan Andria datang ke rumah sakit untuk meminta maaf pada Risma.


"Mau apa kalian?" sinis Yukita dengan tatapan tajam yang membuat Anton merasa tak nyaman, Hanna tak tahu harus apa.


"Okaasan...," ujar Risma berusaha menenangkan ibunya.


"Kami ingin minta maaf pada putrimu," ucapan Andriaa mewakili Axel.


"Minta maaf ya, set---" belum sempat Yukita menyelesaikannya tetapi Risma malah memotong agar ibunya tenang.


"Okaasan, cukup." Jeda "Tolong berikan waktu pada mereka untuk bicara, aku mohon Okaasan keluar," pinta Risma pada sang ibu.


Yukita dengan perasaan kesal ia keluar, sebelum keluar ia menatap kedua pria yang menghina putrinya dengan kasar Yukita menendang kruk atau alat bantu jalan yang di kenakan Axel, dan membuat Axel hampir terjatuh beruntung Hanna menangkap tubuh Axel sebelum tumbang.


Aneh sekali ada rasa aneh saat berdekatan dengan pria berparas Spanyol ini, matanya yang berwarna jingga membuat hati Hanna terpana sambil memapah tubuh Axel agar di dudukan di sofa, Andria hanya di tabrak bahunya dengan kasar oleh Yukita.

__ADS_1


__ADS_2