Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan

Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan
Bab 76


__ADS_3

Risma di rumah Kojiyama saat sedang ingin mengambil cangkir teh tiba-tiba cangkir itu pecah.


"Aduh Kak Yumeko hati-hati dong," kata Kojiyama yang ikut minum teh bersama sang kakak.


"Uuuh panas!" ucap Risma sambil mengibasi mulutnya.


"Ya ampun Kak kok gua jadi ke inget Karina ya," ujar Kojiyama sambil mengelus dada.


Risma yang berperasaan seorang ibu juga khawatir akan putrinya jadi, wanita setengah Jepang itu memutuskan untuk menelpon mertuanya yang berada di Italia.


Benda pipih itu di tempelkan di telinganya, "kok gak ada jawaban." Risma bicara dalam hatinya, Karina suara bocah itu selalu terbayang-bayang di benaknya.


Kojiyama menaruh bukunya lalu menepuk pundak kakaknya membuat Risma menoleh ke adiknya.


"Kak Yumeko jangan terlalu stress atau banyak pikiran, kasian ponakan aku."


Risma mengusap lembut pipi sang adik, meskipun mereka setengah kandung tapi ikatan batin antara saudara begitu kuat.


"Iya aku tahu," ucap Risma yang tatapannya kosong penuh arti. Tangannya perlahan membelai lembut perutnya.


"Aku tahu Kakak ikut aku karena gak mau ulangin kesalahan yang sama," ucap Kojiyama mendudukkan kakaknya di sofa lalu menuangkan secangkir teh hangat tanpa gula.


"Tapi aku___percaya Kak Anton, dia deperesi banget waktu kehilangan kak Yumeko." JEDA "sebenarnya Kak Anton sayang banget loh sama kakak, tapi Kak Yumeko gak sadar."


"Jika dia mencintaiku dia tidak akan membawa selingkuhan ke rumah apalagi selingkuhan itu adalah sundal yang sudah melenyapkan anak kami!!!" maki Risma pada sang adik yang sepertinya membela suaminya.


"Kak Yumeko bukan gitu, ini masalah rumah tangga tolong kakak yang dewasa pikirkan Karina dan jabang bayi yang---"


Ucapan Kojiyama di potong oleh Risma karena muak dengan adiknya yang seolah membela si sundal dan suaminya yang brengsek.


"Cukup Koji!! aku pikir kamu membelaku tapi nyatanya kamu membela pembunuh keponakan mu sendiri, aku sakit hati Koji!!!"


"Kak Yumeko dengerin dulu ini soal---"


"Soal apa?!!" Risma beranjak berdiri mendekati adiknya yang membuat Kojiyama mundur tiga langkah melihat kakaknya melotot marah sambil berjalan mendekat.


"Dengar Koji kamu tak mengerti aku!! aku kehilangan putriku!! aku di hina dan di caci maki!! Okasan benar sebaiknya aku tidak seharusnya kembali dengan bajingan itu!!!" ungkap Risma dengan amarah dan emosi.


"Cukup aku ingin kembali bersama Okasan!!" ucap Risma seolah itu pilihan hidupnya.


"Kak Yumeko, jangan gila anak-anak kakak akan hidup dengan para gengster hidup keras dan banyak kebiadaban!!!" peringat Kojiyama.

__ADS_1


"Ini pilihan hidupku!"


Suara itu menggema tanpa sadar di belakang sudah ada Hanna, Axel, dan suaminya.


Risma menoleh ke belakang melihat suaminya dengan mata berkaca-kaca seolah ada cinta dan kesedihan terpancar dari wajah suaminya.


"Apa yang kamu katakan?" ucap Anton mendekati istrinya.


Hanna hanya diam tanda tak tahu harus apa? Axel sudah jelas membela Anton karena pria itu sangat berhutang materi pada pria berparas Italia itu.


"Aku ingin bercerai! cukup sudah penderitaan yang kamu beri!! aku tak mau anakku yang ini kamu korbankan untuk sundal biadab itu!!!"


Risma bicara membuat Anton merasakan pedihnya perasaan istrinya dia tak bisa memungkiri jika rumah tangganya yang akan di berkahi anak harus kandas untuk kedua kalinya.


"Risma lu gak bisa gitu dong! pikirin anak lu, bagaimana pun anak lu juga pewaris keluarga Anjaya!!!" kata Axel menimpali.


Risma menatap Axel dengan marah juga tak lupa air mata tertahan, "apa kamu merasakan rasanya kehilangan anak Tuan Herguez?!"


Axel langsung mendekat tapi Hanna menahan lengannya lalu menggeleng. "Jangan Axel__aku mohon jangan__," ucap Hanna pada suaminya.


"Aku harap tuhan memberikan penderitaan yang sama padamu Axel, semoga kita impas. Merasakan seorang yang kehilangan anak," ucapan Risma seolah kutukan yang membuat Axe dan Hanna tak berdaya.


"Aku kecewa sama kamu Koji dan__kamu Hanna, kamu adalah sahabatku tapi kamu hanya diam sekarang."


Risma mengusap air matanya kasar lalu naik ke lantai atas kamarnya dan menutup pintu kamar dengan keras sampai terdengar.


Risma menangis di bawah bantal hatinya perih tatkala merasakan luka lama, semua orang tak pernah mengerti perasaannya semuanya terasa sakit.


Semua orang seolah menyerangnya, tak lama perutnya terasa kram dan sakit.


"Aduh!! sayang kamu yang kuat ya, nanti jika kamu lahir bisa menemani mama dan kakak."


Risma membelai perutnya yang mulai buncit rasanya sakit luar biasa di tambah kepalanya pening seperti di hantam batu besar sampai tubuhnya tumbang di lantai.


ಥ_ಥ


Di Italia seorang wanita baya terbangun karena merasakan kepalanya pening, saat sadar kepalanya sudah di perban.


"Mama jangan banyak bergerak," ucap Lisa yang duduk di sebelah sambil menenangkan ibunya.


"Lisa dimana Karina?" tanya Clara.

__ADS_1


Lisa bingung harus menjawab apa pasalnya yang ia ketahui, salah satu ******* mungkin saja menculik Karina.


"Karina ada di hotel dia lagi istirahat," kata Lisa.


Lisa menelan pahitnya pil kebohongan ia bersalah karena membohongi ibunya ini semua di lakukan agar kesehatan sang ibu di utamakan.


"Kalo begitu aku ingin bertemu cucuku," ucap Clara.


"Mama sembuh dulu nanti Karina kesini kok."


Lisa bicara pada ibunya sungguh ia tak menyangka jika kesehatan sang ibu sampai dampak lebih buruk.


Dokter mengatakan jika Paranoid atau ketakutan berlebih yang di miliki Clara bisa menyebabkan kematian, ia tak bisa melakukan apapun karena penyakit paranoid biasanya dari keturunan atau sejak lahir


Lisa menelpon detektif dan hacker terpercaya demi melacak dimana keponakan nya, Lisa juga telah memberitahu Kakaknya di Jakarta.


Flashback...


Anton baru sampai rumah saat pulang dari kantornya ia menerima telepon dengan kode negara dari Italia ia bingung ada apa sebenarnya?


"Halo," ucap Anton menempelkan benda pipih itu di telinganya yang ia dengar justru suara tangis adiknya.


"Lisa lu kenapa??" tanya Anton yang panik


"Oke lu tenang coba cerita semua baik 'kan?" tanya Anton pada adiknya juga berusaha menenangkan.


Lisa cerita jika di Milan sedang ada serangan bom dan Clara sedang di rawat di rumah sakit, sedangkan Karina sudah di culik oleh komplotan Ter*Oris itu sungguh Anton langsung syok mendengarnya.


"Yaudah gua juga nanti bantu cari, sekarang Mama gimana?" tanya Anton panik.


"Oke gua bakal kasih tahu Risma soal ini."


Anton mematikan ponselnya lalu pikirannya langsung tercetus satu nama, yaitu mertuanya siapa lagi kalo bukan Yukita Konawa.


"Sial!!!" maki Anton yang hampir membanting ponselnya.


ᕦ⊙෴⊙ᕤᕦ⊙෴⊙ᕤᕦ⊙෴⊙ᕤᕦ⊙෴⊙ᕤ


Anton ke rumah Kojiyama ingin memberikan suatu informasi yang penting justru saat ia datang ke rumah adik iparnya, malah ia berdebat dengan istrinya.


Suasana semakin keruh saat Risma malah meminta cerai dan yang membuat nya sakit saat istrinya meminta cerai darinya, Anton dalam lubuk hatinya amat mencintai istrinya dan tak ingin kehilangan Yumeko Konawa.

__ADS_1


#bersambung


__ADS_2