
Siska merasa di bius dan pingsan ia di bawa sebagai jaminan sesuatu, rupanya El deanon juga menginginkan Siska sebagai penganti Hisako jika gadis Jepang itu hamil anak Andria. El deanon menginginkan bocah berumur 18 tahun itu sebagai istrinya.
"Woy!! gua mau dibawa kemana?!" jerit Siska mendengar orang-orang ini bicara dalam bahasa aneh.
Siska mempunyai suara 12 oktav yang sangat keras jika gadis itu berteriak, "qul lilfatat 'an tasmit." Salah satu anak buah El deanon yang berparas Timur tengah bicara dalam bahasa Arab. Artinya: Beritahu gadis itu untuk diam.
"Ngomong apa sih lu pada, garong!! gua kagak ngerti!!!" suara Siska meninggi menjadi 7 oktav.
"Min fadlik qul lilfatat 'an tasmut , 'ana la 'urakiz ealaa alqiada," ucap pengemudi yang berwajah Suriah. Artinya: Tolong beritahu gadis itu untuk diam, saya tidak fokus mengemudi.
"Coba ngomong bahasa Inggris!! Please Speak English!!" ungkap Siska.
"Oke, Please Shut up." salah satu pria berparas timur tengah bicara bahasa inggris.
"Where do I want to be taken?" tanya Siska dalam rontaannya.
"Mr. El deanon." Pria pengemudi itu bicara pada gadis usia 18 tahun itu.
"Hah!! Ngapain tuh Keranda Lampor pake acara culik gua!!" batin Siska dalam hatinya, yang di maksud keranda Lampor adalah El Deanon. "Ya allah jangan sampai hamba jadi incaran kedua setelah Kak Hisako, nanti kesannya tragis masa ia seorang putri raja kawin ama buto ijo!" lanjutnya dalam hati.
Anton terkejut tatkala satpam dan supirnya babak belur kedua pria itu mengaku di pukuli oleh para pria berjas hitam dan berparas Arab atau timur tengah, "Omg calon bini gua!" ucap Gani mencelos pada gadis berusia 18 tahun itu.
__ADS_1
"Yaudah kita coba hubungi Andria dan Axel untuk membantu pelacakan," ucap Anton segera menelpon dua sahabatnya.
Ponsel itu di telinganya. "Hallo Axel, Hisako juga di culik gimana dong."
'Yaudah nanti malam kita kumpul di rumah Kojiyama,' ucap Axel.
"Iya, ini aneh aja masa anak gua, Hisako, sama Siska bisa hilang secara bersamaan."
'Oke, tapi gua izin dulu sama Hanna takut dia nyariin gua.'
"Yaudah."
Anton mematikan ponselnya dan memsukan ke dalam celana trainingnya, "Gani bawa Mang sabri sama Pak Harno ke klinik, gua mau ke dalam liat CCTV siapa yang datang."
Anton segera masuk gerbang menuju rumahnya, "mampus gua kalo sampai Tante Amara anaknya ilang bisa di penggal gua ama Tante bini gua." Anton masuk rumah dengan langkah terburu-buru, di ruang kerjanya ia melihat beberapa orang menculik dan membius Siska lewat CCTV.
"Ini Plat mobilnya, gua perbesar."
Anton mengambil gambar Plat mobil agar mudah di lacak nanti malam ia akan bersiap ke rumah Kojiyama bersama adiknya dan Axel, soal Risma ia akan menidurkan istrinya itu.
Anton terliahat terburu-buru betjalan menganti pakaiannya, Risma terbangun melihat suaminya sangat terburu-buru. "Anton kamu mau kemana?" tanya sang istri sambil memegangi perutnya yang besar.
Tak ingin istrinya stress karena memikirkan masalah ini, Anton malah menuntupi semuanya dari sang istri. Risma bangun sambil memegangi perutnya yang sudah nampak membesar. "A-aku mau ada meeting di hotel kita, kamu di rumah nanti Bi iddah akan mengaturmu."
__ADS_1
"Anton aku bisa menjaga diriku sendiri," ujar Risma yang melihat suaminya memegang kedua bahunya.
"Iya tapi ingat makan yang bener dan minum obat dan vitamin tepat waktu."
Risma hanya menganggukan kepala lalu Anton pergi dengan terburu-buru ke rumah adik iparnya, Risma heran apa yang sebenarnya terjadi. Wanita yang tengah mengandung itu heran dengan gelagat suaminya tapi setelah bayi dalam kandungannya menendang Risma hanya tersenyum dan berusaha meyakinkan diri jika suaminya hanya untuk berbisnis.
Saat turun dari tangga sambil memegangi pinggulnya ada Clara yang datang, "Yumeko!!! kamu tengah mengandung jangan naik turun tangga!" ucap Clara berjalan mendekat.
"Aku tak apa mama."
"Risma mama minta maaf, karina--" ucapan Clara terpotong tatkala Risma bicara pada ibu mertuanya.
"Tak apa mama semua akan baik-baik saja."
Risma tahu jika Karina pasti sedang bersama Yukita yakni sang nenek. Risma menjadi lebih tenang saat tahu keberadaan putrinya bersama ibunya, wanita setengan darah Jepang itu di kirimi ibunya surat dalam huruf kanji Jepang yang mengatakan jika Karina baik-baik saja.
Setelah surat itu selesai dibaca surat itu langsung di bakar Risma dengan menggunakan lilin, Surat dari Yukita Konawa di kirim sejak kemarin. Risma bersyukur tatkala putrinya di beri pendidikan yang layak hanya satu yang Risma takutkan yaitu Karina yang sekarang namanya menjadi Yuriko akan menjadi gangster.
"Yaudah ayo kita ke dapur sekarang," ajak Clara sambil membantu menantunya.
Clara sengaja ke rumah putranya untuk melihat keadaan menantunya, wanita berparas Italia itu tak ingin Anton memperlakukan istrinya seperti awal pernikahan. Clara juga mendengar dari mulut teman Anton yang seorang Dokter kandunga jika Risma mengalami KDRT.
"Fera!! tak akan aku biarkan wanita sundal itu menganggu rumah tangga putra dan menantuku lagi!!" batin Clara dalam hati.
__ADS_1
Risma berjalan sambil memegang pinggulnya, usianya sudah 6 bulan ia tak mau jika anaknya yang satu ini lahir prematur seperti si kembar Kirana dan Karina.