Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan

Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan
Bab 100


__ADS_3

Karina di rumah bersama anak-anak Salsa, “aduh aku khawatir sama mama.” Karina bicara pada Adam sahabatnya. “Iya Ummu juga belum pulang,” ujar anak Salsa yang lain bernama Amna.


“Sampai kapan kita harus menunggu,” ujar anak Salsa yang lain bernama Safarah.


Safarah anak terakhir anak Salsa dengan hubungannya oleh para ter*ris di Timur Tengah.


Adam dan Karina yang merasa paling dewasa mulai menenangkan Safarah, “Mbak Nita bisa telepon Papa?” tanya Karina pada ART.


“Tunggu dulu ya, Non. Saya teh mau coba telepon soalnya dari tadi saya telepon Tuan belum di angkat,” jelas Mbak Nita.


“Aduh saya teh jadi khawatir.” Nita memiliki firasat buruk mengenai majikannya, gadis itu akhirnya membuat alibi.


“Kalian teh lapar, gimana biar saya masakin aja?” mendengar itu perut keenam anak itu langsung bergemuruh karena lapar.


“Ya udah kalian nonton TV saya akan masak dulu,” ucap Nita lalu pergi ke dapur.


Nita berusaha menghubungi Anton dengan ponsel pribadi, tadi dengan telepon rumah tidak diangkat sekarang ponselnya tidak ada jawaban sama sekali.


***


Di rumah sakit Anton menatap putranya di incubator ia tak menyangka dosa masa lalu yang ia toreh pada istrinya sekarang harus kembali di tanggung oleh istrinya, bayi itu berjenis kelamin laki-laki, matanya bulat seperti Anton dan kulitnya putih di wariskan dari kedua orangtuanya yang memiliki darah Italia-Indonesia dari Anton juga darah Jepang-Indonesia dari Risma.


“Maafkan papa, Antonio. Karena Papa mama kamu jadi korban dan kamu hampir bernasib sama seperti kakak kamu Kirana,” kata Anton dengan penuh penyesalan.


Anton hanya bisa terduduk sedih melihat keadaan antara istri dan anaknya menjadi seperti ini, butuh delapan jam lagi agar Risma bisa bicara karena obat bius yang berlebihan membuatnya sulit bicara dan menggerakkan badannya.


Dokter terpaksa melakukan itu karena posisi peluru yang hampir mengenai bayi Antonio dan mengancam nyawanya, jadi hal itu terpaksa di lakukan dengan sesuai takaran medis dan kondisi tubuh agar tidak over dosis.


Tak lama Clare masuk ke dalam ruang NICCU. “Anton!” panggil Clare sambil memeluk putranya, “menangislah Nak. Jika itu dapat membuatmu tenang,” ucap Clare sambil memeluk Anton.


Wanita Italia itu tak menyangka jika putranya harus menanggung derita, tapi yang paling menderita disini adalah menantunya. Wanita malang itu harus terbujur dengan obat bius karena ulah ibunya sendiri yang seorang Yakuza.


Seorang ibu harusnya lebih memahami anak-anaknya, kenapa cinta mereka harus ada penghalang.


Padahal Clara yakin cinta mereka sangat murni dan bahkan Anton rela tertembak saat insiden di Bali.

__ADS_1


“Anton ganti baju dulu, mama udah bawa baju. Kamu ganti ya?” pinta Clara.


“Iya Ma,” patuh Anton.


“Mama harus ke rumah kamu, Karina harus mama liat. Mama harus pulang sama Salsa.”


“Anton bisa jagain Risma, Ma.”


Clara segera pulang dengan Mang Adi sebagai supirnya. Clara di mobil banyak bercerita dengan Salsa. Wanita Italia itu tak menyangka besannya bisa berbuat sehina itu, bagaimana tidak Yukita bisa melakukan itu pada Salsa dan Fera bahkan mengajarkan hal keji pada cucunya.


“Sekarang kamu tenang saja, kamu bisa bekerja sebagai penanam saham.”


Clara sudah menganggap wanita keturunan USA ini sebagai putrinya, “terimakasih Tante.” Salsa memeluk Clara.


“Udah ya, sekarang kamu harus fokus mengurus anak-anak kamu,” ucapnya.


Salsa tersenyum, tak terasa mereka sudah sampai rumah. Di dalam rumah mereka melihat anak-anak sedang di suguhkan makanan oleh Nita, Salsa hanya tersenyum lalu melihat anak-anaknya.


“Ummu udah pulang,” teriak salah satu anak Salsa dengan gembira,


“Kalian lanjut makan Ummu mau mandi dulu.” Setelah Salsa menciumi anak-anaknya satu-satu ia mandi di kamar tamu yang di tempati Fera dulu.


“Mama lagi istirahat dan Karin udah punya adek cowok,” penjelasan Clara membuat Karina berjingkrak bahagia ia sudah memiliki adik laki-laki.


“Oma kapan aku bisa ngeliat adek?" tanya Karina.


“Besok kalo mama udah sehat ya, kalo sekarang nanti Karina dimarahin Papa.”


“Emang Papa kenapa?” tanya Karina yang penasaran, anak seumuran Karina selalu penasaran dengan segala hal.


“Karina ‘kan tahu papa capek ngurus kerjaan terus juga ngurus mama, jadi karina yang udah gede harus ngerti sekarang Karina udah jadi kakak.” Penjelasan Clara yang pelan-pelan membuat Karina perlahan mengerti.


“Ya udah anak-anak kalo udah selesai mau ikut Oma?” tanya Clara seolah memberikan kejutan pada anak-anak itu.


“Kemana Oma?” tanya Adam mewakili semuanya.

__ADS_1


“Kalo di kasih tahu bukan kejutan namanya! Sekarang kalian habiskan dulu makanannya.” Clara tersenyum misterius sambil terkekeh lalu pergi menemui Salsa bermaksud mengantarkan makanan pada Salsa.


Baru saja sampai di depan kamar tamu Clara mendengar Salsa tengah membaca kita suci dengan menggunakan cadar, Clara hanya tersenyum lalu mengucap alhamdulilah dan berlalu.


Wanita Italia itu pergi ke ruang tamu lalu menggeser setiap meja dan bangku. “Nita bisa minta tolong?” pinta Clare.


“Minta tolong apa Nyonya?’ tanya Nita.


“Ambil lampu tumblr di gudang dan Kasur juga selimut putih,” perintahnya.


“Siap Nya.”


Clara membuat Kasur lantai dengan di kelilingi lampu tumblr warna-warni membuat anak-anak senang, “ayo ke kamar mandi bersih-bersih dulu! Siapa yang mau denger cerita!” ucap Clara.


Mendengar itu semua anak-anak bergegas ke kamar mandi membersihkan diri, menyikat gigi dan mencuci wajah lalu tidur bersama Clara.


Clara menceritakan tujuh dongeng, Hansel dan Gretel, Clara dan boneka pemecah kacang, Putri Aurora, si cantik dan si buruk rupa, anak itik yang jelek, dua belas putri yang menari, dan Pinokio dongeng dari negara Italia.


Clara melihat anak-anak sudah tertidur. Dia mematikan lampu tumblr agar tidak ke setrum dengan mencabutnya lalu mulai tidur, saat Salsa keluar bermaksud menyuruh anak-anaknya tidur ia tersenyum melihat Clara tidur di Kasur lantai dan Nita di sofa.


Salsa mengambil selimut panjang dan lebar untuk menyelimuti anak-anak dan Clara, selimut kecil dan panjang untuk menyelimuti Nita. Salsa membelai kepala Karina juga putranya Adam.


“Semoga kalian berjodoh, sebagai penebusan rasa bersalahku padamu Nak. Aku akan menjadikanmu menantuku,” batin Salsa bicara sambil menatap Karina.


Salsa merasa bersalah lantaran ia sudah mencaci maki Risma juga Karina waktu di kandungan, apa dengan menikahkan Karina dengan putranya Adam akan bisa menebus rasa bersalah ini.


Tapi apa mungkin keluarga Anjaya setuju pasalnya Karina adalah putri sulung Anton dan anak dari anak sulung keluarga Anjaya, sedangkan latar belakang adam hanya seorang putra dari ter*ris.


Setelah selesai Salsa masuk kamar ia menghembuskan nafas lelah dan memejamkan matanya ia tak menyangka hidupnya penuh lika-liku, dan selalu terhubung dengan benang merah.


Kenapa dirinya harus berurusan dengan ISIS dan Mafia, tapi sejak ia menikah atau menjadi pengantin militan ISIS ia bisa mengerti tentang agama dan bisa mendekatkan diri pada tuhan.


Mulai hari ini ia akan menjaga anak-anaknya dan berjanji untuk menjadi lebih baik ia akan selalu berterimakasih pada Amara, tangannya mengusap perutnya yang tengah mengandung cucu Amara.


“Aku juga akan menjadi ibumu,” ucapnya.

__ADS_1


Salsa menjadi pribadi yang lembut dan berubah sangat berbanding terbalik dengan Salsa yang dulu yang gemar menghabiskan waktu di Club, sedangkan yang sekarang ia lebih paham antara salah dan benar.


#BERSAMBUNG


__ADS_2