Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan

Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan
Bab 7


__ADS_3

Risma baru sampai di rumah ada rasa lelah ia berusaha terlihat tegar saat masuk rumah. "Assalamualaikum." Risma masuk rumah ia melihat suaminya sedang berkutat di laptopnya. 


"Kak aku---" belum sempat Risma mendekat Anton malah menatapnya tajam membuat Risma menundukkan kepalanya.


"Bisakah kamu mengurusi urusanmu saja!!" bentak Anton pada Risma tanpa ada rasa  kasihan.


Anton mengambil laptopnya untuk naik ke lantai atas tapi Risma menaruh barang-barang belanjaannya di sofa kemudian menarik lengan Anton, "Kak Anton tunggu dulu." Risma menarik tangan Anton yang memakai kaos santai dan celana training.


"Kakak, aku hanya ingin jika Kakak memperlakukan aku dengan baik selayaknya istri sebelum kita berpisah, aku ingin ada  kenang-kenangan pertama sebelum--"


"Udah gila kamu, pengen di perlakukan dengan baik!! kamu dan anak haram kamu itu saja sudah membuatku malu, saya harus merasakan malu saat bertemu orang karena kamu dan anak yang kamu kandung!!" ucap Anton dengan suara yang meninggi sambil menunjuk.


"Kak Anton---" lirih Risma.


"Udah saya mau ke atas, nanti akan ada teman-teman saya berkunjung ke rumah ini."


Anton langsung naik ke lantai atas ia meninggalkan Risma di tangga tanpa ada rasa kasihan, Risma berurai air mata ia mengambil barang belanjaannya yang berada di sofa lalu masuk ke kamar pembantu ia berurai air mata berharap bertemu sang ibu.


Saat Risma sedang mengerjakan pekerjaannya di kamar ia mendengar suara ribut-ribut dari luar ia berusaha fokus untuk mengerjakan pekerjaannya, tak lama Anton memanggilnya dari luar kamar.

__ADS_1


"Risma!!" panggil Anton dengan kasar.


Risma segera keluar kamar untuk menemui Anton yang memanggilnya, "Anton itu pembantu baru lu." Axel berucap membuat Risma semakin menunduk di tambah Risma di buat cemburu dengan Fera yang semakin mesra dengan Anton.


"A-ada apa, Kak?" tanya Risma tergagap tatkala keluar kamar memenuhi panggilan Anton. Fera merangkul Anton dengan mesra di depan Risma agar bisa membuat wanita hamil itu cemburu. 


"Ambilin jus mangga!!" perintah Fera seolah dia adalah Tuan Rumah. 


"I-iya Kak." Risma langsung pergi menuju dapur dan mengambil jus mangga di dalam kulkas, hatinya terasa perih dan sakit dia harus bisa bertahan demi dua orang anak yang ia kandung, ia mengambil jus mangga dan beberapa gelas kemudian mengusap perutnya.


'Kamu yang sabar ya, sayang. Kita akan pergi setelah ibu punya cukup uang." Risma membantin sambil mengusap perutnya ia menarik nafas sambil menahan air mata, sebelum mengantarkan jus mangga kepada teman-teman suaminya ia menghapus air matanya terlebih dahulu.


"Ini Jus mangganya." Risma menaruh nampan yang berisi Jus dan gelas ke meja ruang tamu.


"Ngapain anjir bekas orang, emang lu kagak jijik," ucap Andria.


"Kalo mau coba-coba aja, lagian gua juga jijik bekas orang. Dia juga gak berguna kerjaannya cuman nyusahin aja ama bikin malu." Anton dengan santainya meminum jus mangga.


"Udah sono lu siapin makanan buat kita!!" perintah Salsa dengan kasar.

__ADS_1


Sesampainya di dapur saat menyiapkan bumbu-bumbu air mata gadis malang itu tak dapat terbendung lagi lututnya terasa lemas kemudian luruh di lantai, rasanya sangat sakit ia berusaha tegar dengan mengusap air matanya kemudian mulai mengolah bumbu masakan untuk ia masak.


Sesudah siap ia menata masakan di atas meja makan membuat teman-teman sang suami juga duduk di meja makan, Risma juga menuangkan nasi di masing-masing piring.  Risma sedang berjalan menata makanan dengan kurang ajar Salsa menjegal kakinya sontak lauk-pauk yang ia bawa mengenai baju Fera.


"Lo punya mata gak sih!!" bentak Fera berdiri sambil mendorong-dorong bahu Risma menggunakan tangannya. 


Risma yang sudah tak tahan lagi malah mengamuk ia marah melempar piring, tentu hal itu membuat semuanya terkejut. "Gua punya mata!! dan lo cuman selingkuhan!!" bentak Risma marah lantaran ia sudah tak kuat harga  dirinya selalu di injak-injak.


"Widih udah berani gentak gua lo."


Risma menangkap tangan Fera saat ingin mendorongnya lagi lalu memutarnya hal itu membuat Fera kesakitan, "Risma berhenti!!" Anton malah memaki istrinya ia mendekat sambil membela Fera. 


"Kamu---" ucapan Anton terpotong tatkala Risma marah.


"Apa!! masih bagus anda saya tidak laporkan ke polisi karena kelakuan bejat kamu membuat hidupku hancur!!!" Risma marah ia kembali melempar gelas ke arah Anton juga Fera membuat semuanya diam mematung melihat amukan Risma.


Setelah puas memarahi mereka semua yang masih terdiam Risma berlari masuk ke kamarnya, ia menangis di bawah bantal.


#Bersambung.

__ADS_1


.


.


__ADS_2