Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan

Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan
Bab 70


__ADS_3

Risma membereskan koper berisi baju-baju dirinya dan juga putrinya, dua koper sudah di masukan baju-baju. Dia menelepon adiknya Kojiyama untuk menjemputnya, Risma menjadi diam tatkala Karina menanyakan sesuatu. "Mama ada apa?" tanya anak itu sambil menarik baju ibunya dengan jari-jarinya yang kecil.


Risma menghentikan kegiatannya memasukan baju-baju ke dalam koper lalu memeluk Karina kemudian mencium putrinya, bocah ini tak mengerti apapun persoalan antara orangtuanya yang lalu. "Kita sementara waktu ke rumah Ojisan (Paman)," ucap Risma.


Karina membawa tas ransel sedangkan Risma membawa koper dan tas clucth kecil, ia ingin pergi hari ini sekarang sebelum semua terulang kembali.


"Kak Risma!!" panggil Gani berlari sambil mendekat. "Kakak mau kemana? ini udah malam?" tanya Gani berusaha memberikan pengertian pada kakak iparnya itu.


"Hiks_aku mau pergi Gani___aku gak bisa di rumah ini dan membahayakan keselamatan anakku," ucap Risma sambil terisak pilu.


"Kak Risma tapi ini udah malam dan gak baik buat kandungan kakak," kata Gani pada kakak iparnya.


"Gani pergilah." Risma menarik kopernya pergi sambil mengandeng Karina menuju luar rumah, tubuh Risma terhenti juga Karina melihat Anton masuk dengan menggunakan jas hitam.


"Risma!! kamu mau kemana malam-malam begini," ujar Anton sambil menyentuh tangan Risma tapi malah di tepis kasar.


"Lepas Anton!!!" JEDA "saya ingin pergi dari rumah ini!!!" ucap Risma dengan tekad bulat dan tak lupa air mata sudah membasahi pipinya.


"Tapi kenapa?!" tanya Anton.


Gani menunduk dan mengambil alih Karina ke dalam pelukannya, "aku gak mau ngulangin luka lama."


Anton paham kemana arah bicara Risma selaku istrinya yang ia cintai, "Risma bisa gak kamu gak bersikap kekanakan begini!" kata Anton dengan kesal dan bimbang.


"Kekanakan gimana?! udah jelas karena perempuan lacur itu salah satu anak kita pergi Anton!!!" maki Risma habis-habisan.


"Risma kamu kenapa belum iklas---" ucapan Anton terpotong tatkala Risma menyelaknya karena kesal.


"Ya pergi!!! coba aja kamu gak masuk ke dalam pelukan si sundal itu pasti Kirana masih hidup Anton!!!" maki Risma dengan amarah yang seperti api berkobar.


Anton akhirnya memegang kedua pundak istrinya lalu menatap. "Coba ayo duduk sebentar kasih aku kesempatan untuk ngomong…," lirih Anton pada istrinya.

__ADS_1


"Apa yang kamu jelaskan?" tanya Risma dengan derai air mata.


Gani membawa Karina naik ke lantai atas dan masuk ke kamar sedangkan Fera melihat semuanya dari balik pintu kamarnya di lantai bawah, perdebatan antara Risma dan Anton yang membuat nya semakin takut.


"Risma dengarkan aku, kamu istriku dan Fera temanku kami sudah dekat sejak sekolah dulu." Anton mendudukkan tubuh Risma di sofa ruang televisi saat Fera menghinanya sambil merangkul suaminya.


"Iya!! kenal dari dulu!! sedangkan aku orang asing yang cuman masuk ke hidup kamu tanpa permisi!!!" sinis Risma yang merasa tersakiti sejak lama.


"Kamu buang waktu aku!!" ucap Risma berdiri lalu Anton malah memeluk kedua pinggang istrinya dan menempelkan dagunya di pundak Risma.


"Aku minta maaf Risma atas kesalahanku, aku membawa Fera kesini karena dia sekarang terkena penyakit Aids aku tahu semuanya dari pengakuan Hisako sepupumu. Dendam Yukita membuat Fera bermain di film Dewasa Jepang sampai terkena penyakit Aids, sedangkan Salsa di jual oleh Yukita ke ayahnya Emmanuel. Itu semua aku dapat dari Hisako yang ambil andil dalam dendam Yukita," jelas Anton.


Mendengar penuturan Anton tubuh Risma menjadi lemas, tulang-tulang nya remuk seolah ibunya melakukan tindakan keji seperti ini.


"Risma tolong pikirkan kemanusiaan, Fera memang bersalah tapi___ jangan bawa dendam padanya. Sudah cukup wanita malang itu menanggung derita dan sudah cukup karma yang di tanggung olehnya," jelas Anton.


Risma merasa tak punya daya lagi mendengar ibunya yaitu seorang Yakuza melakukan tindakan itu pada seorang wanita, apa dia tak berfikir tentang dirinya yang seorang wanita dan berfikir jika ia memiliki putri dan cucu perempuan.


"Fera masa lalu dan kamu, Karina dan calon anak kita adalah masa depanku dan masa depan keluarga Anjaya." Anton masih setia memeluk pinggang istrinya.


Hati Risma yang tadinya terbakar oleh api dendam menjadi luluh seketika di gantikan rasa iba pada Fera, tak terasa air mata yang terus keluar perlahan mulai surut.


"Jangan ada air mata yang tertumpah dari wajah ibu bagi anak-anakku," ucap Anton membalikkan tubuh istrinya lalu menempelkan keningnya di kening istrinya.


Perlahan tangan Anton menyentuh perut Risma yang di dalamnya terdapat calon buah hatinya, Risma masih terdiam sampai Anton bersipuh lalu kepala dan telinganya ia letakan di perut Risma yang masih datar.


"Papa sayang kamu, kamu baik-baik di dalam ya." Anton bicara sambil bersipuh meletakan telinganya di perut istrinya.


Tangan keduanya saling menggenggam seolah memberikan kepercayaan yang tersalurkan, Risma memejamkan matanya mendongak ke atas lalu matanya menatap langit-langit rumah.


Fera setelah melihat semuanya merasa takut dan juga cemburu secara bersamaan, tapi di sisi lain ia enggan menganggu kehidupan rumah tangga mereka lagi.

__ADS_1


Setelah kejadian yang di alaminya, semuanya karena dendam seorang ibu. "Semoga kalian di berkati kebahagiaan," gumam Fera yang kemudian masuk ke dalam kamar lalu menutup pintu.


Anton terus bicara pada calon anaknya yang sedang berkembang di perut Risma, punggung tangan istrinya di kecup lalu di letakan di dadanya.


Anton yang masih bersipuh sambil menempelkan telinganya di perut istrinya, "tolong yang kuat ya di dalam."


Risma melepaskan pelan kepala suaminya yang masih menempel di perutnya lalu juga ikut bersipuh menyamakan Anton.


"Sayang aku tak akan mengulangi kesalahan yang sama," janji Anton.


Risma langsung mencium bibir Anton dengan bibirnya, seolah ada rasa cinta yang tersalurkan. Anton paham istrinya masih begitu muda untuk menjadi seorang istri.


Anton langsung menghambur ke pelukan istrinya, Risma mendekap kepala Anton yang besar. Risma memeluk suaminya yang ternyata saat di peluk rasanya sangat nyaman dan tenang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di dalam kamar Risma dan Anton saling terdiam menatap langit-langit kamar, sibuk akan pikiran masing-masing.


Risma tidur dengan mengenakan lingerie yang sudah di persiapkan oleh Anton, sampai lamunan gadis berparas setengah Jepang itu buyar tatkala kepala Anton di letakan di antara pa**daranya yang membuat sensasi geli.


"Anton aku merasa geli dan ngilu," keluh Risma.


"Hmmm." Anton malah tertidur di antara dua gundukan itu yang hanya terhalang lingerie tipis.


Risma ingin menyalakan AC tapi dengan kesulitan tangannya berusaha meraih remote AC di nakas, dengan susah payah. "Anton! aku merasa tak nyaman," ucap Risma tapi ternyata Anton sudah tertidur.


Risma hanya menghembuskan nafas kasar tatkala posisi suaminya yang membuatnya kesulitan bergerak, tangannya membelai lembut rambut tipis berwarna coklat milik Anton.


Sampai Risma perlahan mengantuk dan tertidur dengan posisi yang kurang nyaman.


#Bersambung

__ADS_1


__ADS_2