
Di mobil Anton menyetir dengan fokus sedangkan Risma terdiam menatap jendela mobil di sampingnya.
"Sayang___aku---" belum sempat Anton menyelesaikan kalimatnya Risma bicara dengan memotong nya.
"Cukup Anton, aku lelah karena drama yang kamu buat." Risma nampak ketus menjawab Anton.
"Risma saya sama Fera sudah tidak ada hubungan apapun," aku Anton pada sang istri.
Risma hanya diam tanda tak ingin menjawab ucapan suami nya entah karena kesal atau marah.
"Anton aku ingin ke rumah adikku."
Anton langsung terdiam tapi sedang fokus menyetir mobil, "kamu bicara apa?!" maki Anton.
"Iya aku mau ke rumah Kojiyama sementara waktu, aku mau nenangin diri dulu."
"Kenapa kamu bersikap seperti anak kecil Risma! kita bisa bicarakan dulu!"
"Di bicarakan apanya Anton!! aku kesal karena kamu ungkit luka lama!! kamu inget gak sih Kirana meninggal karena sundal itu!!!" bantah Risma.
"Apa kematian putri kita bisa di bicarakan baik-baik, lalu hidup lagi?!" lanjut Risma.
Entah mengapa belakangan ini Risma selalu marah-marah dan sangat bawel. Anton sangat pusing tapi ia berusaha mengerti situasi sulit yang di alami istri nya.
"Risma kenapa kamu belum ikhlas jika---"
"Anton dengar!!! jika aku dihina, di caci-maki atau di bunuh sekalipun aku masih bisa maafkan!!!! tapi jika anakku yang di di bunuh aku akan dendam seumur hidup!!!" inotasi suara Risma meninggi seperti marah sangat sensitif sekali.
"Iya oke...oke. Aku salah aku minta maaf," ujar Anton berusaha mengalah dengan sang istri agar Risma tidak ke rumah Kojiyama.
"Anton kita ke rumah Kojiyama atau aku tidak akan melahirkan anak ini!!! aku akan mati bersama anak ini!!!"
Anton langsung membulatkan matanya tanda sangat khawatir akan istrinya. "Argh aku tak akan melahirkan anak ini, aku akan mati bersamamu Nak."
Risma berakting selayaknya sinetron kejar tayang selama sehari syuting. "Oke Risma kita ke rumah Kojiyama, kamu boleh tenangkan diri di rumah adikmu!!!" kali ini Anton marah matanya merah tangannya menggenggam erat stir.
Risma dalam hati merasa tenang ia membelai perutnya dengan tangan, sudah mau masuk 7 bulan. Dia yakin bayinya adalah laki-laki dan akan di beri nama Anthony sesuai nama Anton.
Anton kesal karena malam ini ia tidak dapat jatah dari sang istri, "jaga anak kita."
__ADS_1
Anton menatap Risma.
Dipekarangan rumah Kojiyama Anton memarkir mobilnya, saat Risma melepaskan sabuk pengaman dan ingin turun tetapi tangan wanita setengah Jepang itu di tahan oleh Anton lalu Pria berparas setengah Italia itu langsung mencium bibir istrinya.
Risma yang sudah jatuh hati pada Anton malah membalas ciuman dari suaminya, tangan Anton memegang tengkuk istri nya. Anton tak peduli ini di mobil atau bukan.
Bibir Anton yang tipis berwarna merah muda menjalar ke leher Risma, wanita berusia 24 tahun itu masih terlalu polos untuk masalah bercinta di sembarang tempat jadi biarkan Anton bermain dengan aman.
Tangan Risma mengeratkan kepala Anton yang di lehernya, pria itu terus semakin menggila karena aroma leher istrinya berbau parfum bedak.
"Anton---Antonnn."
Anton ingin mendengar suara istrinya sebelum ia pulang tanpa istrinya ini, tangan Anton mulai menyentuh bagian tubuh istrinya sesudah selesai Anton melihat bagaimana istrinya kelelahan.
Leher Risma di penuhi noda hasil karya Anton, di tambah peluh juga rambut Risma yang sedikit berantakan.
"Aku akan ke rumah Kojiyama."
Risma turun dari mobil menuju rumah adiknya yang berada tepat di depan, Anton tersenyum dengan bibir tipisnya.
Melajukan mobil sambil tersenyum, "kamu pasti tidak akan melupakan ku dan besok kamu akan meminta pulang."
Di rumah Kojiyama ada asisten rumah tangga yang umurnya masih muda. "Eh Nyonya Risma masuk mau saya siapkan apa?" tanya ART itu.
Risma masuk sambil membelai perutnya yang membesar. "Nyonya itu lehernya kenapa?" tanya ART itu.
Risma meraba lehernya lalu ia langsung ke bercermin di kaca televisi, dia terkejut baru menyadari jika Anton membuat hasil Karya di lehernya.
...****************...
Karina atau sekarang menjadi Yuriko sedang sekolah di SD Jepang, sepulang sekolah bocah itu akan ke kelas bahasa bersama sang nenek hari ini jadwal nya Karina belajar bahasa Arab.
Yukita Konawa ingin cucunya kelak melanjutkan bisnisnya lalu setelah itu ia akan memilih calon suami untuk cucunya.
Di mobil Yukita Konawa membawa cucunya. "Bagaimana sekolah mu sayang?" tanya Yukita Konawa pada cucunya.
"Baik Sobo," jawab Karina.
Yukita Konawa akan menulis surat dalam huruf kanji Jepang untuk putrinya Yumeko atau Risma tentang bagaimana perkembangan putrinya.
__ADS_1
Risma sengaja tak memberitahu Anton atau semua orang entah karena kesal atau marah yang pasti setelah kejadian waktu Hanna hanya diam dan Axel membela Anton tentang masalah Fera, wanita setengah Jepang itu merasa benar apa yang di katakan ibunya.
Di dalam isi surat yang di kirim tempo hari ke rumah tanpa nama, waktu itu Risma berdebat hebat dengan Anton sampai pria setengah Italia tersebut keluar rumah untuk menenangkan diri.
Apalagi jika bukan masalah Fera dan kematian putri mereka yang selalu menjadi bahan perkelahian, Risma menangis semalaman sampai besok pagi Anton juga belum pulang ke rumah.
Di pagi Hari Risma mendapatkan surat tanpa nama juga beberapa pakaian milik Karina putrinya.
Surat itu bertuliskan huruf kanji Jepang tentang keadaan Karina, jadi selama ini Risma paham teror bom dan penculikan putrinya adalah ulah Sang ibu.
Risma yang masih marah dengan suaminya menuruti permintaan sang ibu agar tak memberitahu Anton tentang keadaan putrinya, sejak saat itu Risma menjadi lega dan tenang.
"Okasan jadi ini konspirasi mu, aku akan turuti permintaan mu yang kali ini berharap Okasan menjaga Karina dengan baik."
Risma tidak sadar jika putri nya akan di besarkan menjadi seorang mafia dan gangster juga berjiwa kejam tak kenal ampun pada siapapun.
Yukita melamun di mobil sampai Karina meminta sesuatu pada Sang nenek. "Sobo," panggil Karina.
"Ada apa Yuriko?" tanya Yukita pada cucunya.
"Aku kangen Papa, aku pengen ketemu papa."
Yukita langsung marah di dalam hati seperti api yang membakar hati nya ia berusaha meredam amarah di depan cucunya.
"Papa tidak ingin menemuimu, Aku janji akan bertemu dengan Papa saat umurmu 14 tahun."
"Tapi----"
"YURIKO BERHENTI MEMBANTAH!!!" maki Yukita membuat bocah itu diam dan menurut.
Yukita Konawa mengajarkan disiplin dan tertib pada cucunya, lalu Yukita memeluk Karina di pelukannya untuk menenangkan cucunya.
"Maaf sayang, aku tak ingin kamu menjadi anak nakal."
Karina masih diam dan ketakutan, pasalnya sang nenek selalu penyanyang dan sangat lembut baru kali ini neneknya mengeluarkan taringnya.
"Turun Nak belajar yang benar, kita akan ke Mexico saat liburan."
ucapan manis Yukita membuat Karina berbinar, Yukita Konawa ingin menemui aliansi bisnisnya untuk membahas Kasino atau tempat judi yang sedang di bangun dengan Yukita Konawa sebagai penanam modal.
__ADS_1
"Aku akan ke Mexico saat liburan bersama cucuku, aku takut musuh Mafiaku akan melukai cucuku," batin Yukita sambil memegang ponselnya.
#bersambung