
Risma ke rumah sakit dengan menaiki mobil bersama Karina dan adiknya Kojiyama, Tiga orang itu lelah karena baru saja menyelesaikan masalah Yukita Konawa. Hisako di rumah sedang istirahat dan Risma memeluk Karina yang sedang tertidur sejak tadi anak itu ingin ikut dan bertemu Clara neneknya.
"Kojiyama jika kau mengantuk kau istirahat dulu di rumah sakit, aku tak ingin terjadi apapun denganmu."
Risma menghawatirkan adiknya, "tak apa aku langsung pulang saja, kasian Hisako sendirian." Kojiyama bicara pada kakaknya. Risma memeluk Karina lalu menciumnya di kening anak itu terlelap memasuki alam mimpi. Tak lama mereka sampai di rumah sakit Kojiyama tak ingin menemui Clara karena ia masih tak enak hati jika bertemu dengan wanita Italia itu.
Risma sudah memaksa tapi Kojiyama tetap dengan pendiriannya, "Kak Risma nanti tolong sampaikan maafku pada keluarga Anjaya termasuk Kak Anton." Kojiyama bicara dengan kakaknya yang keluar mobil sambil mengendong Karina.
"Iya akan aku sampaikan hati-hati di jalan," ucap Risma kepada adiknya.
Risma masuk ke rumah sakit sambil mengendong putrinya yang tertidur, sedangkan Kojiyama pergi pulang. Risma masuk melihat Clara dan Panji sedang duduk di ruang tunggu, "Mama dan Papa. Karina ingin cepat bertemu dengan Omanya tapi dia sudah tertidur." Risma mengendong Karina, Clara tersenyum kemudian mengambil alih Cucunya.
"OH Cucuku dia tidur lelap sekali." Clara mengambil alih Karina kemudian mencium kening bocah berumur tiga tahun itu. "Mama..," ucap Risma. "HMMM. Ada apa sayang?" tanya Clara begitu juga Panji ayah mertuanya. "Tadi aku diantar oleh Kojiyama, dia meminta aku menyampaikan maaf pada seluruh keluarga Anjaya termasuk suamiku." Risma bicara dan tak berani menatap mata ibu mertuanya jadi ia sedikit menurunkan kelopak matanya.
"Disini Kojiyama tak bersalah bahkan ia berusaha membantu Anton saat mencarimu dan menolong putriku Lisa dan Lisi," jelas Clara sambil mendongak lembut dagu Yumeko Konawa.
Risma tersenyum tipis kemudian ia segera menyarankan mertuanya pulang dan istirahat biar dia yang menjaga Anton, Clara dan Panji membawa Karina pulang ke rumahnya setelah punggung kedua mertuanya tak ada Risma masuk ke kamar Anton dan melihat pria yang ia cintai tertidur karena efek obat.
Risma menyesal lantaran belum bisa bicara banyak dengan sang suami padahal dia ingin lebih mengenal suaminya, miris sekali karena mereka menikah dengan keterpaksaan tanpa mau mengenal satu sama lain itu semua karena sebuah rasa gengsi, egois dan amarah yang menyebabkan satu orang nyawa melayang dan timbul korban oleh Yakuza.
"Kamu sudah tidur ya, padahal aku ingin bicara banyak denganmu." Risma bicara dalam hatinya sambil menatap wajah Anton yang terlelap karena obat. Tak lama perawat datang untuk menyuntikan obat penghilang rasa sakit akibat operasi pengeluaran peluru.
"Terimakasih, Sus."
"Nanti makannya jangan telat ya, Bu."
"Iya sus, saya paham." Risma tersenyum tulus seolah berterimakasih pada perawat itu.
Risma mengambil minum di samping nakas agar menghilangkan dahaganya ia minum sampai suara pelan memanggilnya. "Ri-Risma...," ucap Anton lirih yang membuka matanya. "Anton! Kok kamu bangun?" tanya Risma dengan heran.
"Kamu lapar?" tawar Risma.
__ADS_1
Wanita berwajah Jepang itu menaruh gelasnya di nakas untuk mendekati Anton. Saat mendekat, pria tersebut mengambil tangan Risma lalu mengecupnya hati wanita berparas setengah Jepang itu menghangat tatkala di perlakukan seperti itu oleh pria yang ia cintai.
Semburat merah terpancar di pipi Risma dan ia berusaha menyembunyikan perasaannya. "Saya ingin lebih mengenal kamu Risma," ucap Anton yang sebenarnya ingin di lakukan oleh Risma.
"Meskipun kita berbeda dua belas tahun tapi kita harus bisa mengenal satu sama lain," lanjut Anton yang berusaha bangun untuk menyadarkan diri dengan bantal tetapi berusaha di bantu Risma.
Meskipun Anton masih melihat rasa canggung pada diri Risma tapi ia berusaha untuk mendekatkan istri mudanya ini.
"I-iya," ucap Risma tersenyum canggung ia tak tahu harus berbuat apa wajahnya sudah merah karena hatinya tak karuan, Anton ingin sekali memeluk gemas istrinya ini.
"Kamu sudah makan?" tanya Anton sambil mengernyitkan keningnya. Risma menggeleng lemah, Anton bisa melihat wajah Risma yang lelah dan pucat seperti ada masalah yang di sembunyikan.
"Ada yang kamu sembunyikan dari saya?" tanya Anton dengan mata menyidik tetapi Risma hanya menggeleng.
"Tak ada Anton, aku hanya---" belum sempat Risma menyelesaikan kalimatnya dagunya di sentuh oleh Anton membuatnya diam. "Lain kali kalo ada masalah cerita sama saya, inget kita masih suami istri meskipun kita...," ucap Anton yang membuat Risma tersenyum kemudian mengangguk.
Anton mengambil tangan wanita berparas setengah Jepang itu kemudian mengecupnya. "Kita akan mulai semuanya dari awal, saya akan menjadi suami yang baik buat kamu dan ayah yang penyayang untuk Karina." Anton berucap seolah janji pada Risma.
Anton tersenyum puas dan ingin melihat istrinya secerewet dan bawel sampai tingkat mana. Pria berparas Italia itu tertawa kecil tatkala Risma memohon untuk di lepaskan. "Kak Anton tolong lepaskan aku!!" keluh Risma pada Anton.
Pria berambut coklat itu tertawa dan melebarkan senyumnya tatkala merasakan ada yang empuk dan padat terdapat di dada gadis Asianya saat terasa di antara pahanya, itu adalah milik Risma. Anton tak menyangka meskipun tubuh Risma kecil dan pendek ternyata istrinya ini banyak isinya seperti duren bangkok, kecil tapi banyak isinya.
"Kak Anton!" keluh Risma lagi. Tapi Anton malah menggoyangkan sikutnya di punggung Risma sambil melipat bibirnya yang membuat gadis Asia itu menahan tawa. "Kak Anton ini tidak lucu!" ucap Risma. Tak ingin membuat seseorang yang ia cintainya marah dan pergi Anton menyingkirkan kedua tangannya dan menghentikan perbuatan jailnya.
"Saya sudah melepaskan tangan saya jadi kamu bisa menyingkir atau mau lebih, hmm?" ucap Anton menggoda yang kemudian Risma menyingkir dari paha Anton yang terduduk bersandar. Risma langsung menarik nafas karena sesak dan wajahnya terlihat kesal Anton rupanya puas mengerjai istri kecilnya dan wajahnya sedikit mengemaskan.
"Apa yang kau lakukan?!" Risma nampak tak suka bibirnya mengulum dengan kesal.
Anton tertawa puas dan meledak-ledak lantaran ia gemas pada istrinya yang baru di kerjai, pria itu baru tahu jika tubuh Risma banyak isinya meskipun tingginya rendah apalagi buah dadanya. Dirinya tak menyadari jika itu ada pada tubuh kecil milik istrinya selama ini, dia mengutuk dirinya mengapa dengan bodohnya menyentuh istrinya dalam keadaan mabuk itupun hanya sekali.
Anton tersenyum sambil melipat kedua tangannya di depan dada yang membuat Risma menatap kesal pada Anton. "Kau mau lebih? aku akan memberimu lebih jik-----" ucapan Anton terhenti tatkala Risma berteriak dengan kesal selayaknya remaja labil.
__ADS_1
"Tidak!!!" Risma berteriak lalu keluar kamar untuk menghilang dari Anton.
Di dalam kamar Anton tertawa puas karena berhasil mengerjai istri kecilnya dengan sedikit kejutan, Anton menghentikan tawanya kemudian ia melihat ponselnya karena takut ada kabar dari Gani atau Billy.
Di luar kamar Risma menyandarkan punggungnya pada tembok dengan seulas senyum tipis pipinya merah karena malu hatinya tak karuan.
Gadis setengah Jepang itu tak menyangka jika suaminya yang berusia sudah 35 tahun itu sangat menyebalkan dan juga bisa di ajak bercanda, dirinya hanya mengenal Anton sebagai pribadi yang dingin dan masa bodo tapi itu dulu tidak dengan sekarang.Jantung Risma seperti ada petasan dan kembang api.
Risma menarik nafas setelah menetralkan perasaannya ia masuk ke dalam dengan wajah yang biasa saja, Dia melihat Anton sedang menelpon dengan serius jadi Risma memutuskan untuk makan roti agar perutnya terisi, Anton bicara dengan nada serius tapi matanya menatap Risma dengan senyuman dan kekehan.
Anton menganggap Risma terlalu polos dan mengemaskan saat sedang makan roti sambil minum susu kotak, sesudah menelpon Anton mematikan ponselnya lalu berniat menjaili istrinya.
"ANTON!! HENTIKAN!!"
ANTON DARMA ANJAYA
YUMEKO KONAWA ATAU RISMA FRADISKA
AUTHOR POV
BTW, UMUR ASLI MEREKA MEMANG TERPAUT 12 TAHUN, STEVEN UMURNYA 32 TAHUN SEDANGKAN MINAMI UMURNYA 20 TAHUN.
#BERSAMBUNG
__ADS_1