Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan

Sebuah Pilu Mencari Jalan Kebahagiaan
Bab 81


__ADS_3

Toronto, Canada


Seorang gadis yang sebentar lagi berumur genap 24 tahun dan umurnya akan seimbang dengan sepupunya itu.


Hisako Konawa sedang menyiapkan sarapan untuk tunangannya, Andria. "Baby sebaiknya kita langsung 'kan pernikahan secepatnya!" ucap Andria dengan antusias.


"Tentu saja aku akan membantumu menyiapkan semuanya," kata Hisako yang tak kalah antusias nya.


Andria pagi ini bekerja di perusahaan milik Anton dan menjadi CEO, Anton menyerahkan kepercayaan perusahaan di Canada pada sahabatnya.


Hisako selalu tersenyum saat bersama Andria pasalnya pria itu selalu membuatnya bahagia, Ibunya Andria yang orang Surabaya asli mau menerima Hisako dan memperlakukan gadis itu bak anak sendiri.


Ayahnya Andria sudah wafat dua tahun lalu jadi pria itu memutuskan membawa tunangan juga ibunya ke Toronto Canada tempat kelahiran sang ayah dan meninggalkan duka yang mendalam untuk sepupu wanita yang ia cintai.


"Oh calon mantuku aku tak sabar kalian menikah secepatnya," ucap Marni ibu Andria.


"Iya Mama nanti kita akan segeralah menikah hanya tunggu waktu yang tepat." Hisako bicara sambil menggenggam tangan Andria dengan sangat bahagia.


"Baiklah kalian berdua makan yang benar." Marni bicara pada dua anak muda di depannya.


Hisako selalu tersenyum saat bersama Andria seolah sinar di dalam hidupnya kembali datang menerangi hatinya yang gelap semenjak kematian orang tuanya.


Andria bicara pada Hisako pagi ini jika keponakan nya hilang saat serangan bom di kota Milan oleh para militan tero*ris, dalam hati Hisako menebak-nebak siapa dalangnya pasti ada yang bekerja sama oleh para kelompok teror itu.


'Apa Obasan yang menjadi dalang di balik semua ini,' batin Hisako. 'Ya Allah maaf aku tak bermaksud memfitnah.'


"Baby...," kata Andria menepuk bahu tunangannya.


"Ada apa?" tanya Hisako yang terkejut.


"Aku mau berangkat hari ini ada meeting dengan klien dari Mexico."


"Iya hati-hati." Hisako memeluk Andria lalu mereka berciuman.


Hisako menghembuskan nafas lega lantaran dia sudah menemukan bagian dari hidupnya meskipun awalnya tak berjalan mulus.

__ADS_1


Hisako Konawa memutuskan ikut Andria ke Canada karena tak ingin menganggu kehidupan sepupu nya yang sudah tenang bersama suaminya, juga Karina.


Tapi dugaan wanita Jepang itu salah karena ia tak disana masalah semakin rumit tak kala mendengar jika si Sundal itu kembali masuk ke dalam kehidupan sepupunya.


Ini semua ia dapat dari mulut Andria dan hatinya teriris sakit tatkala Kojiyama dan Hanna diam melihat Anton dan Axel membela Fera, Hisako bisa mengerti Hanna diam demi rumah tangganya tapi kenapa Kojiyama sepupunya sekaligus adik setengah kandung Yumeko juga diam.


"Hisako," panggil Marni dengan lembut.


"Ada apa mama?" tanya Hisako pada Marni dengan lembut.


"Hari ini aku ingin lari pagi!! apa kamu mau ikut sayang?" tawar Marni.


Hisako berfikir sejenak lalu ia mensetujui saran Marni calon mertuanya, Hisako bersiap untuk lari pagi bersama Marni ibu dari Andria.


Setelah selesai Hisako bersama Marni lari pagi mengelilingi kota Toronto, Hisako menyetel musik dan mendengarkan melalui headsetnya sambil terus berlari.


Di sebarang jalan seseorang memperhatikan Hisako, "Bonjour target sudah ada apa harus di ledakan sekarang."


Saat itu Hisako sedang duduk beristirahat bersama Marni di daerah sekitar bandara sampai mereka tak sadar jika seseorang sudah meletakkan bom di area itu.


Hisako menengadahkan kepalanya ke atas, melihat dua orang memegang senjata dan penutup kepala sampai tak sadar tubuhnya melayang pandangannya kabur ia di masukan ke mobil.


Di suasana ricuh itu sampai ada ledakan bom lagi di sekitar area taman, Hisako di bawa oleh orang-orang aneh ini ke sebuah tempat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Karina sedang bermain di taman rumah rahasia Yukita di daerah Hirado, saat sedang melemparkan bolanya tanpa sengaja bolanya jatuh ke tempat di mana Yukita sedang beroperasi menjalankan misi.


Karina segera berlari mengambil bolanya tanpa di duga bocah berumur empat tahun itu melihat seorang pria memotong jarinya dengan pisau karena melakukan kesalahan.


Yubitsume atau tradisi potong jari sebagai penebusan kesalahan dalam Yakuza, Karina melihat itu di hadapannya tubuh bocah itu panas dingin sampai ia berlari keluar ruangan lalu menuju dapur.


"Nona Yuriko? kenapa Nona belum bersiap pergi untuk kelas bahasa?" ucap pelayan itu pada bocah kecil itu.


"Udah kok," ujar Karina.

__ADS_1


Pelayan yang masih berumur muda itu mengendong Karina lalu mendudukkannya di atas meja, Karina menganggap pelayan wanita yang muda ini sebagai kakak sekaligus ibu.


"Kak Subame? Kakak hari ini masak apa?" tanya Karina.


Subame tersenyum lembut lalu berucap dengan pelan sampai seorang pria yang di tugaskan Yukita masuk dapur lalu mengajak Karina untuk pergi ke kelas bahasa.


"Ayo Nona?" ucap Pria itu.


Karina mengangguk lalu di bantu di turunkan dari atas meja oleh Subame, "Yuriko hati-hati nanti kalo udah pulang dari kelas Bahasa Kak Subame punya sesuatu untuk kamu!?" Ucap Subame sambil menyentuh hidung Karina.


"Asyik aku akan sangat senang."


Setelah itu Karina pergi ke tempat kelas bahasa untuk belajar, Yukita sengaja memasukan cucunya ke kelas bahasa agar bisa berkomunikasi dengan rekan bisnis dari negara lain dan dapat menjalin kerjasama antar mafia dari berbagai negara.


Karina memperhatikan jalanan di penuhi orang-orang yang selalu sibuk di kota Hirado ini meskipun tempatnya termasuk bukan kota besar, "Nona Yuriko! Nyonya Konawa ingin menawarimu hadiah di ulang tahunmu yang 6 bulan lagi."


"Benarkah?"


"Obachan mau ajak aku kemana?" tanya Kirana sambil bertanya pada sopir dan pelayan pribadi yang di tugaskan neneknya.


"Entahlah mungkin ke Paris?" ucap sang sopir dalam bahasa Jepang kepada nona kecilnya itu.


Di dalam hati Karina sudah amat bosan ke Paris karena sang nenek selalu mengajaknya ke Paris setiap ada urusan, Yah jelas saja jika Yukita selalu ke Paris karena sekutu dan aliansinya sangat banyak di Paris dan di kota-kota besar di dunia.


Yukita selalu mengajarkan cucunya selayaknya kekejaman bahkan Yukita mengajarkan bagaimana membunuh dengan sadis menggunakan media binatang pada Karina.


Bersyukur nya Yukita tak tahu jika Putrinya Risma tengah mengandung dan akan melahirkan jika wanita itu tahu maka ia juga akan mengambil anaknya Risma dan Anton.


Yukita akan ke Bangkok bulan depan mengajak Karina karena ada pertemuan tentang Industri Video porno yang sedang ia jalankan setelah dari Bangkok ia akan menuju Las Vegas membangun kerja sama melalui situs.


Di jendela Yukita tersenyum saat berfoto dengan cucunya di taman menaiki perosotan lalu mencium foto itu berulang kali. "ゆり子、おばあちゃんの次の相続人になります。」" Setelah itu Yukita mencium fotonya bersama Karina.


"Karina kamu akan menjadi pewaris Nenek yang selanjutnya."


#Bersambung

__ADS_1


__ADS_2