
Floryn terdiam, Alan yang mendengarkan obrolan itu pun dapat menebak jika lelaki di depannya adalah orang yang ingin dijodohkan dengan Floryn. Sontak Alan merasa tidak senang ketika ada lelaki lain yang menyebut Floryn dengan panggilan sayang, meski ia sendiri juga sadar kalau dirinya bukan siapa-siapa Floryn.
"Sayang, kamu jangan cemburu ya sama cowok itu! Dia bukan pacar aku kok, dia orang yang mau dijodohin sama aku," ucap Floryn.
Seketika mata lelaki di depan mereka itu melotot tajam mendengar perkataan Floryn, ia jelas tak menyukai apa yang dikatakan Floryn karena itu sungguh membuatnya kesal. Lelaki bernama Rian itu bergegas maju mendekati keduanya dan menatap tajam ke arah Alan.
"Kamu panggil dia apa tadi sayang? Kenapa kamu begitu di depan aku? Apa kamu lupa status kita saat ini sudah bertunangan? Bisa-bisanya kamu memanggil lelaki lain dengan sebutan sayang!" ujar Rian tampak emosi.
"Hadeh, apa urusannya sama kamu sih Rian? Kita itu bukan siapa-siapa," ucap Floryn.
"Kamu bilang kita bukan siapa-siapa? Kita ini tunangan loh sayang, kamu jangan bicara begitu dong mentang-mentang di depan laki-laki lain!" ucap Rian tegas.
"Aku gak perduli, udah deh kamu minggir karena aku sama pacar aku mau masuk!" ucap Floryn.
Mata Rian semakin melotot lebar, terlebih ketika Floryn bergerak maju dengan menggandeng tangan Alan di depannya. Tapi kemudian, dua orang tua gadis itu muncul dari dalam rumah berniat mengecek kondisi, mereka tak menyangka jika ternyata Floryn sudah pulang ke rumah.
"Loh Floryn, kamu sudah pulang sayang? Mama senang banget bisa lihat kamu lagi!" ibu dari gadis itu pun langsung memeluknya erat.
"Iya ma, aku pulang sekalian bawa calon mantu buat mama," ucap Floryn melepas pelukannya.
Wanita yang merupakan ibunya itu mengernyit penuh heran dan menatap ke arah Alan, "Apa? Calon mantu? Maksud kamu laki-laki ini?" ujarnya.
"Halo tante! Senang sekali saya bisa bertemu tante hari ini, salam kenal ya tante?" ucap Alan menyodorkan tangannya.
"Iya iya, siapa nama kamu anak muda? Lalu, apa benar kamu kekasih Floryn?" tanya wanita itu.
Alan tersenyum lebar dan menundukkan kepalanya sembari berpikir harus menjawab bagaimana, ia sempat melirik sejenak ke arah Floryn seolah meminta jawaban, tetapi gadis itu malah memalingkan wajahnya sehingga membuat Alan makin kikuk dan tak tahu harus apa.
"Eee ya tante, saya Alan dan saya kekasih Floryn anak tante," jawab Alan tegas.
"Oh nama kamu Alan? Salam kenal ya?" balas ibu dari Floryn itu.
Setelahnya, tampak wanita bernama Syila itu melirik ke arah putrinya dengan penuh pertanyaan dan juga kekesalan. Sontak saja Floryn menunduk dengan kedua tangan saling tertaut, gadis itu tampak khawatir jikalau mamanya akan menanyakan banyak hal padanya tentang Alan.
"Sayang, kamu kenapa gak pernah bilang ke mama kalau kamu punya pacar? Mama baru tahu sekarang soal ini, sudah berapa lama kalian pacaran?" tanya Syila pada putrinya.
"Eee kami..." Floryn menunduk dan berpikir keras harus menjawab bagaimana.
"Maaf tante, kami sebenarnya sudah menjalin hubungan sejak lama dan ini memasuki bulan keempat. Tapi, saya yang memang mencegah Floryn untuk berbicara pada tante," sela Alan.
"Hah kok gitu? Kenapa kamu pake cegah itu sayang? Kalau mama tahu kamu sudah punya kekasih, tidak mungkin mama dan papa menjodohkan kamu dengan nak Rian," ucap Syila.
Sontak Floryn tersenyum lebar mendengar ucapan mamanya barusan, ia kini tahu jika perjodohan antara dirinya dengan Rian dapat dibatalkan. Berbeda dengan reaksi Floryn yang terlihat gembira, Rian justru tampak murung dan syok mendengar perkataan Syila tadi.
"Tante kok bicaranya begitu sih? Saya ini tunangan Floryn loh, dan perjodohan ini tidak bisa dibatalkan begitu saja tante!" protes Rian.
"Kamu jangan berani bentak-bentak mama aku ya Rian, dasar kurang ajar!" sentak Floryn tak terima.
Alan yang tak ingin keributan terjadi, langsung mendekati Floryn dan menenangkan gadis itu agar tidak terpancing emosi. "Floryn, kamu sabar ya jangan emosi! Kamu gak perlu kepancing sama ucapan dia barusan," ucapnya pada Floryn.
Gadis itu menurut dan mengangguk kecil, "Iya sayang, emang cuma kamu yang bisa ngertiin aku dan perhatian sama aku," ucapnya manis.
__ADS_1
Mendengarnya pun membuat Rian bertambah emosi kali ini, "Sayang cukup ya! Kamu gak boleh mengumbar kemesraan di depan aku, kamu itu tunangan aku loh sayang!" ucapnya tegas.
"Apa perduli aku? Kamu aja gak menghargai mama aku kok, mending kamu pergi deh dan lupain aku!" ucap Floryn.
Rian menggeleng dengan cepat, "Aku gak akan pernah lepasin kamu gitu aja sayang, kamu itu milik aku dan selamanya akan jadi milik aku!" ucapnya lantang.
"Cih, lancang banget kamu bicara begitu Rian! Aku bukan siapa-siapa kamu, jadi mending kamu pergi aja sebelum aku tambah emosi!" ucap Floryn.
"Sayang, kamu gak boleh begitu dong. Biar gimanapun, kan benar kalau Rian udah jadi tunangan kamu. Kamu sebagai perempuan yang baik, harus sopan sama dia!" sela Syila.
"Ma, mama kenapa malah bela dia sih? Aku ini anak mama loh, tadi dia udah berani bentak mama kayak gitu. Aku gak terima ma," ucap Floryn.
"Ya mama ngerti, tapi nak Rian mungkin cuma kebawa emosi aja karena lihat kamu datang bersama laki-laki lain. Kamu harus bisa ngertiin perasaan calon suami kamu dong," ucap Syila.
Kali ini giliran Floryn yang menggelengkan kepalanya, "Enggak ma, dia bukan calon suami aku. Aku cuma mau menikah sama Alan," ucapnya.
Alan dibuat melongok lebar mendengar ucapan Floryn barusan, ia tak menyangka gadis itu bisa sampai senekat itu di depan mama serta calon suaminya sendiri. Sungguh Alan benar-benar bingung harus berbicara apa kali ini, dia sudah tak tahu lagi apa yang akan terjadi nantinya.
Floryn sendiri beralih menatap Alan yang masih berdiri di depannya, gadis itu tersenyum kemudian kembali menggandeng tangan Alan di hadapan Syila serta Rian. Sontak saja hal itu menambah emosi Rian yang sedari tadi meluap, Rian sudah tak kuat lagi menahan dirinya akibat kelakuan Floryn yang sungguh memancing emosinya.
"Sayang, kamu mau kan nikah sama aku? Kamu tolongin aku ya dari si cowok gak tahu diri itu, aku gak mau nikah sama dia sayang!" pinta Floryn pada Alan yang membuat geger semuanya.
"Apa? Kamu sudah gila ya Floryn? Bisa-bisanya kamu minta dinikahin sama laki-laki lain, padahal ada aku loh disini!" sentak Rian penuh emosi.
Floryn menatap wajah Rian disertai senyum seringai, "Hah? Masih aja kamu bicara begitu ya Rian? Dasar cowok gak tahu diri, kamu itu sudah gak waras tau gak!" ucapnya tegas.
"Floryn!" Rian semakin emosi dan langsung mendekati Floryn berniat menamparnya.
Akan tetapi, dengan cekatan pula Alan berhasil menahan lengan pria itu dan mencengkeramnya kuat serta menatapnya tajam.
•
•
Ya kebetulan kali ini Saka telah pulang sesudah mengantar mereka pulang, sehingga Fatimeh memiliki waktu berdua dengan putrinya untuk menceritakan semua yang dia ketahui. Sontak Fatimeh langsung menggenggam dua tangan Sahira dengan erat, hal itu semakin membuat Sahira gugup dan juga penasaran tentunya.
"Bu, sebenarnya ibu mau ngomong apa sih sama aku? Kenapa ibu sampai sepanik ini? Memangnya tadi ibu lihat apa?" tanya Sahira keheranan.
"Jelas banget ini harus lu ketahui Sahira, gue gak pengen lu dekat-dekat lagi sama nak Saka meskipun dia terlahir dari keluarga yang kaya raya! Lu harus jauhi dia!" jawab Fatimeh.
"Apa? Kenapa ibu bicara begitu? Memangnya ada apa sama mas Saka?" tanya Sahira lagi.
"Udah lu gausah banyak tanya dan pengen tahu, pokoknya lu nurut aja sama gue kalau lu masih anggap gue sebagai ibu lu!" pinta Fatimeh.
"Buat apa? Ibu larang aku dekat sama mas Saka, padahal dulu ibu sendiri yang jodohin aku sama dia. Ibu ini sebenarnya kenapa sih? Apa yang lagi ibu sembunyiin dari aku?" ucap Sahira.
"Gue belum bisa cerita sekarang Sahira, gue gak mau lu malah sedih dan kecewa nantinya. Udah lah lu nurut aja sama gue ya!" ucap Fatimeh.
"Gak bisa Bu, aku gak mau nurut sama ibu sebelum ibu ceritain semuanya dengan jelas!" kekeuh Sahira.
"Lo itu susah banget ya dikasih taunya? Gue ini ibu lu, gue tau yang terbaik buat lu Sahira. Kalau gue minta lu jauhin dia, yaudah lu nurut aja dan gausah banyak tanya!" sentak Fatimeh.
__ADS_1
"Mana bisa aku jauhin mas Saka gitu aja, Bu? Aku udah terlanjur sayang sama dia," ucap Sahira.
"Halah sayang sayang, bullshit tau gak! Lu pokoknya harus lupain dia secepat mungkin, daripada lu kecewa pas diakhir nanti!" ujar Fatimeh.
"Maksud ibu tuh apa sih? Tolong jelasin dong ke aku!" ucap Sahira memelas.
Fatimeh terdiam sejenak, ia berpikir apakah mungkin ia harus menceritakan semuanya pada Sahira bahwa tadi ia baru mengetahui jikalau mama dari Saka adalah Syera, alias ibu kandung Sahira sendiri. Tentunya tak mungkin jika nanti Sahira menikah dengan Saka.
"Belum waktunya buat lu tau hal itu, Sahira. Gue janji bakal ceritain itu nanti, asalkan lu mau nurut dan jauhin si Saka!" ucap Fatimeh.
Namun, Sahira tetap menggeleng dan kekeuh untuk bersama Saka. Bahkan Sahira juga beranjak dari sofa dan berniat pergi, rupanya memang Sahira tidak mungkin bisa melupakan Saka karena hubungan mereka yang sudah sejauh ini dan berhasil membuatnya jatuh cinta.
"Itu sulit buat aku lakuin Bu, aku gak bisa menjauh dari mas Saka," ucap Sahira terisak.
Fatimeh pun ikut bangkit dan menatap tajam ke arah Sahira, "Lo itu bisa nurut gak sih sama orang tua?! Gue cuma minta lu menjauh dari Saka, gitu aja kok repot?" ucapnya menyentak.
"Aku gak bisa lakuin itu Bu, aku harap ibu bisa ngerti kondisi aku. Seperti ketika aku ngertiin ibu yang gak bisa jauhin om Bram," ucap Sahira.
Deg!
Mata Fatimeh kini berkaca-kaca dan kedua tangannya sudah terkepal hebat seperti menahan emosi, akhirnya ia tak memiliki pilihan lain karena memang Sahira sudah sulit dibilangin. Setelah berpikir panjang, Fatimeh terpaksa menceritakan semua yang ia lihat tadi di rumah Saka.
"Lo gak akan bisa bersatu sama si Saka, karena ibunya dia itu ibu kandung lu juga Sahira!" ucap Fatimeh dengan tegas dan lantang.
Seketika Sahira terbelalak dengan mulut menganga, ia syok berat mendengar perkataan ibunya barusan yang mengatakan jika Syera adalah ibu kandungnya. Sahira reflek menaruh tangan di dadanya, tak ada yang bisa ia lakukan selain diam dan terus memandang ke arah sang ibu.
"Bu, maksud ibu bicara seperti itu apa? Gak mungkin tante Syera itu ibu kandung aku, pasti ibu cuma asal bicara kan? Iya kan Bu?" tanya Sahira memastikan.
"Buat apa gue asal bicara? Gue itu tahu betul siapa ibunya Saka tadi, dia orang yang udah bikin gue sama ayah lu bertengkar dan hampir pisah karena mereka ketahuan selingkuh di belakang gue! Lu camkan itu Sahira!" tegas Fatimeh.
Sahira terus menggeleng disertai air mata yang menetes, "Gak mungkin Bu, masa iya tante Syera ibu kandung aku? Apa ibu ada buktinya?" ujarnya.
"Gue emang gak punya bukti, tapi gue bisa pastiin kalau Syera itu ibu lu. Kalau lu gak percaya, kita temuin aja dia langsung," ucap Fatimeh.
"Tapi Bu, kenapa bisa tante Syera jadi ibunya mas Saka?" heran Sahira.
"Gue juga gak tahu Sahira, gue aja kaget tadi waktu gue lihat Syera ada di rumah Saka dan si Saka kenalin dia sebagai ibunya," ucap Fatimeh.
Sahira kembali terisak dan menangis sesenggukan di hadapan ibunya, ia benar-benar tak menyangka jika ia dapat bertemu dengan ibu kandungnya disaat yang seperti ini. Sungguh Sahira merasa bimbang, apakah ia harus senang atau sedih mendengar kabar tersebut dari Fatimeh.
Fatimeh pun merasa tidak tega melihat kesedihan yang menimpa putrinya, tanpa ragu ia mendekat dan memeluk Sahira dari samping tempatnya duduk. Tampak Sahira terkejut dengan perlakuan hangat Fatimeh padanya kali ini, pasalnya Fatimeh sangat jarang melakukan hal tersebut.
"Sahira, lu harus kuat dan sabar ya! Gue tahu gimana perasaan lu sekarang, maka dari itu gue bakal selalu bantu menguatkan lu!" ucap Fatimeh.
"Makasih ya Bu? Aku sayang banget sama ibu!" ucap Sahira memperdalam pelukannya.
"Gue lebih sayang sama lu, Sahira. Walaupun selama ini sikap gue ke lu selalu kasar, tapi ketahuilah kalau gue tetap sayang sama lu lebih dari apapun. Gue minta maaf ya kalau kelakuan gue selalu bikin lu sedih?" ucap Fatimeh.
"Enggak Bu, aku yang minta maaf sama ibu karena udah salah paham. Aku sayang sama ibu, aku gak akan tinggalin ibu apapun yang terjadi. Aku juga bakal terus nurut sama ibu," ucap Sahira.
Fatimeh tersenyum di sela-sela pelukannya, "Bagus, ini yang gue mau dari lu Sahira. Gue bakal jadiin lu alat buat balas dendam ke Syera, ibu kandung lu sendiri!" gumamnya dalam hati.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...