Sekretaris Cantik Milik Ceo

Sekretaris Cantik Milik Ceo
Bab 134. Keributan di rumah Alan


__ADS_3

Fatimeh terus berteriak memanggil nama Syera dan meminta wanita itu untuk keluar. Ia juga memaksa masuk ke dalam halaman rumah besar tersebut, meskipun ia sudah dihadang oleh dua satpam yang bertugas disana. Ya kemarahan Fatimeh kali ini sudah tak bisa ditahan lagi, karena ia harus bertindak demi menyelamatkan putrinya dari jerat cinta anak wanita itu.


"Syera, keluar kamu Syera! Jangan jadi pengecut dan ayo temui saya! Kamu itu harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu lakukan dulu kepada saya!" teriak Fatimeh dengan lantang.


"Bu, tolong tenang Bu! Jangan buat keributan disini, kami minta ibu untuk tenang atau kami terpaksa usir ibu dari sini!" ucap satpam.


"Ah lu diem deh! Lu gak tahu persoalannya, disini gue tuh korban tau. Majikan lu itu pelakor, dia udah ngerebut suami gue! Masa iya gue harus diam aja, ha?" ucap Fatimeh.


"Kami tidak mau tahu apa urusan ibu dengan majikan kami, disini kami hanya ingin melaksanakan tugas kami," ucap satpam.


"Haish, emang kalian gak ada yang perduli soal perasaan perempuan! Coba bayangin kalau ini terjadi ke ibu atau saudara kalian, apa kalian bakal diam aja kayak gini?" ucap Fatimeh.


"Bu, tolong jangan bicara kemana-mana! Kami kan hanya minta ibu untuk tenang, biar kami panggilkan bu Syera nantinya!" ucap satpam.


"Yaudah, sana panggil!" suruh Fatimeh.


"Baik Bu, tapi tolong sekali lagi ibu jangan buat keributan disini ya! Kami takut suara teriakan ibu tadi mengganggu suasana di dalam, karena majikan kami sedang melaksanakan acara penting yang tidak bisa diganggu," ucap satpam itu.


"Ya okay, gue bakal nurut dan gak teriak lagi. Udah sana panggil tuh si Syera suruh dia keluar temuin gue!" ucap Fatimeh.


"Iya Bu, eh kamu jagain ibu ini disini ya jangan sampai dia kemana-mana!" ucap satpam.


"Okay!" sahut satpam yang lainnya.


Disaat satpam itu hendak pergi memasuki rumah, tiba-tiba Syera sudah keluar lebih dulu bersama Alan. Begitu melihat keberadaan Fatimeh disana, Syera pun mendadak panik dan khawatir kalau Fatimeh akan membongkar semuanya di hadapan keluarganya saat ini.


"Eh kebetulan bu Syera sudah keluar, jadinya saya tidak perlu masuk ke dalam," ucap satpam.


"Iya pak Eko, ini ada apa ya? Kenapa tadi saya dengar ada suara teriakan gitu kayak manggil-manggil nama saya?" tanya Syera penasaran.


"Eee itu Bu, ada ibu Fatimeh yang datang dan ingin bertemu dengan ibu. Sepertinya beliau terlihat sangat emosi," jelas satpam itu.


"Apa? Kenapa tante Imeh bisa emosi banget sama mama? Memangnya ada masalah apa diantara tante Imeh dan mama?" heran Alan.


"Mama juga gak tahu," elak Syera.


"Jadi bagaimana Bu? Apa ibu mau bertemu dengan bu Fatimeh? Kalau tidak, maka biar saya usir beliau dari sini," ucap satpam itu.


"Jangan pak! Biarin aja tante Imeh masuk, kalian jangan usir dia ya!" sela Alan.


"Baik den!" satpam itu akhirnya pergi untuk memanggil Fatimeh.


Sementara kini Alan terlihat makin penasaran dan ingin tahu apa sebenarnya yang sedang disembunyikan oleh mamanya itu mengenai Fatimeh, ia yakin sekali kalau ada sesuatu yang membuat Fatimeh begitu marah sampai berani mendatangi rumahnya dan berteriak seperti tadi.


"Ma, tolong mama jelasin ke aku sekarang! Sebenarnya ada apa sih ini? Gak mungkin kalau mama gak tahu, ya kan?" ucap Alan.


"Eee sebaiknya kamu masuk saja ke dalam, temani kekasih kamu itu! Biar mama disini yang temui bu Fatimeh, ya?" ucap Syera.

__ADS_1


"Enggak ma, aku akan tetap disini. Aku mau tau apa yang mama sembunyiin dari aku," ucap Alan tegas.


Syera terdiam kebingungan, ia tak ingin tentu Alan mengetahui masa lalunya yang adalah seorang pelakor. Pastinya Alan akan sangat membenci dirinya, dan Syera tidak mau itu semua terjadi karena ia sangat menyayangi Alan meski ia tahu Alan bukanlah anak kandungnya.


"Heh Syera!" tiba-tiba saja Fatimeh menegur wanita itu, ya kini Fatimeh telah berada di hadapan mereka dan tampak sangat emosi.


"Tante, assalamualaikum!" Alan menyapa Fatimeh dan berniat mencium tangannya, akan tetapi wanita itu malah menghindar seolah tak ingin disentuh olehnya.


"Waalaikumsallam, lu gausah cium-cium tangan gue deh! Lagian gue kesini ada urusan sama nyokap lu, bukan lu!" ketus Fatimeh.


"I-i-iya tante, saya tahu kok. Tapi, ini sebenarnya tante ada urusan apa ya sama mama saya? Kenapa tante kelihatan emosi sekali seperti itu?" tanya Alan penasaran.


"Ohh, jadi lu belum tahu siapa sebenarnya nyokap lu ini?" ujar Fatimeh.


"Hah? Eee be-belum tante.." Alan tampak gugup dan semakin dibuat penasaran.


Fatimeh kini beralih menatap Syera dengan tajam, "Heh! Lu mending jelasin deh ke anak lu ini, biar dia gak banyak tanya!" ucapnya.


"Eee sayang, kamu masuk ya! Mama aja yang bicara sama bu Fatimeh," pinta Syera.


"Lah malah disuruh masuk, lu jelasin ke si Alan buruan! Atau lu mau gue yang jelasin semuanya? Gue yakin si Alan bakal langsung kecewa sama lu, Syera!" ucap Fatimeh.


"Bu Imeh, saya mohon jangan sangkut pautkan masalah kita dengan putra saya! Alan gak tahu apa-apa Bu," ucap Syera.


"Siapa yang mau sangkut pautkan ini ke anak situ? Gue kan cuma pengen jelasin semuanya, biar Alan tahu kalau ibunya ini suka merebut suami orang. Jadi, si Alan gak bisa bangga punya ibu kayak lu!" ucap Fatimeh.


Baik Alan maupun Syera terkejut bukan main ketika Fatimeh nekat berkata seperti itu, tentu saja Syera sangat khawatir kalau putranya nanti akan membencinya setelah mengetahui semuanya. Dan kini Alan pun memandang ke arah mamanya itu dengan penuh rasa penasaran.


"Ma, apa yang dibilang tante Imeh itu betul? Mama adalah perebut suami orang? Dan berarti mama sama papa itu.." Alan tak sanggup melanjutkan ucapannya, ia terlalu terkejut kali ini.


Syera menggeleng dengan cepat, "Enggak sayang, kamu jangan salah paham dulu! Yang dibilang bu Fatimeh itu tidak benar, kamu dengerin mama ya sayang!" ucapnya mengelak.


"Bisa-bisanya lu ngelak begitu, Syera! Emang lu lupa atau lu pura-pura lupa, ha? Lu orang yang udah rebut suami gue dulu, dan bikin hidup gue hancur!" ucap Fatimeh menyela.


"Imeh, cukup! Saya gak mau kamu terus bicara begitu di depan anak saya!" sentak Syera.


"Hahaha, kenapa Syera? Lu takut kalau gue bongkar sebenarnya lu itu ibu kandungnya Sahira? Dan Alan sama Saka itu juga saudaraan sama Sahira," ujar Fatimeh.


"Apa??" Alan semakin dibuat kaget dengan apa yang dikatakan Fatimeh, ia tak menyangka kalau selama ini Sahira adalah saudaranya.


Tin tin...


Tiba-tiba saja, suara klakson mobil mengejutkan ketiganya. Sontak Alan serta yang lainnya kompak menoleh ke asal suara, mereka sama-sama melongok melihat sebuah mobil memasuki halaman rumah itu. Tak butuh waktu lama, mereka juga melihat Saka bersama Sahira turun dari mobil itu dan bergegas melangkah menghampiri mereka.


"Ibu!" Sahira berteriak memanggil ibunya, ia benar-benar panik melihat kondisi Fatimeh yang tampak begitu emosi.


"Bu, ibu ngapain kesini? Terus kenapa gak bilang dulu sama aku?" tanya Sahira cemas.

__ADS_1


Fatimeh tersenyum singkat seraya menghela nafasnya, "Gue cuma pengen ungkap semua kebenarannya, gue gak suka lihat Syera ini hidup bahagia sementara gue menderita!" ucapnya.


"Maksud tante gimana ya? Kenapa tante gak suka lihat mama saya bahagia?" tanya Saka keheranan.


"Nah, kebetulan lu juga datang kesini Saka. Jadi gue bisa kasih tahu ke lu siapa sebenarnya Sahira ini dan apa hubungan dia sama ibu lu," ucap Fatimeh tampak bahagia.


"Imeh, saya mohon kamu hentikan semuanya! Saya tidak mau ada keributan disini!" pinta Syera.


"Lo diam Syera! Gue gak akan lakuin ini, kalau seandainya dulu lu gak bikin gue menderita!" sentak Fatimeh.


"Saya mengerti yang kamu rasakan, tapi gak kayak gini juga Imeh!" tegas Syera.


"Hahaha, lu marah sekarang karena gue bongkar semuanya di depan anak-anak lu? Kenapa Syera? Emang semuanya benar kok, yang gue bilang itu gak ada yang salah sama sekali!" ujar Fatimeh.


"Bu, udah Bu tenang! Ibu gak boleh kayak gini, apalagi ini di rumah orang!" tegur Sahira.


"Lu diem dulu Sahira, harusnya lu dukung gue dan bukan malah belain dia! Gue tahu dia itu ibu kandung lu, tapi dia selama ini gak pernah ngurus lu. Malahan gue yang selalu ada buat lu, ngerti?" ucap Fatimeh.


Semuanya kompak terdiam, terutama Saka yang masih belum mencerna apa maksud dari perkataan Fatimeh barusan. Ia tak mengerti mengapa Fatimeh menyebut jika Syera adalah ibu kandung Sahira, lantas ia juga bertanya-tanya apa sebenarnya yang membuat Fatimeh begitu emosi pada Syera saat ini.


"Hah? Maksud tante apa? Kok tante bilang kalau mama Syera itu ibu kandungnya Sahira?" tanya Saka penasaran.


"Ya memang begitu yang sebenarnya, lu sama Sahira itu saudara, si Alan juga. Kalian bertiga tuh saudara, jadi gak sepantasnya kalian punya hubungan spesial!" jawab Fatimeh.


Saka menggeleng tak percaya, "Enggak, itu gak bener. Tante pasti bohong kan?" ucapnya.


"Buat apa gue bohong? Kalau lu gak percaya, tanya aja tuh sama si Syera alias ibu lu yang pelakor itu!" ucap Fatimeh tegas.


"Pelakor??" Saka kembali terkejut dibuatnya.


"Iyalah Saka, emang apa coba sebutannya kalau bukan pelakor? Dia ini udah merebut suami gue, bahkan dia nikah sama suami gue sampai punya si Sahira ini," ucap Fatimeh.


Syera benar-benar dibuat terpukul oleh ucapan Fatimeh, wanita itu meneteskan air mata dan terus menggelengkan kepalanya. Sahira sungguh tidak tega melihatnya, biar bagaimanapun Syera tetaplah ibu kandungnya dan ia tidak bisa melihat sang ibu menangis seperti itu.


"Eee ibu, aku mohon cukup Bu! Aku gak mau ada keributan kayak gini, lebih baik kita pulang ya Bu?" bujuk Sahira.


"Lu tuh kenapa sih Sahira? Disini gue lagi perjuangin hak lu loh, harusnya lu bela gue! Kalau mereka semua udah tahu lu saudara mereka, bisa aja kan lu boleh tinggal disini," ucap Fatimeh.


Sahira menggeleng heran dengan ucapan ibunya, "Aku gak butuh itu semua Bu, ayo Bu kita pulang sekarang!" ucapnya memohon.


"Ish, lu bego apa gimana sih Sahira? Masa diajak hidup mewah gak mau? Emangnya lu pengen hidup susah terus, ha?" ujar Fatimeh.


Sahira terdiam, ia sungguh malu mendengar semua perkataan ibunya barusan. Di lain sisi, Sahira juga sangat merasa tidak enak pada keluarga Syera yang saat ini dibuat kaget oleh tindakan ibunya. Apalagi mereka semua sudah tahu kalau dirinya adalah anak kandung Syera, dan Syera juga merupakan perebut suami orang.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2