Sekretaris Cantik Milik Ceo

Sekretaris Cantik Milik Ceo
Bab 156. Saling sayang (end)


__ADS_3

Sahira tengah berada di sebuah taman pinggir danau yang sepi dan hanya ada dirinya seorang itu, ia tampak menunggu seseorang disana sambil terus menatap layar ponselnya. Sahira memang sudah menghubungi Alan serta Saka untuk hadir menemuinya kali ini, sebab gadis itu merasa jika masalah yang mereka alami harus segera diselesaikan karena ia tidak ingin semakin rumit.


Tak lama kemudian, Alan pun datang lebih dulu kesana dan menyapa gadis itu. Sontak Sahira menoleh, lalu membalasnya dengan senyum lebar yang membuat Alan terpesona. Bahkan Alan dengan berani merangkul Sahira dan mengusap wajahnya, tak ada penolakan dari Sahira karena gadis itu malah membiarkan Alan berbuat sesuka hatinya.


"Kamu kenapa tiba-tiba ajak aku ketemuan disini, hm?" tanya Alan dengan lembut.


"Eee tunggu sebentar ya? Ada satu orang lagi yang bakal datang kesini, nanti aku bicara setelah orang itu muncul," ucap Sahira.


"Hah siapa?" tanya Alan tampak penasaran.


Sahira hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan dari pria itu, sontak saja Alan pun sangat bingung dan penasaran siapa kiranya yang sedang ditunggu oleh Sahira kali ini. Lalu, tiba-tiba saja seseorang menyapa dari jauh dan membuat keduanya menoleh secara bersamaan. Saat itu juga Alan terperangah, tak menyangka dengan apa yang dilihatnya.


"Sahira!" ya itu adalah suara sapaan dari Saka, abang kandung Alan yang juga merupakan kekasih Sahira sampai saat ini.


"Bang Saka, lu ngapain disini?" tanya Alan dengan ketus sembari menunjukkan ekspresi kesalnya.


"Loh justru seharusnya gue yang tanya sama lu, kenapa lu bisa ada di tempat ini? Mana pake peluk-peluk cewek gue segala lagi," ujar Saka.


"Hahaha, gue kesini itu diundang sama Sahira. Nah kalo lu sendiri ngapain?" ucap Alan tertawa meledek.


"Lo pikir gue gak diundang? Sahira yang minta gue buat datang kesini, dan gue gak nyangka kalau ternyata gue bisa ketemu lu juga disini!" ucap Saka.


"Masa sih? Sahira, ini maksudnya apa? Kenapa kamu juga undang bang Saka?" heran Alan.


Sahira kembali tersenyum kali ini, ia menatap wajah Alan dan Saka secara bergantian sembari melepas rangkulan Alan darinya. Perlahan gadis itu melangkah mendekati Saka, membuat Alan tak terima dan ikut menyusulnya. Ya tentu Alan cemburu, sebab dia juga mencintai Sahira dan ingin Sahira hanya menjadi miliknya.


"Kamu ingat kan tadi yang aku bilang? Aku masih ada nunggu satu orang lagi, dan mas Saka ini orangnya," ucap Sahira santai.


"Apa? Ta-tapi, kenapa kamu malah undang dia sih? Harusnya cukup kita berdua aja disini!" ujar Alan.


"Heh! Wajar lah kalau Sahira undang gue, gue kan pacarnya dia. Justru lu itu yang gak tahu malu, dasar aneh!" sela Saka.


"Apa lu bilang? Gue gak tahu malu? Lo gak salah bilang kayak gitu, ya? Sadar gak sih, lu itu udah nyakitin hati Sahira!" sentak Alan.

__ADS_1


"Eh udah udah, kenapa kalian malah pada ribut sih? Ayo kita duduk dulu biar santai! Aku ini undang kalian bukan buat ribut," ucap Sahira kesal.


"Sorry Ra, tapi dia duluan yang cari ribut sama aku!" ucap Saka menunjuk ke arah adiknya.


"Hah? Lo harusnya tuh nyadar, udah berapa sering lu nyakitin hati Sahira! Eh ini malah gak tahu malu, dasar cowok payah!" balas Alan.


"Udah ya kakak-kakak aku semua, mending sekarang kita duduk deh!" pinta Sahira.


Alan dan Saka kompak menatap bingung ke arah Sahira, mereka tak mengerti mengapa gadis itu memanggilnya dengan sebutan kakak. Namun, ketiganya akhirnya memutuskan duduk bersama di kursi yang tersedia itu. Sahira sengaja memposisikan dirinya di tengah-tengah kedua saudara laki-lakinya itu, sebab Sahira ingin membuat mereka berdua saling memaafkan.


"Nah, kalo kayak gini kan adem lihatnya," ujar Sahira seraya meraih tangan Alan serta Saka.


"Sebenarnya mau kamu itu apa sih Sahira? Kenapa kamu mesti ketemuin aku sama Alan disini?" tanya Saka merasa heran.


"Menurut kamu gimana? Masa kamu masih gak paham juga sih sama aku?" ucap Sahira.


Saka menggelengkan kepalanya, "Aku gak paham, emang apa alasan kamu bawa Alan juga kesini? Tadinya aku kira kamu tuh mau perbaiki hubungan kita loh sayang," ucapnya bingung.


"Hah? Maksudnya aku pelukan sama Alan gitu? Dih ogah banget, aku gak mau pelukan sama dia!" ucap Saka menolak keras.


"Lu pikir gue mau gitu pelukan sama lu? Gue juga ogah!" sahut Alan.


"Haish, ayolah kalian jangan begini terus! Aku gak mau ah lihat kalian berdua ribut mulu, aku pengennya kita bertiga itu baikan!" ucap Sahira.


"Gimana caranya coba? Aku sama Alan itu gak akan pernah bisa baikan!" tegas Saka.


"Mas, aku yakin kok kamu bisa. Kamu itu kan disini yang paling tua, ayo dong kamu ngalah gitu terus minta maaf sama Alan!" ucap Sahira.


"Lah kok aku? Dia lah yang harusnya minta maaf, kan dia itu yang salah!" ujar Saka.


"Kenapa jadi gue yang salah sih bang? Darimana coba salahnya gue?" ucap Alan tak terima.


Sahira menepuk jidat sambil geleng-geleng pelan karena sikap kedua pria itu, ia bingung harus melakukan apa untuk bisa membuat mereka saling berbaikan. Akhirnya gadis itu beranjak dari kursi dan melepaskan tangan Saka serta Alan, sontak kedua pria itu menatapnya penuh heran tak mengerti apa yang hendak gadis itu lakukan.

__ADS_1


"Hey Ra, kamu mau kemana?" tanya Saka.


"Aku mau loncat ke danau ini, mendingan aku mati aja daripada kedua kakak aku saling ribut terus. Buat apa coba aku hidup di dunia ini?" jawab Sahira dengan santai.


"Eh eh jangan Sahira!!" kedua pria itu pun kompak mendekat dan menghalangi niat Sahira untuk meloncat ke dalam danau.


"Apa sih? Kenapa kalian halangi aku? Kalau kalian gak mau berdamai, yaudah awas biarin aku buat loncat!" sentak Sahira.


"Ja-jangan sayang! Okay, aku bakal baikan sama Alan. Aku janji sama kamu kalau aku dan Alan gak akan musuhan lagi!" ucap Saka.


"Iya bener itu, tapi aku mohon kamu jangan nekat ya Sahira! Kita bakal turutin kemauan kamu deh," sahut Alan.


"Yaudah, ayo baikan dong!" suruh Sahira.


Saka mengangguk kecil, kemudian beralih menatap Alan dan mendekatinya. Demi menuruti keinginan gadisnya, Saka pun mengulurkan tangan lalu meminta maaf pada Alan agar mereka bisa berbaikan. Namun, tampak kalau Alan terlihat sulit untuk berbaikan dengan kakaknya tersebut lantaran dia amat mencintai Sahira.


"Lan, maafin gue ya? Gue janji gak akan paksa lu buat pulang ke rumah lagi!" ucap Saka.


"Huft, okay gue maafin. Gue juga minta maaf sama lu soal sikap gue selama ini, semoga kita gak ada masalah lagi ya!" ucap Alan meraih tangan Saka dan bersalaman dengannya.


"Nah gitu dong, ayo sekarang pelukan!" pinta Sahira.


Saka dan Alan menurut saja, mereka berdua langsung berpelukan di hadapan Sahira dan membuat gadis itu senang. Karena tak ingin ketinggalan, Sahira pun menyela lalu meminta untuk ikut dalam pelukan itu. Ya akhirnya mereka bertiga pun sama-sama berpelukan disana, Sahira bertekad untuk selalu menjadi pendamai di dalam keluarga mereka.


"Aku sayang sama kamu, Sahira!" ucap Saka di sela-sela pelukannya.


"Aku juga sayang sama kamu, Sahira!" timpal Alan.


"Aku gak kalah sayang sama kalian berdua!" ucap Sahira sambil tersenyum.


...~Selesai~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2