Sekretaris Cantik Milik Ceo

Sekretaris Cantik Milik Ceo
Bab 43. Gausah diperpanjang


__ADS_3

"Apa sih Nawal? Aku gak perlu tau siapa cowok itu dan aku juga gak perduli siapa dia," ujar Alan.


"Aku dijodohin sama Royyan, Alan. Aku terpaksa minta putus dari kamu supaya aku bisa menikah sama dia, karena kalau enggak aku bakal diusir dari rumah Alan," ucap Nawal.


"Kamu kok gak pernah bilang soal perjodohan ini? Kenapa baru bilang sekarang?" tanya Alan.


"Aku takut kamu kecewa Alan, makanya aku gak kasih tau ke kamu soal ini," jawab Nawal.


"Justru dengan kamu sembunyiin itu semua dari aku, malah bikin aku kecewa tau Nawal. Terus buat apa kamu kasih tau itu ke aku sekarang? Udah terlambat Nawal, kita udah gak ada hubungan apa-apa lagi!" sentak Alan.


"Iya aku tahu, tapi seenggaknya kita masih bisa jadi teman kan Alan? Aku gak mau dibenci sama kamu," ucap Nawal memohon.


"Teman? Maaf Nawal, aku ini butuh pasangan hidup yang bisa dan mau menikah sama aku, bukan cuma sekedar teman. Mending kamu pergi deh!" ketus Alan.


"Alan, aku mohon maafin aku! Kita bisa berhubungan baik seperti biasa kan?" bujuk Nawal.


Alan menggeleng pelan, "Gak bisa Nawal, sudahlah kamu lebih baik lupain aku dan sana kamu nikah aja sama lelaki itu!" ucapnya.


"Kamu masih marah sama aku, Lan? Padahal waktu itu kamu yang bujuk aku supaya mau balikan sama kamu, ya kan?" tanya Nawal.


"Iya, tapi itu sebelum aku tahu kalau kamu ada main di belakang aku," jawab Alan.


Nawal memelas dan meraih satu tangan Alan, ia genggam dengan erat sambil terus memohon pada pria itu untuk memaafkannya. Jujur saja Alan tidak bisa bersikap seperti itu pada Nawal, namun ia sudah terlanjur kecewa saat melihat Nawal bersama lelaki lain di rumahnya.


"Kamu apa-apaan sih Nawal? Jangan bikin aku kesal deh! Cepat kamu keluar dari ruangan aku, atau aku akan panggil security!" sentak Alan.


"Ehem ehem.." suara deheman berat itu membuat Alan dan Nawal terkejut, mereka reflek menoleh dan menemukan Saka berdiri di depan pintu bersama Sahira dengan wajah kaget.


"Bang, ngapain lu kesini sama Sahira? Dia kan harusnya udah kerja," tanya Alan sedikit gugup.


"Gue tadinya mau ajak ngobrol lu bareng sama Sahira juga, eh tapi ternyata ada cewek lu ya disini. Sorry banget Lan, gue ganggu kalian!" jawab Saka.


"Apaan sih? Lu kan tahu sendiri, gue sama Nawal udah gak ada hubungan apa-apa!" ucap Alan.

__ADS_1


"Ya terus kenapa kalian masih berduaan disini hayo?" goda Saka.


"Gue juga gak tahu, orang Nawal tiba-tiba datang sendiri tadi nyamperin gue. Kalau lu gak percaya, tanya aja tuh sama orangnya langsung!" ucap Alan sambil menghentak tangannya.


Seketika Nawal terdorong dan meringis memegangi telapak tangannya, Saka yang melihat itu menggeleng pelan, dia tak menyangka jika adiknya bisa berlaku kasar pada perempuan. Sahira pun juga tak percaya, bahkan gadis itu sampai menutup mulutnya.


"Lo jangan kasar juga kali bro, dia perempuan loh! Lagian emang kalian ada masalah apa sih? Kok lu bisa semarah itu sama Nawal?" tegur Saka.


"Gue lagi gak mau bahas itu bang, mending lu bawa nih si Nawal pergi dari sini!" ujar Alan.


"Lan, kamu jangan begini dong sama aku! Aku minta maaf sama kamu, aku mau kita kembali seperti dulu Alan!" mohon Nawal.


"Tuh Lan, si Nawal mau balikan loh sama lu. Bukannya lu masih cinta sama dia?" sahut Saka.


Alan tak menjawab, ia malah membuang muka dan mengusap wajahnya kasar. Setelah itu, Saka pun mengajak Sahira keluar karena ingin memberi waktu bagi Alan untuk menyelesaikan masalahnya dengan Nawal. Sahira mengangguk saja, lalu pergi bersama Saka dari ruangan Alan.


Nawal yang tetap disana pun mencoba mendekati Alan kembali dan terus membujuk pria itu agar mau memaafkannya.




Saka memberanikan diri untuk memegang tangan Sahira, tak ada penolakan dari gadis itu, namun Sahira hanya sedikit kaget dan jantungnya berdetak kencang saat ini. Saka mengusap punggung tangan Sahira, membuat sang empu semakin berdebar-debar saat ini.


"Umm, bapak mau apa ajak saya kesini? Saya harus bekerja pak," tanya Sahira.


"Sebentar aja Sahira, kamu pasti belum sarapan kan?" jawab Saka.


"Ya belum sih, tapi kenapa bapak bisa tahu soal itu? Perasaan saya gak bilang apa-apa deh kalau saya belum sarapan," ucap Sahira keheranan.


"Daritadi perut kamu bunyi terus Sahira, makanya saya bisa tahu kalau kamu belum makan," ucap Saka sambil tersenyum.


Sahira reflek memegangi perutnya, "Beneran pak? Duh, saya jadi malu deh kalau emang benar perut saya bunyi terus," ucapnya.

__ADS_1


"Gausah malu, wajar kok perut kamu bunyi. Pasti cacing-cacing di dalam sana udah pengen banget dikasih makan tuh," ucap Saka.


"Iya sih benar pak, saya juga ngerasa lapar banget. Yaudah, saya mau makan deh pak," ucap Sahira.


"Nah gitu dong, kamu emang harus makan Sahira. Tapi, tadi emangnya di rumah kamu gak sarapan dulu apa gimana?" tanya Saka.


"Saya sebenarnya mau sarapan pak, tapi terus tiba-tiba pak Alan datang dan saya akhirnya gak jadi deh buat sarapan," jawab Sahira.


"Lah kok gitu sih? Si Alan itu gak suruh kamu sarapan dulu emangnya?" tanya Saka.


"Pak Alan minta saya buat sarapan kok pak, tapi saya nya yang gak mau. Soalnya saya gak enak lah kalau pak Alan harus nunggu lama," jawab Sahira.


"Ya terus dia gak ajak kamu sarapan di luar dulu gitu?" tanya Saka.


Sahira menggeleng sebagai jawaban, sontak Saka menggeram kesal dengan tangan terkepal. Sahira pun agak kaget melihatnya, belum pernah ia melihat Saka seperti itu sebelumnya.


"Kurang ajar tuh anak! Masa dia gak ajak karyawannya sarapan dulu sih?" ujar Saka.


"Pak Alan taunya saya ini udah sarapan pak, jadi ini bukan salah pak Alan," ucap Sahira.


"Kamu gausah belain dia Sahira, biar aja dia nanti saya tegur supaya gak begitu lagi!" ucap Saka.


"Eh jangan pak! Nanti saya malah gak enak sama pak Alan, takutnya hubungan kita jadi kayak dulu lagi, saya gak mau pak," larang Sahira.


"Biarin aja Sahira, sekali-sekali tuh Alan harus dikasih tau biar dia gak seenaknya sama kamu," ucap Saka emosi.


"Gapapa kok pak, jangan diperpanjang lah urusannya nanti malah jadi ribet!" ucap Sahira.


"Kamu kenapa belain si Alan terus sih? Apa sih yang udah dia lakuin ke kamu, sampai kamu jadi begini sama dia?" heran Saka.


"Eee sa-saya..." Sahira terlihat gugup.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2