Sekretaris Cantik Milik Ceo

Sekretaris Cantik Milik Ceo
Bab 46. Ditembak Yoshi


__ADS_3

Alan beralih menatap abangnya itu dengan seringaian kecil di bibirnya.


"Lagi-lagi lu belain dia bang, kenapa sih? Lu suka ya sama Sahira? Makanya selama ini lu selalu coba deketin dia dan belain dia, kasihan banget sih lu bang bisa-bisanya suka sama kaum rendahan kayak dia!" ucap Alan.


Saka tersulut emosi, ia melirik ke arah Sahira yang juga terlihat sakit hati mendengar perkataan Alan. Tubuhnya bergetar dengan kedua tangan mengepal kuat, ia sangat emosi saat ini.


"Jaga bicara lu ya Alan!" geram Saka.


"Apa? Lu gak terima gue bilang Sahira kaum rendahan? Emang itu faktanya kok, selera lu payah banget sih bang!" sentak Alan.


"Kurang ajar lu ya!" Saka emosi dan langsung maju menarik kerah kemeja adiknya dengan emosi.


Sahira yang menyaksikan itu sontak terkejut, ia menutup mulutnya dan mencoba melerai kedua kakak beradik itu agar tidak berkelahi. Namun, sepertinya Saka sudah sangat emosi sampai tidak mau mendengarkan perkataan Sahira dan malah terus mencengkram kerah kemeja Alan.


"Lo tarik kata-kata lu, atau gue bakal bikin lu masuk rumah sakit!" ancam Saka.


"Gue gak mau, lagian lu pikir gue takut gitu sama lu? Gue bisa lawan lu kapanpun gue mau bang," ucap Alan tersenyum lebar.


"Sial!" Saka mengumpat dan hendak memukul wajah adiknya.


"Jangan pak!" Sahira berteriak menahan Saka, ia bergerak maju lalu mencoba menarik tangan Saka lepas dari tubuh Alan.


"Pak, saya mohon sudah pak! Gak enak dilihat sama karyawan lain kalau kalian bertengkar disini," pinta Sahira.


"Diam kamu Sahira! Anak ini harus diberi pelajaran!" geram Saka.


"Stop pak! Udah!" Sahira memaksakan diri untuk melerai keduanya, sampai tanpa sengaja Saka justru mendorongnya hingga terjatuh ke lantai.


Bruuukkk


"Awhh akh!" ringis Sahira memegangi pinggulnya yang terbentur lantai.


"Sahira?" kaget Saka dan Alan.


Kedua lelaki itu kompak mendatangi Sahira untuk menanyakan kondisi gadis itu, bahkan Saka tampak sangat khawatir pada Sahira sebab ia yang sudah mendorong Sahira sebelumnya. Alan pun juga sama cemasnya, ia tak mau terjadi sesuatu pada Sahira, meskipun tadi ia sempat merendahkan gadis itu.

__ADS_1


"Sahira, kamu gapapa? Maafin saya ya, tadi saya benar-benar gak sengaja!" ucap Saka cemas.


"Halah bang bang, lu udah dorong Sahira sampai dia jatuh kayak gini malah seenaknya aja bilang maaf ke dia! Lu gak lihat tuh Sahira kesakitan? Gak punya perasaan banget sih lu!" tegur Alan.


"Lo diem aja deh Lan! Ini semua gak akan terjadi, kalau lu gak mancing emosi gue!" sentak Saka.


"Kok jadi gue sih bang? Jelas-jelas lu sendiri yang dorong Sahira, makanya jangan emosian jadi orang bang!" ucap Alan.


"Berisik lu! Mending lu pergi sana, gue kalo ngeliat lu tuh bawaannya emosi terus!" ujar Saka.


Alan hanya menggeleng pelan seolah tidak mendengarkan perkataan abangnya, ia malah mendekati Sahira lalu mengulurkan tangannya ke arah gadis itu. Saka yang melihatnya pun sedikit menggeram menahan emosi, ia tak suka jika Alan berpura-pura perduli pada Sahira.


"Sahira, yuk biar saya bawa kamu ke klinik! Mungkin kamu ada yang luka salah satu bagian tubuhnya," usul Alan.


"Gausah pak, saya gapapa kok. Saya mau balik kerja aja ke ruangan saya, bapak sama pak Saka tolong jangan berantem lagi ya!" ucap Sahira.


"Saya sebenarnya gak mau berantem sama dia kok, tapi dia aja yang duluan ngajak saya ribut," ucap Alan.


"Heh! Lu jangan manipulatif deh jadi orang, jelas-jelas lu duluan tadi yang mulai dan bikin gue kesel!" ujar Saka.


Saka pun menahan diri sesuai permintaan Sahira, ia tidak ingin melukai Sahira lagi nantinya jika memaksa untuk berkelahi dengan Alan. Ia membantu Sahira berdiri dan membuat Alan menatap kesal ke arahnya.




Disisi lain, Yoshi mengajak Cat ke sebuah taman disaat jam pulang kerja mereka tiba. Setelah menutup toko, tentunya mereka langsung pergi menuju taman yang ada di dekat sana. Cat mau tidak mau menyetujui ajakan Yoshi, sebab ia pun menantikan apa yang akan dikatakan lelaki itu.


Setibanya di taman, mereka berdua duduk berdampingan pada sebuah kursi panjang berwarna putih. Yoshi menatap sekeliling sambil tersenyum, terlihat sangat ramai disana dipenuhi oleh orang-orang yang juga sedang dimadu asmara dengan pasangan mereka masing-masing.


"Yos, lu ngapain ajak gue kesini? Lu mau ngobrol apa sih emang sampai harus ke taman segala?" tanya Cat penasaran.


"Aku mau bahas soal ucapan kamu di toko roti tadi, katanya kamu suka kan sama aku?" jawab Yoshi.


"Hah? Te-terus apa lagi yang mau dibahas coba? Bukannya itu udah jelas ya? Gue udah ngaku ke lu tentang perasaan gue," ucap Cat.

__ADS_1


"Ya emang, tapi menurut aku masih ada yang kurang loh Cat," ucap Yoshi sambil tersenyum.


"Apaan coba? Lo jangan bikin gue tambah penasaran deh!" kesal Cat.


"Kamu kan suka sama aku, kenapa kamu gak pernah bilang sih sebelumnya? Tahu gitu aku kan gak perlu berharap ke Sahira," ujar Yoshi.


"Emangnya kalau gue bilang, lu mau apa?" tanya Cat.


"Ya seperti yang barusan gue kasih tau, gue pasti gak bakal berharap terus sama Sahira. Justru gue akan perjuangkan cinta lu supaya kita bisa sama-sama bersatu," jawab Yoshi.


"Maksud lu apa sih Yos? Kalau bicara itu yang jelas dong!" ujar Cat.


Yoshi tersenyum seraya meraih dua tangan Cat dan menggenggamnya, "Aku mau kamu jadi pacar aku Cat, kamu mau kan?" ucapnya dengan serius.


"Hah??" Cat membelalak lebar tak percaya dengan apa yang diucapkan lelaki itu.


"Kamu kenapa kaget gitu Cat? Kamu gak mau jadi pacar aku?" tanya Yoshi.


"Bu-bukan gitu, gue kaget aja dengarnya. Ini lu serius kan?" ucap Cat gugup.


"Buat apa aku bercanda Cat? Aku serius mau kamu jadi pacar aku, toh kamu suka sama aku kan? Jadi, aku rasa emang cocoknya kita ya pacaran aja," ucap Yoshi.


"Eee gue.." Cat tampak gugup saat hendak menjawab pertanyaan Yoshi, jujur saja ia bingung harus menerimanya atau tidak.


"Kenapa kamu kelihatan ragu gitu? Apa kamu gak benar-benar suka sama aku, Cat?" tanya Yoshi yang mulai curiga.


"Ih gak gitu, dari dulu gue udah suka sama lu tau. Kalau lu gak percaya, ya terserah lu. Gue tuh ragu karena gue belum yakin kalau lu juga suka sama gue, takutnya lu ajak gue pacaran karena lu kasihan aja sama gue!" jelas Cat.


Yoshi menggeleng, "Aku serius Cat, aku cuma pengen merasakan yang namanya pacaran. Aku janji akan berusaha untuk mencintai kamu dan menyayangi kamu dengan tulus," ucapnya.


Cat tersenyum mendengarnya, ia sungguh bahagia jika memang Yoshi berniat mencintainya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2